Wisata – toentas.com. Bicara mengenai tujuan wisata, India memang salah satu negara yang punya begitu banyak tempat-tempat menarik yang sayang rasanya untuk dilewatkan. Tengok saja monumen-monumen yang dibandrol sebagai “The Heritage World”.
Lalu alam-alam dan keunikan, serta pesona budaya dan sejarahnya mampu memikat turis manca negara untuk betah berlama-lama di sepanjang dataran ini. Begitu juga dengan tujuan wisata yang satu ini. Anda tak perlu jauh-jauh ke Italia untuk menghirup atmosfer Venesia yang terkenal itu. Nuansa penuh kemegahan dan imajinasi tersebut dapat dirasakan pula di sebuah sudut kota bernama Udaipur.
Kota ini adalah salah satu kota terkenal di negara India bagian barat, tepatnya di selatan Rajashtan. Dulunya kota ini merupakan ibu kota sejarah dari kerajaan Merwar di wilayah kekuasaan bangsa Rajputana. Tepatnya pada tahun 1559 di bawah kepemimpinan Maharaja Udai Singh II.
Kota ini disebut juga Lake City atau kota danau. Bagaimana tidak, secara keseluruhan di tengah padang tandusnya Rajashtan, hanya kota ini yang dominan dikelilingi oleh danau-danau cantik seperti Danau Pichola, Fateh Sagar, Udai Sagar dan masih banyak lagi.
Sensasi keromantisan kota ini pun tampak kuat terpancar dari sisi bangunan yang penuh imajinasi dan kemegahan, yang sekarang dapat Anda singgahi sebagai tempat tinggal. Konon kebanyakan bangunan cantik nan megah itu telah banyak diubah fungsinya menjadi hotel dan penginapan.
Udaipur memang terkenal dengan istana-istana dari zaman Rajput. Dari fakta inilah, Anda diajak berimajinasi secara hidup dalam zaman kerajaan tersebut ketika Anda menyewa sebuah kamar hotel. Kamar hotel ini dulunya merupakan bekas salah satu istana termegah di kota ini. Hal ini menjadi pengalaman yang sangat menggiurkan.
Udaipur mempunyai kredibilitas tinggi sebagai danau yang paling indah di sepanjang dataran India. Selain Danau Pichola yang menjadi taman air bagi Istana Danau, Fateh Sagar bahkan memiliki dua pulau kecil di tengah danaunya. Di antara istana-istana yang terdapat di Udaipur, City Palace yang paling menarik perhatian minat untuk kunjungan pertama.
Setelah bermalam di sebuah penginapan di dekat City Palace, keesokan harinya matahari pagi membawa agenda kami menuju City Palace atau Istana Kota. Dari pengamatan kami di kota-kota sebelumnya di Rajashtan, City Palace ini memang terbilang sebagai istana terbesar dan termegah sepanjang kota Rajashtan.
Dengan bangunan yang memanjang hingga 244 meter sepanjang tepian timur Danau Pichola dan tinggi bangunan 30,4 meter. Bangunan ini terdiri dari berpuluh-puluh ruangan, balkon, taman, menara, serta museum yang menyimpan semua sisa kekayaan Maharaja Udai Singh II, sang konglomerat pendiri kerajaan itu.
Gaya arsitektur bangunan Istana Kota alias City Palace ini memiliki nuansa perpaduan gaya arsitektur Rajashtani dengan Mughal. Letaknya sengaja didirikan pada sebuah puncak bukit Aravalli. Kemudian memberikan efek pemandangan kota dan sekitarnya.
Termasuk monumen-monumen bersejarah yang terdapat di sekelilingnya, seperti Jag Mandir, kuil Jagdish, dan Candi Neemach Mata. Struktur keseluruhan kota ini konon ditayangkan juga dalam adegan film James Bond “Octopussy”, yang menyorot keindahan Istana Monsoon dan City Palace. Alhasil tayangan itu akhirnya berhasil mempublikasikan tempat ini sebagai salah satu peraih penghargaan untuk bidang travelling dan leisure di tahun 2009 lalu.
Mengawali langkah di City Palace ini melalui Tripolia Gate. Pertama Anda akan disambut pesona keindahan kaca-kaca mozaik yang ditata sempurna menjadi bagian burung-burung merak yang elok, tergelar indah di bangunan bernama Mor Chowk.
Kemudian Anda akan dibawa menuju ke Manak mahal, bagian dari istana kaca dan cermin, Khrisna Villas yang menampilkan banyak miniatur koleksi kerajaan ini. Bari Mahal memberikan pesona sebuah taman utama dari kerajaan ini. Moti Mahal yang dikenal sebagai istana mutiara dan Syambu Niwas sebagai kediaman para pejabat kerajaan masa sekarang.
Amar Vilas disebut sebagai paviliun tercantik bergaya arsitektur Mughal di sepanjang istana yang menampilkan kolam berlatar belakang marmer dan taman gantung serta air mancur yang indah dan tak hanya kesenian India, seni lukis China di atas marmer juga dipagelarkan di ruangan bertema Chini Chitrashala.
Serta masih banyak lagi hal yang menarik dari 11 istana, yang keseluruhannnya akan membawa Anda pada pintu keluar istana ini, yaitu terletak di Baripol Gate. Puas dengan kemegahan dan kecantikan istana itu, kemudian kami menyisiri sebuah sisi keramaian dijarak yang hanya 150 meter dari City Palace tersebut.
