Warga Depok Kaget Begitu Mengetahui Faisal Amir Tega Bunuh Bayinya

    0
    247
    Advertisement

    Depok, ToeNTAS.com,- Faisal Amir (27), ayah yang tega membekap bayinya yang berusia 3 bulan di Apartemen Gading Nias, Jakarta Utara diketahui tercatat sebagai warga Kampung Rawa Denok, RT 5, RW 8, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Kota Depok.

    Di sana, ternyata Faisal tinggal mengontrak bersama ibunya Sujanawati dan adiknya serta beberapa kerabat lainnya.

    Sementara, ayah Faisal diketahui sudah cukup lama meninggal dunia.

    Jayadi (60) Ketua RT 5/8, Rangkapan Jaya Baru di mana Faisal sempat tinggal mengontrak bersama ibunya, mengaku, menyatakan, kaget, saat diberitahu bahwa Faisal merupakan tersangka kasus pembunuhan terhadap bayinya sendiri.

    “Ya kagetlah. Gak nyangka juga. Karena orangnya, ya begitu sih, pendiam dan gak bergaul di sini, mungkin canggung dan gak nyambung,” kata Jayadi kepada Warta Kota, Rabu (9/8/2017).

    Meski Faisal pendiam dan tertutup kata dia, tidak ada gelagat yang aneh dari dirinya.

    “Biasa saja. Kadang bantu ibunya usaha teh. Tapi, setahu saya, waktu di tinggal di sini, dia katanya kerja. Karena kebanyakan pergi setiap harinya daripada di rumah, kadang pakai motor kadang jalan. Tapi gak tahu kerja apa,” kata Jayadi.

    Jayadi, Ketua RT 5/8, Rangkapan Jaya Baru, Depok.
    Jayadi, Ketua RT 5/8, Rangkapan Jaya Baru, Depok.

    Menurut Jayadi, mereka tinggal di salah satu kontrakan di wilayahnya selama sekitar dua tahun, mulai sekitar tahun 2013 sampai 2015 lalu. Saat tinggal di sana, menurut Jayadi, ibu Faisal mengurus administrasi kependudukan dari KTP dan KK.

    “Jadi catatan KTP mereka memang warga sini, warga Kampung Rawa Denok RT 5, RW 8, Rangkapan Jaya Baru. Mereka tadinya pindahan dari Grogol, Kecamatan Limo, Depok,” kata Jayadi.

    Kemudian kata Jayadi sekitar 2015, keluarga Sujanawati pindah kontrakan ke Kampung Benda di Cipayung. “Mereka cari kontrakan yang agak besar dan jalannya bisa masuk mobil. Soalnya ibunya Faisal usaha teh kemasan dan makin berkembang. Jadi sampai sekarang mereka tinggal mengontrak di Kampung Benda,” kata Jayadi.

    Menurut Jayadi, selama Faisal dan ibunya mengontrak di wilayahnya, Faisal diketahui jarang bergaul dengan pemuda dan warga sekitar.

    “Faisal orangnya tertutup dan agak pendiam. Waktu tinggal di sini dia belum menikah atau masih lajang. Bahkan sampai sekarang saya gak tahu dia sudah menikah. Karena sejak pindah sudah gak pernah nyambung dan ketemu lagi,” kata Jayadi.

    Meski Faisal pendiam dan tertutup kata dia, tidak ada gelagat yang aneh dari dirinya.

    Hal senada dikatakan Andri (25) warga lain yang juga merupakan salah satu pekerja di usaha teh yang dikelola Sujanawati, ibunda Faisal.

    “Biar kerja sama ibunya, jarang ngobrol sama Faisal, karena dia pendiam,” kata Andri.

    Bahkan, kata dia, saat ibu Faisal mengontrak di Kampung Rawa Denok atau di Kampung Benda, Faisal sangat jarang bergaul dengan warga sekitar.

    “Dia gak bergaul dengan warga. Kaget dan gak nyangka juga kalau dia bunuh bayinya,” katanya.

    Seperti diketahui Faisal Amir (27), warga Kampung Rawa Denok, RT 5, RW 8, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok, diduga kuat telah membunuh bayi perempuannya yang berusia tiga bulan, KAA, di Tower Dahlia 19 KP Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (8/8/2017) sore.

    Motifnya diduga karena Faisal kesal, lantaran sang istri jarang pulang.(bum)

    FC: jayadi ketua rt 5/8, rangkapan jaya baru, pancoran mas, depok. (wk.c/via)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here