Metro

Ketemu Emak-emak, Sandiaga Dapat ‘Amunisi’ untuk Debat Ketiga

foto

Pasuruan, ToeNTAS.com,- Setelah menyapa petani apel dan peternak sapi perah di Kecamatan Tutur, Cawapres Sandiaga Uno melanjutkan safari politik di Kabupaten Pasuruan. Sandi menemui kelompok pemilih dari kalangan perempuan di Kecamatan Kejayaan.

Sandi menerima berbagai keluhan seperti bantuan pendidikan yang tak merata hingga sistem kerja outsourcing. Pertemuan dengan kaum perempuan dari berbagai majelis taklim dan unsur Muslimat dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Pasuruan ini digelar di rumah makan Joglo Kejayan.

Sandi tiba di lokasi dengan memakai sarung, koko dan kopiah. Saat keluar dari mobil, Sandi melambaikan tangan ke ibu-ibu yang menunggunya.

Gema selawat menyambut kedatangan mantan wakil gubernur DKI tersebut. Saat menuju hall pertemuan, Sandi juga langsung dikerumuni ibu-ibu. Mereka berebut salaman dan meminta foto bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Sandi menyampaikan visi dan misi serta program-program yang akan dijalankan pasangan Prabowo-Sandi jika dipercaya rakyat. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan ibu-ibu menyampaikan keluhannya.

“Pada perwakilan jamiyah majelis Muslimat dari beberapa cabang di Kabupaten Pasuruan memberikan masukan mengenai pendidikan. Misalnya pendidikan masih dirasakan sangat diperlukan masyarakat tapi pembagiannya tidak merata. Dan bagi yang betul-betul membutuhkan malah tidak mendapatkan sedangkan yang sudah dirasakan sejahtera malah justru mendapat pembagian. Ada terkesan pembagiannya tidak adil dan banyak dibebani kepentingan politik. Itu tadi masukannya,” kata Sandi sebelum meninggalkan lokasi, Selasa (19/2/2019).

Yang kedua, lanjut Sandi, ia juga menerima masukan mengenai ketenagakerjaan. Para ibu berharap Prabowo-Sandi bisa menghapus sistem kerja outsourcing.

“Yang juga menjadi topik debat ketiga nanti adalah bagaimana pandangan Prabowo -Sandi terhadap sistem outsourcing dan kita sudah sampaikan bahwa dengan komitmen kita bahwa kita sudah menandatangani kontrak politik dengan perwakilan dari para serikat pekerja, kita akan mengupayakan untuk menghapus sistem outsourcing secara bertahap karena masih banyak sekali ketidakpastiannya untuk para pekerja dan cenderung sangat mengekang pada tenaga kerja dan dunia usaha,” tandasnya.

Ibu-ibu, kata Sandi, juga mengkhawatirkan soal berbagai bantuan sosial. Ia tegaskan Prabowo-Sandi akan meningkatkan bantuan yang selama ini digelontorkan negara pada rakyat.

“Juga ada masukan bagaimana dengan harapan mereka bantuan-bantuan yang diberikan. Kami menyatakan dengan tegas bahwa bantuan yang diberikan di bawah Prabowo-Sandi akan ditambah, yang sekarang sudah diterima akan ditambah karena kita menyakini kita akan mampu mengelola anggaran lebih baik sehingga tak ada kebocoran sehingga akan ada dana lebih yang akan diperuntukkan buat membantu masyarakat,” pungkasnya.

Usai menemui ibu-ibu, Sandi melanjutkan kunjungan ke Bangil. Saat meninggalkan lokasi, para ibu meneriakkan “ganti presiden”.

Di Bangil Sandi bertemu dengan sejumlah ulama antara lain KH Abdullah Syaukat Siradj dan KH Fuad Noerhasan yang merupakan anggota Majelis Keluarga Ponpes Sidogiri, Habib Abu Bakar Assegaf, KH Abdullah Zaini dari Ponpes Besuk dan ulama lainnya. (d.c/O)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Situs resmi tabloid ToeNTAS yang sudah terbit lebih dari 20 tahun.

Copyright © 2017 Yayasan ToeNTAS Sakinah

To Top