Sosok

Sudah Waktunya Kebudayaan Betawi Dimasyarakatkan

Wk. Ketua Dewan Kota Jaksel, Yusuf S.Ikom

Jakrta, (ToeNTAS),- kepeduliannya putra Betawi ini dalam melestarikan kebudayaan Betawi tidak diragukn lagi, Dia adalah Yusuf S.Ikom yang kegiatannya setiap harinya sebagai Wakil Ketua Dewan Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel).

Dalam kesempatan Wawancaranya seputar Kebudayaan Betawi di Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat dengan Wartawan ToeNTAS, Yusuf S.Ikom mengatakan, bahwa pihaknya sangat konsisten dengan pelestarian kebudayaan Betawi, karena seiring lahirnya Perda/ Pergub. No. 4 th 2015 tentang pelestarian Kebudayaan Betawi dan Pergub. No. 229 th 2016 tentang penyelenggaraan pelestarian kebudayaan Betawi dan janji Gubernur terpilih Anies Bawesdan dan Sandiaga Uno akan melestarikan kesenian/festival kesenian Betawi setiap pekan di seluruh plosok DKI Jakarta. Seyogianya dalam merealisir Perda/Pergub tersebut Pemerintah tingkat Kota harus senerji dan berjalan bersama, sebab dalm Perda/ Pergub tersebut ada beberapa item jenis budaya khas Betawi, seperti, batik Betawi yang dipakai oleh PNS lingkungan Pemda DKI Jakarta, cukin/ selendang Betawi yang coraknya khas Betawi, dan agar anak-anak sekolah tk SD, SMP, SMU 1 kali dalam 1 Minggu mengenakan baju batik Betawi.

Tari betawi

Tari betawi

Lebih lanjut Yusuf S.Ikom mengatakan, bahwa Betawi (Jakarta) sebagai Ibukota Negara Indonesia supaya lebih kental lagi terlihat nuansa Betawinya, maka bangunan yang berdiri di Jakarta, seperti Hotel, Mall, rumah makan dan bangunan lainnya harus diberi ornamen khas Betawi, seperti corak gigi bolong. Disamping itu Yusuf S.Ikom menambahkan, setiap akhir pekan/ liburan di Mall, Hotel diharuskan menyajikan kuliner khas Betawi dan menyelenggarakan kesenian khas Betawi seperti, Gambang Kromong.  Yang tidak kalah pentingnya, kata Yusuf S.Ikom bahwa kegiatan ekskul tingkat SD, SMP dan SMU diwajibkan untuk belajar kesenian bela diiri (pencak silat), dan tari-tarian khas Betawi agar kebudayaan Betawi ditanamkan dari sekolah, sehingga dapat melekat di dalam diri Mereka. Dan setiap bangunan Pemerintah maupun swasta, Hotel dan Mall diharuskan menempatkan ondel-ondel suami istri di pintu masuknya.

Menurut Yusuf S.Ikom bahwa hal ini dilakukan guna memperkuat karakter ciri khas kota Betawi yang keberadaannya sebagai Ibukota Negara Indonesia. Untuk itu diwaktu mendatang mudah-mudahan dapat di ikuti Kota Depok, Kab./kota Bekasi, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kota Tangerang, Kab. Tangerang, dan Kab./Kota Bogor.

Dikatakan Yusuf S.Ikom bahwa di Kota Depok pihaknya telah berkomunikasi dengan Wakil Walikota Depok, Pradi, “Alhamdulillah Pak Pradi sebagai putra Betawi sangat setuju” kata Yusup dengan semerengah kepada Wartawan ToeNTAS.

Sedangkan kota Tangsel, pihaknya telah berkomunikasi dengan Walikota Tangsel sendiri, “Alhamdulillah juga Ibu Airin sangat mendukungnya” kata Yusuf S.Ikom.

Lebih lanjut Yusuf S.Ikom mengemukakan, bahwa Bupati Bekasi juga telah di ajak bicara seputar gagasannya itu dan Bupati sendiri menerima dengan senang hati, “Ibu Neneng siap mendukung pelestarian kebudayaan Betawi dan untuk memperkuat itu akn dibut Pergub” katanya.

Saya kagum dengan kota Bali, kata Yusuf S.Ikom bahwa saat menginjakan di kota Bali terasa seperti di Bali, seluruh kotanya betul-betul bernuansa Bali, baik ornamen bangunnya maupun keseniannya sangat kental sekali dengan nuansa Bali, “Nach Betawi juga harus begitu, pasti sangat indah sekali” kata Yusup.  Dan untuk merelisasikan Perda/ Pergub. Tersebut harus didukung oleh masyarakat itu sendiri agar cepat terialisir, karena tanpa adanya dukungan dan kesadaran untuk melestarikan kebudayaan Betawi dari berbagai pihak, maka akan sia-sia. Dalam mengakiri wawancaranya, Yusuf S.Ikom menyampaikan terimakasih kepada Ketua Umum Bamus DKI Jakarta, H. ZainuddinMH, SE. Karena telah membantu memperjuangkn dn mendorong keluarnya Perda/Pergub. Tersebut. (Kris/dul)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Situs resmi tabloid ToeNTAS yang sudah terbit lebih dari 20 tahun.

Copyright © 2017 Yayasan ToeNTAS Sakinah

To Top