Monday, 21 May 2012
  • rss

Kisah-Kisah Memilukan di PA Jaksel

Publikasi pada Tanggal June 7, 2010

Jakarta (toentas.com). Banyak orang mengidentikan Pengadilan Agama (PA) sebagai tempat orang menggugat cerai. Bak tempat untuk mengurus SIM, itulah yang terlihat dari panjangnya antrian dan ramainya masyarakat mengurus gugatan cerai.

Ilustrasi (ist)

Kisah sedih nan pilu pun kerap terlontar ketika mereka curhat ke teman atau kerabat yang mengantar. toentas.com menghimpun cerita sendu dari mereka yang mengalami kesedihan karena terpaksa harus melihat biduk rumah tangganya tenggelam.

Seorang pria, Bram (bukan nama asli) terduduk lesu sambil menghisap rokok filternya, di halaman depan Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Matanya terlihat sedih, asap rokok pun terus mengepul dari mulutnya.

Pria berusia 25 tahun itu baru saja mendaftar gugatan cerai di PA Jaksel. Meski berusaha tegar, namun bahasa tubuhnya seolah memperlihatkan fakta sebaliknya. “Umur pernikahan saya baru satu tahun, tapi langkah cerai memang harus saya lakukan,” kata Bram kepada toentas.com, yang sedang meliput PA Jaksel, Jumat (4/6) .

Pria yang bekerja sebagai pegawai swasta itu mengaku, sudah satu bulan pisah ranjang. Gugatan cerai yang diambilnya, kata Bram, sebagai pilihan paling pahit, terlebih karena mereka baru dikarunia satu putri berumur 6 bulan. “Selama ini pertengkaran kerap muncul saat kehidupan rumah tangga baru memasuki masa empat bulan. Namun semua itu berusaha saya redam. Apalagi anak saya masih kecil dan menyusu ke ibunya,” ungkap Bram.

Asap rokok kembali keluar dari mulutnya. “Kami sama-sama egois dan keras kepala,” kata Bram mengungkap alasannya bercerai. “Saya pikir ini pilihan terbaik, dan yang saya minta nanti adalah hak asuh anak, jika mantan istri saya tidak cakap mengasuhnya,” tutur Bram.

Curatan hati juga terlontar dari Amin (nama samaran) seorang anggota militer aktif. Pria berusia 31 tahun ini, datang ke PA Jaksel karena digugat cerai istrinya. Kepada toentas.com, Amin mengaku digugat cerai sang istri karena dituduh berselingkuh. “Istri saya mendapat sms dari seseorang yang mengaku melihat saya berjalan dengan wanita lain,” kata Amin. “Padahal wanita itu hanya teman biasa.”

Orang tua dari pihak istri pun ikut campur, kata Amin, hal itu juga membuat rumah tangga yang dibinanya selama lima tahun itu harus berakhir. “Kami punya anak perempuan berusia lima tahun, tapi hal itu sepertinya tak menggoyahkan istri saya untuk minta cerai,” kata Amin. Perselingkuhan, kesulitan ekonomi, sepertinya kini menjadi alasan paling banyak yang diajukan para penggugat cerai.

Dalam kisah selanjutnya, toentas.com akan mengungkap peranan ulama dan penyuluh perkawinan dalam mengatasi makin banyaknya kasus-kasus perceraian saat ini. (wo/kris)

 
Readers Comments (0)




Teknologi
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh

Mendikbud: Prototipe Mobil Listrik Selesai 2013

[caption id="attachment_3212" align="alignright" width="250" caption="Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh"][/caption] "Mei ...
 
Asimo Honda Motor

ASIMO terbaru mampu “berpikir” dan makin lincah

Teknologi  - toentas.com.  Honda  Motor Co, Ltd meluncurkan robot ASIMO ...
 
NOKIA N9

Nokia N9, Ponsel Canggih nan Artistik

Teknologi  - toentas.com. Telepon seluler Nokia N9 yang diluncurkan pada ...
 
Toko Apple di Washington

Apple Tak Terbukti Langgar Paten Milik HTC

Teknologi  - toentas.com. Apple dinyatakan tidak terbukti melanggar paten S3 ...
 
Foto yang beredar di internet menunjukan tablet Samsung Galaxy Tab 10.1 yang berukuran 10.1 inci.

Samsung Keluarkan Galaxy Tab 10,1 Inci

Teknologi  - toentas.com. Pertarungan ukuran layar tablet bakal kembali mengemuka ...