Metro

Kepsek Mts Al-Jihad, Dra. Hj. Neni Argaeni, MPdT : Guru Pewaris Para Nabi

Ketua yayasan Al Jihad Dra Hj. Neni A, MPdT
Ketua yayasan Al Jihad Dra Hj. Neni A, MPdT

Kepala Sekolah Mts Al-Jihad Dra. Hj. Neni Argaeni mengatakan kepada wartawan ToeNTAS.com bahwa guru adalah pewaris para nabi. Orang yang mengamalkan ilmunya jauh derajatnya lebih tinggi daripada orang yang menghafal.

Lebih lanjut Dra. Hj. Neni Argaeni menuturkan, pendidikan karakter menjadi kita somebody. Guru yang bagaimana yang bias menjadikan somebody? Dirinya mencatat ada 10 macam guru, yaitu guru harus bersih aqidah, guru harus benar ibadahnya, guru harus kokoh akhlaqnya, guru harus kuat jasmaninya, guru harus intelek dalam berfikir, guru harus kuat melawan hawa nafsu, guru harus sungguh-sungguh menjaga waktunya (pandai mengelola waktu), guru harus teratur dalam semua urusan, guru mampu betusaha sendiri (harus mandiri dan benar-benar merdeka), guru seyogyanya yang paling banyak manfaatnya dibandingkan orang lain.

“ Namun yang terpenting adalah guru harus bersih aqidahnya dan benar ibadahnya,” tegas Dra. Hj. Neni Argaeni yang juga merupakan Ketua Yayasan Al-Jihad.

Disinggung mengenai persiapan Mts dalam menghadapi UN, Dra. Hj. Neni Argaeni mengungkapkan bahwa dirinya sudah mulai sosialisasi kisi-kisi UN dan setiap mata pelajaran dirinya memberikan contoh soal.

“ Kami sudah mulai sosialisasi kisi-kisi UN,” katanya seraya menjelaskan bahwa Mts Al-Jihad selalu juara di berbagai lomba tingkat Kota Depok.

Sekedar catatan saja, Yayasan Al Jihad adalah lembaga pendidikan Islam yang didirikan pada tahun1967 oleh ayahanda Nursi Arsyirawati yakni DR.KH Nian Atmaja seorang tokohNahdlatul Ulama (NU) di Kota Depok.[1][2]

Yayasan Al jihad didirikan pada tahun 1967 oleh DR.KH Nian Atmaja, M Syarifuddin, Ismail Taufik, H.Saman dan segenap tokoh masyarakat Cilodong, Depok.[3]

Bermodalkan wakaf tanah dari H Jaing Jayadi bin Namun, kehadiran Yayasan Al Jihad diawali dengan pendirian Masjid Al Jihad diatas tanah wakaf keluarga niran bin aman buel di pinggir sungai kalibaru. Selain untuk keperluan ibadah fardu, Masjid Al Jihad sering digunakan untuk kajian keagamaan, antara lain untuk pengajian anak anak.[4]

Beberapa kegiatan di Masjid Al Jihad sebagai berikut : Pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf, Menyelenggarakan kegiatan pendidikan (TPA, Madrasah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), Menyelenggarakan Pengajian Rutin, Menyelenggarakan Dakwah Islam/Tabliq Akbar, Menyelenggarakan Kegiatan Hari Besar Islam, Menyelenggarakan Sholat Jumat, Menyelenggarakan Ibadah Sholat Fardhi. (inge),-

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Situs resmi tabloid ToeNTAS yang sudah terbit lebih dari 20 tahun.

Copyright © 2017 Yayasan ToeNTAS Sakinah

To Top