Berita Internasional – toentas.com. Seratus hari lagi dari 19 Januari 2011 akan berlangsung perkawinan Pangeran William dan Kate Middleton yang diperkirakan akan menarik perhatian besar rakyat Inggris dan juga dunia internasional. Acara besar yang akan berlangsung pada 29 April nanti, diharapkan akan menjadikan London sebagai pusat perhatian dunia. Tetapi, untuk saat ini minat warga Inggris belum begitu besar terhadap perkawinan mereka.
Pangeran William berada di urutan kedua sebagai pewaris mahkota kerajaan Inggris setelah ayahnya, Pangeran Cahrles. Artinya, kalau muncul keinginan Ratu Elizabeth -dengan dukungan parlemen- untuk menyerahkan tahta kerajaan kepada cucunya itu, William bisa menjadi raja Inggris melangkahi ayahnya, Pangeran Charles.
Itulah sebabnya, perkawinan Pengeran William dan Kate Middleton menjadi sangat penting. Banyak yang berpendapat bahwa perkawinan ini merupakan bagian dari persiapan ke arah itu. Dan sejak akhir tahun 2010, Pangeran William secara resmi sudah diberi tugas-tugas kerajaan seperti menghadiri acara-acara seremonial, baik bersama dengan Ratu maupun menggantikan Ratu.
Aspek penting lainnya adalah bahwa William akan menikahi seorang wanita non-darah biru, yang tidak punya latar belakang bangsawan. Kate -yang bernama lengkap Catherine Elizabeth- merupakan putri dari seorang pengusaha kaya tetapi dia pernah menjadi staf biasa di perusahaan penerbangan dan ibunya adalah bekas pramugari.
Bahkan dari garis ibunya itu Kate berasal dari keluarga buruh tambang di kawasan Yorkshire, Inggris utara. Campuran bangsawan dan wanita biasa inilah yang membuat perkawinan mereka menjadi pembicaraan. Tetapi, bagaimana orang Inggris dan orang asing melihatnya? Seberapa penting bagi mereka?
Seorang wanita Inggris mengatakan perkawinan William-Kate biasa-biasa saja. “Tidak penting sekalilah itu. Hanya perkawinan biasa kan? Pasangan muda yang menikah, iya kan? Mungkin lebih penting bagi orang di luar negara ini ketimbang bagi kami.” Namun wanita ini mengaku bahwa dia dan kawan-kawannya sudah tak sabar menyaksikan perkawinan tersebut.
Nada “kurang penting” juga diutarakan oleh seorang pria yang bekerja di sebuah perusahaan perbaikan jalan. “Jujur saja, tidak begitu besar minat saya,” kata pria itu. “Paling-paling nonton di televisi layar besar sambil minum bir di pub. Hari liburnya yang justru bagus,” katanya menambahkan.
Tetap saja masih ada orang Inggris yang senang dengan perkawinan kerajaan “zaman faceobook” itu. Seorang wanita pedagang buah di sebuah stasiun kereta bawah tanah London mengatakan dia gembira menyambut peristiwa besar itu.
“Bagus sekali, saya senang mendengarnya karena mereka terlihat gembira ketimbang Putri Diana,” ujar wanita yang juga menjual surat kabar itu. “Semoga mereka bisa hidup lebih baik dari Putri Diana dan suaminya, Charles.”
Sementara itu, rasa antusias ditunjukkan oleh seorang turis dari Korea Selatan yang mengatakan dia senang dengan perkawinan pasangan muda calon kuat penerus tahta kerajaan itu. “Bagus sekali, bagus… banyak suara-suara tentang itu,” katanya. “Perkawinan yang indah, dan saya sangat senang dengan Diana,” tambahnya. “Saya pikir akan sama dengan ibunya.”
Wanita muda Korea ini yakin perkawinan William dan Kate akan disaksikan lewat televisi oleh banyak orang di Korea. Lain halnya dengan seorang turis wanita muda dari Kanada. “Kami tidak tahu soal perkawinan itu. Tidak banyak membaca informasi mengenai perkawinan Pangeran William. Menarik…, tapi kami tidak begitu antusias,” kata wanita Kanada asal Filipina tersebut.
Teman laki-laki turis Kanada ini mengatakan bahwa Pangeran William tidaklah begitu populer di Kanada. Tetapi dia menambahkan bahwa ketika pasangan itu bertunangan dua bulan lalu, memang banyak beritanya di media Kanada, baik di televisi maupun surat kabar. Secara umum, perkawinan ini dilihat banyak orang sebagai awal dari lembaran modern keluarga kerajaan yang tidak lagi harus berputar-putar di antara sesama bangsawan dalam mencari pasangan suami atau isteri.
Satu lagi faktor penting perkawinan anak sulung Putri Diana ini adalah bahwa pemerintah Inggris ingin menjadikannya sebagai magnit untuk menarik kunjungan wisatawan asing ke Inggris, khususnya London, dan sekaligus mengangkat kembali nama Inggris di peta dunia.
(BBC)