Situs majalah bergensi Time.com memuat berita tentang heboh skandal video porno mirip Ariel dan Luna Maya. Time menjadi media asing ketiga setelah The New York Time dan CNN yang mengulas skandal ini. Bahkan, berita skandal video Ariel masuk di posisi keempat berita terpopuler. Berita skandal Ariel hanya kalah oleh tiga hal: fenomena kokain di kalangan kelas menengah, pencemaran oli oleh British Petroleum dan Cina yang fokus garap pasar Afrika.
Berita berjudul “Sex Video Scandal and Indonesia’s Porn Obsession” itu ditulis oleh koresponden Time di Jakarta, Jason Tejasukmana. Tulisan itu memotret tentang obsesi pornografi orang-orang Indonesia yang menjadi semakin terbuka setelah Soeharto jatuh.
Tulisan itu tak cuma menyoroti skandal Ariel, sang vokalis dari band yang telah mencetak multiplatinum, Peterpan. Tapi, juga kecemasan sejumlah kalangan terhadap merebaknya pornografi di Indonesia.
Jason membuka tulisannya dengan “memotret” sosok Jason Iskandar dan temannya yang tak peduli dengan ujian tapi lebih sibuk menjual DVD porno yang mereka unduh dari Internet. Itu dilakukan Iskandar sejak di bangku SMP. Saat itu umurnya 14 tahun. Kini dia sudah berusia 19 tahun. “Teman-teman saya sudah menonton gambar porno saat mereka masih SD dan usianya baru 12 tahun,” katanya.”
Kehebohan video mirip Ariel membuat pornografi makin tak terbendung.
Ulasan di Time ini membuat nama Ariel dan Luna Maya di luar Indonesia semakin terkatrol. Selain di New York Times, berita video Ariel ini juga menjadi bahan pemberitaan koran-koran di ke Afrika Selatan. Di Malaysia, banyak Tenaga Kerja Indonesia yang berburu DVD Ariel walaupun harganya mahal.
(Tmp/W, Inge)