Metro

Ketua DPW PJBN DKI Jakarta, Rapatkan Barisan Bersama Paguron.

foto

Jakarta, ToeNTAS.com,- Dewan pimpinan wilayah ‘Paguron jalak Banten Nusantara’ (PJBN), propinsi DKI Jakarta, H. Ade Rudi Kepada Wartawan ToeNTAS.com di Kediamannya mengatakan, bahwa  PJBN tidak sekedar melestarikan budaya nusantara tetapi mempunyai makna yang sangat luas untuk menjaga keutuhan NKRI.

Lebih lanjut, dikatakan dengan kebudayaan kita bisa menjalin hubungan silaturahmi dengan saudara saudara kita yang lain.kita tidak melihat warna kulit, suku dan agama karena kita adalah satu di bawah bendera merah putih. Dengan demikian tidak ada lagi stagnasi komunikasi antar suku dan agama. Kita bisa duduk di satu meja untuk bicara hitam dan putih nya generasi penerus bangsa.

Disamping itu H. Ade Rudi menandaskan,  sudah saatnya kita rapatkan barisan, bahwa kita adalah anak bangsa yang bertanggung jawab tentang nasib dan keutuhan Republik ini. “tidak  sekedar  bicara NKRI HARGA MATI ,tetapi  apa yang telah kita perbuat untuk bangsa ini, “tanya Ade

Dia juga menghimbau  kepada seluruh anggota PJBN  khusus nya yang berada di ibukota untuk bisa berlaku bijak dan tidak menanggapi berita berita online dan fb yang dapat memperkeruh suasana.Banyak diantara  mereka yang menulis tidak sesuai dengan kaidah bahasa jurnalis dengan unsur 5W+1H dan bahkan adanya gangguan typografis, steriotipe serta gangguan semantif. Berita berita seperti inilah yang dapat membentuk opini masyarakat . Dia bisa benci dan marah kepada golongan tertentu sesuai kemampuan emosionalnya. Apalagi suhu politik saat ini sedang berada di atas angin. Kita bisa hancur karena perbedaan ini.

Sebagai masyarakat, katanya,  tentu kita tidak bisa membendung dan membatasi arus perkembangan teknologi seperti FB, instagram,massenger,serta media sosial lainnya dengan kemampuan intlektual seseorang karena mereka saling membutuhkan. Untuk itu perlunya mengisi kemampuan spiritual dan agama agar kita bisa meredam itu. Sabar dan tidak terpancing emosi ketika membaca postingan berbau sara. “autentik, isu atau berita hoax. Salah saja kita menilai dan menempatkan kata hukum pidana di depan mata, “jelas H. ade alumni instruktur IPMI (Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia) Universitas Indonesia Jakarta.

Seperti di harapkan ketua DPW Paguron jalak Banten Nusantara, organisasi yang membidangi budaya dan kesenian bisa melestarikan budaya di seluruh nusantara.

Dan yang paling utama tentunya, anggota pjbn bisa menjadi contoh baik di tengah masyarakat sesuai dengan motto, Jalak  (Jamiatul Akhlak) jalankeun aturan lalakon amanah karuhun.”ya kita jalan kan saja perintah itu”, Tutur  H.Ade Rudi dalam mengakiri wawancaranya dengan ToeNTAS.Com di kediamannya. (abd/kris).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Situs resmi tabloid ToeNTAS yang sudah terbit lebih dari 20 tahun.

Copyright © 2017 Yayasan ToeNTAS Sakinah

To Top