Keluarga

Mendidik Anak Usia 7-12 Tahun

foto

Jakarta, ToeNTAS.com,- Mendidik anak bukanlah perkara yang mudah. Kesalahan dalam mendidik anak bisa berakibat fatal, karena berakibat pada kebiasaan, pola hidup, dan karakter anak. Oleh karena itu, orang tua harus sungguh-sungguh dalam mendidik anaknya.

Mendidik anak usia 7-14 tahun berbeda dengan Mendidik anak usia 0-6 tahun, begitu pula dengan mendidik anak usia 15-21 tahun, dan usia 21 tahun ke atas. Hal ini karena cara mendidik anak juga disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangannya. Ada beberapa cara mendidik anak usia 7-14 tahun yang saya ketahui dan saya pelajari dari orang-orang di sekitar saya, antara lain:

1. Tanamkan sikap disiplin dan tanggung jawab
Sebagai orang tua, kita dituntut untuk dapat menanamkan sikap disiplin dan tanggung jawab kepada anak. Meskipun tidak mudah untuk membiasakan anak-anak dengan kedua sikap tersebut, tetapi kita harus tetap berusaha semaksimal mungkin agar anak terbiasa dengan sikap itu.
Untuk mengajari anak sikap disiplin, dapat dilalukan dengan berbagai cara. Beberapa cara yang ingin saya kemukakan pada artikel ini antara lain:

  • Berlakukan peraturan-peraturan dalam lingkungan rumah. Beri teguran jika anak melakukan kesalahan, Bila perlu berikan hukuman yang wajar agar mereka tidak mengulanginya lagi.
  • Ajari mereka menghargai waktu, sehingga bisa membedakan kapan waktu untuk bermain, belajar, istirahat, dll.
  • Ajarilah anak untuk rajin beribadah tepat waktu (sholat bagi muslim). Dengan mengajarkan anak-anak untuk disiplin dalam beribadah, berarti orang tua telah membentuk kepribadian dan akhlak anak-anak mengikuti acuan agamanya.

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِع

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk sholat saat berumur tujuh tahun dan pukullah mereka jika tidak sholat saat berumur sepuluh tahun, dan pisahkanlah mereka dalam tempat tidur”. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud II/167). Pukulan yang dimaksud bukanlah pukulan yang menyiksa tetapi sekedar pukulan untuk mengingatkan mereka.

Berikut ini juga beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menanamkan sikap tanggung jawab pada anak-anak kita, antara lain:

  • Berikan beberapa tugas kepada anak. Dengan tugas yang dipasrahkan kepada anak diharapkan nantinya anak akan terasah rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diembannya. Misalnya, berikan sedikit kelebihan uang saku kepada anak, agar anak belajar bertanggung jawab dalam mengelola uang saku sendiri. Anda juga dapat memberikan beberapa pekerjaan rumah tangga yang sesuai dengan kemampuan si kecil, agar ia belajar bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan rumah tangga yang diberikan kepadanya. Pastikan agar tugas yang anda berikan tidak terlalu berat dan sesuai dengan usia anak.
  • Ajarkan anak untuk tidak berputus asa. Dampingilah anak dalam melakukan tugas mereka. Pastikan bahwa anda tidak sering memberikan bantuan kepada anak. Bila perlu berikan mereka apresiasi disaat anak berhasil menyelesaikan tanggung jawab mereka.
  • Biarkan anak belajar mengambil keputusan. Dengan memberikan anak kesempatan untuk mengambil keputusan sendiri itu artinya anda telah mengajarkan tanggung jawab dan kemandirian sekaligus.
  • Berikan anak contoh yang baik. Anak belajar dari perilaku orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi contoh yang baik agar bisa ditiru anak-anaknya.


2. Ajarkan pendidikan seks dini kepada anak

Pada usia ini orang tua seharusnya sudah memberikan pendidikan seksual kepada anak. Pendidikan seks meliputi upaya pemberian informasi tentang masalah seksual, biasanya mengajarkan tentang fungsi organ reproduksi dengan menanamkan moral, etika, serta komitmen agar tidak terjadi penyalahgunaan organ seksual. Hal ini penting, mengingat di zaman sekarang banyak terjadi kasus pelecehan seksual terutama yang menyerang anak-anak.

Ada beberapa hal yang bisa orang tua ajarkan kepada anak, antara lain:

  • Anak diajarkan tentang tata cara sholat
  • Anak dipisahkan tidurnya dari orang tua serta dari saudaranya yang berbeda jenis kelamin.
  • Anak diajari bersuci, sehingga anak mampu bersuci dari hadast tanpa bantuan orang lain sekalipun keluarganya.
  • Biasakan anak agar menutup aurat
  • Jelaskan pada anak tentang baligh dan tanda-tanda menuju baligh
  • Ajari anak tentang adab pergaulan dengan lawan jenis
  • Beritahu anak tentang bagian tubuh tertentu yang tidak boleh dipegang atau dilihat orang lain.
  • Tetap dampingi anak dengan baik, dan pastikan komunikasi dengan anak terjaga.
Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi yang sukses dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, marilah kita didik dengan didikan yang benar. (rizard.b.c.i/Dodi)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Situs resmi tabloid ToeNTAS yang sudah terbit lebih dari 20 tahun.

Copyright © 2017 Yayasan ToeNTAS Sakinah

To Top