Kids & Parent – toentas.com. “Bukan aku kok. Tadi si Blecky naik ke meja,” kilah batita Anda ketika ditanya siapa yang menjatuhkan gelas berisi air dari meja makan. Anda tahu anjing peliharaan Anda sedang anteng di halaman rumah, dan di ruang makan hanya ada batita Anda. Tapi dia tetap bersikeras bahwa bukan dia pelakunya. Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah anak saya seorang pembohong?
Anda sebenarnya tidak perlu khawatir, karena berbohong sebenarnya adalah bagian dari tahap perkembangan batita. Di usia 2 atau 3 tahun, batita Anda masih belum bisa membedakan antara kenyataan dengan khayalan. Dia pun belum sepenuhnya memahami konsep berbohong karena dia belum mengerti bahwa kebenaran sebenarnya didasarkan pada kenyataan yang terjadi. Sebagai contoh, bila mainannya berserakan di lantai, bisa saja dia mengatakan bahwa dirinya tersandung dan menabrak rak mainan sehingga seluruh mainannya jatuh berantakan.Padahal pada kenyataannya, dia berusaha mengambil satu mainan saja, tapi tanpa sengaja menjatuhkan mainannya yang lain.
Pada tahap usia ini, imajinasi anak sedang berkembang. Menurut beberapa ahli, ketika seorang batita berharap bahwa sesuatu terjadi karena suatu hal, dia bisa memanipulasi kebenaran karena dia percaya bahwa yang dia katakan akan menjadi kenyataan. Misalnya, ketika dia merebut lalu menjatuhkan mainan dari tangan adiknya sehingga adiknya menangis, sebenarnya dia merasa bersalah. Tapi ketika ditanya, bisa saja dia menjawab bahwa si adiklah yang menjatuhkan mainan itu. Jawaban polos itu bisa meluncur mulus dari mulutnya karena dia berharap memang itulah yang terjadi. Dan dia percaya bahwa memang itulah yang seharusnya terjadi.
Penjelasan lain mengenai kebohongan batita adalah sindroma si anak baik (angelic syndrome). Menurut Dra. Endang Retno Wardhani, anak ‘terpaksa’ berbohong karena dia takut dimarahi. “Anak takut tidak bisa memenuhi standard yang diberikan orang tua. Ketika orang tuanya selalu memuji saat dia berbuat baik dan memarahi saat dia berbuat nakal, anak bisa berbohong demi menghindari hukuman, yaitu dimarahi orang tua,” begitu penjelasan psikolog anak yang membuka praktik di Klinik Akita, Bekasi.
Ada kalanya anak berbohong sebagai bentuk reaksi dalam merespons suara Anda. Misalnya, ketika Anda bertanya dengan nada tinggi dan menuduh, “Kamu ya, yang menjatuhkan gelas?” si kecil langsung bisa merasakan adanya nada tidak suka di suara Anda. “Dia tahu akan dimarahi jika menjawab jujur. Akhirnya, spontan dia menjawab, ‘Bukan aku kok.’ Istilahnya, daripada dimarahi, lebih baik bohong,’ kata Dra. Endang.
Meskipun kebohongan adalah bagian dari tahap perkembangan batita, tetap saja hal itu tidak bisa dianggap lalu. Bagaimanapun, Anda perlu mencegah agar berbohong tidak menjadi kebiasaan buruk di kemudian hari. Berikut adalah beberapa hal yang bisa lakukan saat menghadapi kebohongan batita Anda;
Anda Juga Berbohong?
Bukanlah hal yang mengejutkan bila anak belajar dengan meniru perilaku orang-orang di lingkungan terdekatnya, dan dalam hal ini adalah orang tuanya. Jadi, bila batita Anda sering berbohong, tidak tertutup kemungkinan jika dia belajar dari Anda. Contoh kebohongan paling umum yang diucapkan orang tua adalah, “Disuntik itu tidak sakit. Seperti digigit semut,” Mungkin hal ini terdengar sepele, tapi hasilnya belum tentu demikian. Bagi batita, disuntik adalah hal yang menakutkan dan memang menyakitkan. Atau, Anda kerap membohongi si kecil agar bersedia mematuhi perkataan Anda dengan memberinya iming-iming, misalnya dengan berkata, “Kalau kamu mau diam, Mama akan belikan kamu es krim.” Ketika hal yang Anda ucapkan tidak sejalan dengan kenyataan, si kecil bisa merasa Anda mengkhianati kepercayaannya. Dan bukan tidak mungkin dia melakukan hal yang sama kepada Anda demi mendapatkan yang dia inginkan.
Bangun Rasa Percaya
Anda tentu tidak bisa mengharapkan anak Anda tumbuh menjadi sosok yang bisa dipercaya jika Anda sendiri kerap berbohong. Bagaimanapun, Anda juga perlu meyakinkan anak bahwa Anda bisa dipercaya. Sebagai contoh, ketika mengiming-imingi anak dengan sesuatu, misalnya dengan camilan atau mainan, tepatilah janji tersebut. Jika tidak bisa memenuhi, sebaiknya Anda tidak menggunakan sogokan agar anak bersedia mematuhi Anda. Selain itu, minta maaf lah ketika Anda berbuat salah atau mengecewakan perasaan si kecil. Dengan demikian, dia akan belajar bahwa dia tidak perlu takut mengakui kesalahan
(Parentsindonesia.com)
sya mw tnya bagaimana cara mnuurnekan BB yg ideal dan mndptkan tbuh yg atletis..BB sya skrng 86kg TB 183cm..mhn bantuannya thnks=====================================L-Men: BB ideal kamu adalah 76,7 kg Bro. Untuk mendapatkan BB yang ideal di sarankan untuk menggunakan terlebih dahulu. L-Men Lose Weight adalah suplemen yang mengandung tinggi protein yang telah teruji klinis efektif dapat mnuurnekan berat badan hingga 1.5 Kg dalam seminggu. Konsumsi sebagai pengganti makan pagi dan malam (2 sachet/serving). Nutrisi L-Men Lose Weight sudah lengkap sehingga untuk mengoptimalkan hasilnya kami sarankan mengonsumsi sesuai takaran saji yaitu 2 sachet per serving. Untuk makan siang Anda tetap dapat mengonsumsi makanan seperti biasa namun terkontrol (700-800 kalori).Untuk program penurunan berat badan, fokuskan latihan yang Anda lakukan pada olahraga kardio (berenang, jogging, bersepeda dll). Sisihkan waktu minimal 30 menit-1 jam per hari untuk berolahraga kardio. Kemudian tingkatkan intensitasnya saat secara bertahap. Ayo Bro, kamu pasti bisa. Lakukan juga latihan beban seperti yang ada di atau