Tempat itu disebut Jagdish temple, sebuah ukiran gaya Indo-Aryan terpampang eksotik di kuil yang setiap harinya ramai dengan ritual keagamaan setiap menjelang sore. Kuil yang dibangun oleh Maharaja Jagat Singh di tahun 1651 tersebut memiliki ciri khas pada sebuah patung Dewa Vishnu yang berwarna hitam legam di dalam altar utamanya.
Ada pula beberapa patung berukiran Garuda di depan altar kuil ini. Terlepas dari sisi keagamaan itu, kami mulai kembali menjelajahi gang-gang kecil di area penginapan sederhana untuk backpacker. Di sana terdapat sebuah museum yang menyimpan benda-benda adat yang unik. Namanya Bagore Ki Haveli.
Benar saja, bangunan dengan 138 ruangan itu tampak ditata sempurna menjadi tempat pelestarian bagi benda-benda budaya kerajaan yang pernah menapaki kehidupan di tanah ini. Tempat ini juga merupakan studio pagelaran seni musik dan seni tari adat Rajashtan. Menurut informasi yang kami dengar, pagelaran itu diselenggarakan setiap jam 7 malam setiap harinya.
Menjelang sore kami menuju tepian Danau Fateh Sagar untuk menyaksikan 2 buah istana dari dekat, yang konon setiap malam penuh dengan atraksi kembang api yang memesona, Jag Niwas dan Jag Mandir. Jag Mandir merupakan sebuah istana putih nan megah yang menganut inspirasi dari keagungan Shah Jahan, seperti Taj Mahal.
Istana itu didirikan oleh Maharaja Karan Singh di tahun 1620. Untuk mencapai istana itu, Anda harus menyewa private boat atau public boat seharga 100 rupee per orang. Perpaduan gaya arsitektur Mughal, Rajashtan dan sedikit aksen gaya Eropa tampak terlihat jelas dari sisi bangunannya serta ruangan yang ada di dalamnya.
Lain lagi dengan Istana Jag Niwas, istana mewah di tengah danau itu kini disulap menjadi sebuah Hotel VIP serta restoran kelas elit dengan taman-taman yang bernuansa romantis. Di sinilah, setiap malamnya atraksi kembang api diluncurkan setiap malamnya.
Konon untuk pengunjung di luar, selain tamu hotel tersebut hanya boleh datang pada saat makan siang dan makan malam tiba. Itu pun hanya dapat melihat kemegahan restorannya saja.
Soal transportasi menuju istana komersial ini, Anda hanya butuh melintas dengan perahu umum atau private boat saja. Tetapi sayang angkutan air yang satu ini membatasi jam kerjanya hingga jam 9 malam. Tak perlu khawatir, Anda yang tak beridentitas sebagai tamu hotel, masih dapat menikmati serunya warna-warni kembang api itu di sepanjang taman di tepian Danau Fateh Sagar, bernama Nehru Park.
Seakan tak ada habisnya penawaran yang diberikan kota ini untuk kesenangan hati Anda, jalur tranportasi menuju tempat ini pun terbilang sangat mudah. Karena Kota Udaipur ini mempunyai hubungan lancar dengan kota-kota lainnya melalui jalan darat.
Jalan utama di sepanjang dataran Danau Pichola menjadi akses mudah menuju berbagai pusat akomodasi dan transportasi. Taksi dan autoricksaw menjadi angkutan paling banyak digunakan para wisatawan menuju pusat akomodasi lainnya seperti stasiun kereta api Udaipur yang hanya berjarak kurang lebih 4 kilometer dari kota ini.
Sedangkan bandara berjarak kurang lebih 25 kilometer dari pusat kota. Lagi-lagi, Anda harus pintar melakukan penawaran terhadap supir-supir taksi ataupun autoricksaw di daerah ini. Sebab, kebanyakan mereka tidak menggunakan argometer untuk biaya perjalanan. Jika Anda ingin berselancar sendirian, Anda bisa menyewa sepeda bahkan sepeda motor.
Untuk harga penyewaan sepeda ontel, Anda akan dikenakan biaya 25 rupee per harinya. Sedangkan harga sewa motor berkisar 150 hingga 300 rupee per hari tergantung pada jenis motor yang Anda minati dan Anda bisa menemukan pusat penyewaan kendaraan roda dua itu di Heera Cycle Motor dekat Hotel Udai Niwas.
Soal penginapan, Anda tak perlu khawatir, dari mulai penginapan berbujet bacpacker hingga berkelas istana tersedia di sepanjang pusat kota. Di sebuah ghat atau gang bernama Lal Ghat, banyak menyediakan penginapan murah, seperti Lal Ghat Guest House, Hotel Lake Star, Ganguar Palace, atau Lehar Paying Guest House.
Penginapan murah ini berkisar 100 hingga 150 rupee per malam dengan kamar mandi umum, dan 200 hingga 250 rupee dengan fasilitas kamar mandi di dalamnya. Di Lake Corner Soni Paying Guest House, penginapan yang kami tempati selama di Udaipur, menawarkan pelayanan hangat dan sangat kekeluargaan.
( Sumber : kompas.com )