Monday, 21 May 2012
  • rss

Kondisi Ekonomi Tentukan Tren Sepatu

Publikasi pada Tanggal November 23, 2011

I Like It – toentas.com. Sepatu sudah menjadi penunjang gaya seseorang. Tapi, tahukah Anda tren sepatu ternyata dipengaruhi oleh keadaan ekonomi? Coba lihat gambaran ini. Pada 1920-an, sepatu bertumit rendah adalah pembuka jalan bagi tren high heels selama terjadinya Great Depression, krisis ekonomi dunia sebelum Perang Dunia II.

Aneka sepatu (gulfnews)

Aneka sepatu (gulfnews)

Sandal mulai jarang digunakan di akhir tahun 60-an dan pada tahun 1970-an saat terjadi krisis minyak, sepatu platform kembali menghiasi majalah Vogue. Lain lagi dengan tahun 90-an, yaitu saat marak penggunaan internet. Sepatu bertumit rendah mulai tergantikan oleh high heels.

“Biasanya, ketika ekonomi tengah terpuruk, konsumen akan tetap memakai high heels. Konsumen beralih ke tren mode yang lebih flamboyan sebagai sarana berfantasi dan melarikan diri,” ujar Trevor Davis, ahli konsumen produk dari International Business Machines’ Global Business Services.

IBM melakukan penelitian terhadap posting di media sosial dan memprediksi bahwa ketenaran high heels akan segera digantikan oleh tren flat shoes.

“Kali ini sesuatu yang berbeda terjadi, mungkin karena penghematan jangka panjang yang membuat setiap konsumen memiliki keinginan untuk tidak tampil over dressed,” ia menambahkan.

IBM menggunakan software khusus untuk memilah-milah posting di media sosial terkait tren sepatu. Responden yang dipilih mulai dari pemilik situs tentang sepatu, hingga blogger yang diakui oleh pecinta fashion.

Saat ini, toko-toko memang masih memajang high heels sebagai tren yang masih diminati. Selama 2008 hingga 2009, fashion blogger secara konsisten menulis high heels dengan tinggi tumit 12-20 cm. Namun mendekati akhir 2009 dan sesudahnya, wanita mulai jarang memakai high heels. Bahkan selama 2011, mereka ramai-ramai menuliskan tentang kembalinya kitten heel dan flat shoes dari Jimmy Choo dan Christian Louboutin.

Bukan berarti high heels akan menghilang. Sepatu tumit tinggi ini akan tetap ada untuk digunakan saat pergi ke pesta, tapi tidak lagi dikenakan saat beraktivitas di kantor atau hanya sekadar berbelanja.

Menurut IBM, penelitian ini juga menekankan bahwa kini bukan hanya produsen yang membentuk tren. Melainkan ada pengaruh dari fashion blogger yang bisa ‘mencuci otak’ wanita sehingga tercipta arus dalam berbusana.

( Sumber : vivanews.com )

 
  1. silvia says:

    ini mengingatkan pada saya; waktu itu di tpmereapan prupung sepulang kerja pas berhenti di lampu merah tiba tiba mikrolet peunuh penumpang dari belakang berada disamping saya tanpa sadat kaki saya dilindas ..untuung saya pakai sepatu safety sehingga toe cap melindung jari kakiku bayangkan kalo pake sepatu cat .ancur kali kakiku safety first

Readers Comments (1)




Teknologi
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh

Mendikbud: Prototipe Mobil Listrik Selesai 2013

[caption id="attachment_3212" align="alignright" width="250" caption="Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh"][/caption] "Mei ...
 
Asimo Honda Motor

ASIMO terbaru mampu “berpikir” dan makin lincah

Teknologi  - toentas.com.  Honda  Motor Co, Ltd meluncurkan robot ASIMO ...
 
NOKIA N9

Nokia N9, Ponsel Canggih nan Artistik

Teknologi  - toentas.com. Telepon seluler Nokia N9 yang diluncurkan pada ...
 
Toko Apple di Washington

Apple Tak Terbukti Langgar Paten Milik HTC

Teknologi  - toentas.com. Apple dinyatakan tidak terbukti melanggar paten S3 ...
 
Foto yang beredar di internet menunjukan tablet Samsung Galaxy Tab 10.1 yang berukuran 10.1 inci.

Samsung Keluarkan Galaxy Tab 10,1 Inci

Teknologi  - toentas.com. Pertarungan ukuran layar tablet bakal kembali mengemuka ...