Monday, 21 May 2012
  • rss

Wisata Air Terjun Songgolangit

Publikasi pada Tanggal December 27, 2010

Wisata – toentas.com. Dahulu kala ada seorang pemuda dari Desa Tunahan menjalin kasih dengan gadis cantik dari Dukuh Sumanding Desa Bucu Kecamatan Kembang. Jalinan kasih mereka terus bersemi dan berlanjut sampai dengan jenjang perkawinan. Sebelum melaksanakan upcara pernikahan, Sang Pemuda datang melamar dan membawa peralatan rumah tangga, seperti : wajan, piring, gelas, kambing, kerbau dan lain-lain sesuai dengan kebiasaan saat itu.

Kolam Songgolangit

Kolam Songgolangit (Foto: Mlancong)

Pada suatu pagi si istri berniat menyiapkan makan pagi untuk Sang Suami. Pada saat mempersiapkan makanan tersebut si istri kurang berhati-hati sehingga antara peralatan satu dengan yang lain saling berbenturan dan menimbulkan bunyi-bunyian yang cukup kencang.

Sang Mertua (Ibu istri) mendengar bunyi tersebut dan menasehati,”Ojo glondhangan, mengko mendhak bojomu tangi,” bahasa Indonesianya,”Jangan gaduh, nanti suami kamu terbangun,”. Ternyata teguran Sang Mertua tersebut di dengar oleh menantu dengan pengertian yang berbeda,”kerjo kok glondhangan, rumangsamu barange bojomu,” bahasa Indonesianya,” Kerja kok gaduh, memangnya barang bawaan suamimu,”.

Begitulah si Menantu merasa sakit hati ketika mendengar kalimat tersebut dan esok malamnya kedua pasangan tersebut berniat meninggalkan rumah dengan diam-diam. Dalam keadaaan yang sangat gelap mereka menaiki pedati dan berjalan menyusuri hutan. Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, begitulah kira-kira nasib yang menimpa pasangan tersebut karena pdati yang mereka tumpangi jatuh ke jurang yang sangat yang dalam (sekarang air terjun Songgolangit) dan sampai sekarang tidak ketahuan keberadaan jenazahnya.

Cerita tersebut terus berkembang sampai sekarang sehingga menjadi pantangan orang-orang Desa Tunahan dan Desa Bucu untuk hidup berpasangan sebagai suami istri karena dikhawatirkan akan terjadi malapetaka terhadap rumah tangga mereka. Air terjun itu sendiri dinamakan Songgolangit karena ketinggiannya mencapai 100 meter dan ketika memandang dari bawah ke atas seakan-akan seperti menyangga langit.

Air terjun yang terletak di Desa Bucu Kecamatan Kembang atau 30 kilometer sebelah utara kota Jepara ini memang cukup menawan. Letaknya yang berada di sisi utara Gunung Muria membuat udara sekitar sejuk dengan pemandangan yang indah. Apalagi ketika kita melintas disana sedang musim buah kapuk, sepanjang kanan kiri jalan terlihat mekarnya kapuk yang terombang-ambing oleh angin seakan turut mengucapkan selamat datang kepada para pengunjung.

Selain itu debit air yang cukup besar dan selalu mengalir walaupun musim kemarau, menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke tempat ini. Beberapa warung sederhana yang menjual makanan dan minuman berada di sekitar air terjun semakin menambah semarak keberadaan air terjun Songglonagit. Silakan anda semua berkunjung ke air terjun Songgolangit ketika berkunjung ke Kota Jepara. (Mlancong.com)

 
Readers Comments (0)




Teknologi
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh

Mendikbud: Prototipe Mobil Listrik Selesai 2013

[caption id="attachment_3212" align="alignright" width="250" caption="Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh"][/caption] "Mei ...
 
Asimo Honda Motor

ASIMO terbaru mampu “berpikir” dan makin lincah

Teknologi  - toentas.com.  Honda  Motor Co, Ltd meluncurkan robot ASIMO ...
 
NOKIA N9

Nokia N9, Ponsel Canggih nan Artistik

Teknologi  - toentas.com. Telepon seluler Nokia N9 yang diluncurkan pada ...
 
Toko Apple di Washington

Apple Tak Terbukti Langgar Paten Milik HTC

Teknologi  - toentas.com. Apple dinyatakan tidak terbukti melanggar paten S3 ...
 
Foto yang beredar di internet menunjukan tablet Samsung Galaxy Tab 10.1 yang berukuran 10.1 inci.

Samsung Keluarkan Galaxy Tab 10,1 Inci

Teknologi  - toentas.com. Pertarungan ukuran layar tablet bakal kembali mengemuka ...