Fadli Zon Bantah Isu Prabowo Dilarang ‘Nyapres’ karena Stroke

    0
    51
    Advertisement

    Jakarta, ToeNTAS.com,- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah isu keluarga melarang Ketum Gerindra Prabowo Subianto menjadi capres dalam Pilpres 2019 karena sempat mengalami tiga kali stroke. Fadli menilai isu itu sengaja dimainkan oleh orang suruhan yang diperintahkan pihak tertentu.

    Menurut Fadli, isu sakitnya Prabowo merupakan sebuah fitnah yang ditujukan untuk menjegal langkah untuk menjadi capres di Pilpres tahun 2019.

    “Pak Prabowo sangat fit. Itu fitnah dari mana? Hoaks itu,” ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (1/3).

    Fadli menuturkan kondisi Prabowo saat ini masih prima. Seluruh keluarganya pun, kata dia, mendukung Prabowo kembali menjadi capres pada 2019 mendatang.

    Lebih lanjut Wakil Ketua DPR ini berkata, orang yang sengaja melempar isu tersebut diduga diperintah oleh pihak tertentu dengan maksud menimbulkan demoralisasi terhadap Prabowo.

    “Pasti itu orang-orang suruhan supaya ada demoralisasi,” ujarnya.

    Meski begitu, Fadli mengaku, partainya belum berencana menempuh jalur hukum untuk mengusut menyebarnya isu dimaksud.

    Sejauh ini, Fadli menyebut pihaknya solid mendukung Prabowo menjadi Capres di Pilpres tahun 2019.

    Sebelumnya, akun Twitter @DaulatDalimunte menyatakan keluarga besar Prabowo melarang Prabowo kembali menjadi Capres di Pilpres 2019.
    Akun itu menyebut alasan keluarga melarang karena Prabowo sudah tidak fit lantaran tiga kali mengalami stroke.

    Stroke pertama terjadi saat kalah dalam Pilpres 2014. Prabowo disebut tidak terima kalah dicurangi.

    Selanjutnya, akun itu menyebut dua stroke yang dialami Prabowo terjadi setelah proses pengobatan di Jerman.

    “Keputusan keluarga besar minta Prabowo agar tidak nyapres 2019 sangat logis. Kondisi kesehatan Prabowo tidak fit seperti sebelum mengalami stroke 3 kali,” tulis akun Twitter bernama @DaulatDalimunte pada Senin (26/2). (cnn.c/rudi)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here