Keluarga

Anak Kecanduan Gadget? Jangan Panik, Bu! Atasi dengan Tip Ampuh dari Pakar

foto

ToeNTAS.com,- Nah, bila mendapati tanda-tanda kecanduan gadget di atas, orangtua jangan panik dulu, masih banyak jalan untuk mengatasinya. Langkah-langkah ini mungkin dapat membantu mengatasi kecanduan gadget pada anak:

  • Kurangi frekuensi bermain secara bertahap.

Jangan hentikan kebiasaan anak bermain gadget  sekaligus. Cobalah menguranginya secara bertahap.

Penghentian sekaligus hanya akan membuat anak memberontak dan marah besar.

Coba kurangi dari yang biasanya 8 jam sehari, menjadi 6 jam sehari selama satu minggu, kurangi lagi menjadi 4 jam di minggu berikutnya, demikian seterusnya. Batas maksimal anak bermain gadget  adalah 2 jam/hari.

  • Ajak anak bersosialisasi dengan teman sebaya.

Boleh jadi anak bermain gadget  karena tidak ada aktivitas menyenangkan dengan teman-teman sebaya.

Untuk itu, ajak anak untuk bergaul/bermain dengan teman sebayanya, bisa dengan mengundang teman-temannya ke rumah atau ajak ia berkunjung ke rumah salah sobatnya di sekolah.

Dengan banyak teman, ia akan sibuk dengan teman-temannya itu. Dorong mereka untuk bermain aktif, seperti bermain bola, petak umpet, dan sebagainya.

  • Sibukkan anak dengan berbagai aktivitas menarik.

Sediakan alternatif permainan pengganti, sehingga anak lebih menikmati aktivitas itu, daripada sekadar bermain gadget.

Permainan yang dipilih sarat dengan interaksi, komunikasi, kerja sama, dan lain-lain. Entah bermain kartu UNO, monopoli, bermain bola tangkap, dan lain-lain.

  • Berikan reward.

Jangan sungkan untuk memberikan hadiah pelukan, ciuman, acungan jempol saat anak berhasil mengurangi frekeuensi bermain gadget-nya.

  • Jadilah panutan.

Jangan salahkan anak betah lama bermain gadget  kalau kita sendiri nonstop BBM-an  atau setiap 5 menit sekali membuat postingan di Facebook.

Apel tak akan jatuh jauh dari pohonnya. Jika ingin mengendalikan anak bermain gadget, cobalah kendalikan diri kita untuk tidak berlama-lama menyentuh smartphone.

Dalam situasi dan kondisi tertentu, buat aturan, misal, tidak bermain handphone  saat makan bersama.

  • Jangan beri anak gadget .

Ini sekadar imbauan. Dengan tidak memiliki gadget, orangtua memiliki kendali lebih.

Gadget  milik orangtua, anak hanya meminjam. Entah dari fungsi pengawasan,  sekaligus lebih memudahkan orangtua saat hendak mengatasi anak yang kecanduan gadget.

KAPAN DATANGI AHLI?

Orangtua sebaiknya mendatangi ahli, entah psikolog atau psikiater, bila langkah-langkah di atas sudah diterapkan, tapi tidak berhasil.

Anak semakin sulit diatur, sering mengamuk bila gadgetnya diambil, dan menunjukkan perilaku lain yang sangat mengganggu.

Ahli akan mengobservasi penyebab kecanduan gadget  pada anak. Kemudian akan melakukan berbagai intervensi untuk mengatasi kecanduan gadget pada anak.

FAKTA ANAK KECANDUAN GADGET:

16.000 pound atau sekitar 300 juta rupiah lebih merupakan biaya ”digital detox” selama 28 hari yang harus dibayar orangtua di Inggris saat anak-anaknya mengalami ”kecanduan” gadget.

Digital detox ” merupakan program rehabiltasi ”kecanduan” gadget yang didesain oleh Dr. Richard Graham dari Capio Nightingale Hospital, London. (nak.g.i/Sari)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Situs resmi tabloid ToeNTAS yang sudah terbit lebih dari 20 tahun.

Copyright © 2017 Yayasan ToeNTAS Sakinah

To Top