Pembatasan BBM masih menunggu waktu yang tepat. Demikian dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. “Kami mencari waktu yang tepat,” katanya, hari ini.Selain masih melakukan berbagai sosialisasi kepada masyarakat, ia juga menunggu kesiapan teknis dari PT Pertamina (Persero). Pasalnya, Pertamina belum siap jika pembatasan secara serentak dilakukan di seluruh wilayah Indonesia pada saat ini.
“Saya tunggu laporan dari Pertamina, kesiapan teknisnya seperti apa. Kalau secara keseluruhan, serentak, belum siap karena tangki-tangki harus dipersiapkan,” kata Hatta.
Selama rentang waktu tersebut, Hatta memastikan pemerintah akan melakukan penambahan kuota jika ada wilayah yang persediaan BBM-nya menipis atau bahkan habis. Pada tahun 2010, pemerintah menetapkan kuota volume BBM bersubsidi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2010 sebesar 36,5 juta kiloliter.
Kuota tersebut diperkirakan akan terlampaui mengingat pembatasan penggunaan belum juga dilakukan hingga saat ini.
Terkait indikasi adanya kelangkaan, sebelumnya PT Pertamina Unit Pemasaran VI Balikpapan memprediksi krisis BBM jenis premium maupun solar akan terjadi di seluruh kota/kabupaten di Kalimantan pada November dan Desember mendatang. Krisis tersebut disebabkan suplai pasokan BBM Kalimantan sudah nyaris melampaui ambang kuota yang ditentukan pemerintah.
(Tmp, Wo)