Akbar Tandjung, Aktif Berpolitik Sejak Muda

    0
    105
    Advertisement

    Jakarta, ToeNTAS.com,- Nama Akbar Tandjung memang sudah tidak asing di telinga elit politik tanah air. Maklum saja, Akbar Tandjung merupakan politikus handal yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

    Sejak muda, Akbar Tandjung sudah terjun ke dunia politik. Bahkan hingga usianya yang kini sudah tidak muda lagi, Akbar Tandjung tetap berpolitik.

    Berbagai jabatan pernah diraih oleh pria kelahiran Sibolga, Sumatera Utara, 14 Agustus 1945 ini pernah menjabat sebagai Menteri, Ketua Umum Partai Golkar, hingga Ketua DPR RI.

    Akbar Tandjung adalah anak dari pasangan Zahiruddin Tandjung dan Siti Kasmijah. Akbar lahir dari keluarga besar, ia merupakan anak ke 13 dari 16 bersaudara, empat dari saudara Akbar meninggal sebelum mereka tumbuh dewasa.

    Akbar Tandjung bersekolah di Sekolah Rakyat (SR) Muhammadiyah. Ia tinggal bersama dengan tantenya. Setelah itu, ia pindah sekolah ke SR Nasrani di daerah Sibolga. Walaupun dia bersekolah di tempat non Islam, Akbar tetap mendapatkan pendidikan Islam dari orang tuanya dan sekolah madrasah.

    Saat sekolah menengah, Akbar sempat sekolah di Medan, namun setelah itu hijrah ke Jakarta, Akbar pun pindah ke SMP Perguruan Cikini. Setelah lulus dari SMP, ia melanjutkan ke SMA Kanisius. Setelah lulus SMA tahun 1964, Akbar meneruskan ke Universitas Indonesia (UI) Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Elektro dan berhasil menggondol gelar insinyur.

    Sejak kuliah, Akbar sudah terlibat aktif di organisasi kemahasiswaan. Akbar Tandjung bergabung dengan organisasi Himpunanan Mahasiswa Islam (HMI). Ia menduduki posisi tertinggi sebagai Ketua Umum PB HMI pada periode 1972-1974. Akbar juga aktif di Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).

    Akbar Tandjung pun memilih bergabung dengan Partai Golkar, organisasi penguasa saat Orde Baru berkuasa. Dia mulai aktif pada tahun 1974-an. Akbar juga menjadi anggota DPR RI mewakil Provinsi Jawa Timur periode 1977 -1988.

    Setelah itu, dia diminta oleh Presiden Soeharto untuk menjadi menteri. Akbar Tandjung beberapa kali menjadi menteri. Dia dipercaya menjadi Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga (1988-1993), Menteri Negara Perumahan Rakyat (1993-1998), Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Pemukiman (1998).

    Saat rezim Orde Baru runtuh, dia ditunjuk oleh Presiden BJ. Habibie, yang menggantikan Soeharto, menjadi  Menteri Sekretaris Negara, Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999)

    Bersamaan lahirnya Era Reformasi, pemilu secara demokratis digelar pertama kalinya,  Akbar berhasil membawa Partai Golkar selamat dari ancaman pembubaran dari rezim Reformasi dan berhasil ikut pemilu 1999. Akbar yang saat itu menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar terpilih sebagai anggota DPR sekaligus menjadi Ketua DPR RI periode 1999-2004.

    Setelah itu, Akbar memilih konsisten tetap di Partai Golkar, meskipun dia tidak terpilih kembali untuk periode 2004-2009 yang dimenangi Jusuf Kalla waktu itu. Pada periode berikutnya, ia menjadi Ketua Dewan Pembina Golkar saat kepemimpinan Aburizal Bakrie periode 2009-2014.

    Pada pengurus Golkar berikutnya, ia kembali menjadi ketua dewan pembina DPP Golkar periode 2014-2016 dibawah pimpinan yang sama dari hasil munas Bali. Karena kisruh Golkar belum juga selesai antara kelompok Aburizal Bakrie dan Agung Laksono, maka digelar Munaslub.

    Pasca Munaslub Golkar di Bali pada 2016, gabungan Golkar Aburizal Bakrie dan Agung Laksono, Akbar Tandjung tetap bergabung dengan Golkar. Dalam kepemimpinan Setya Novanto, ia diminta menjadi wakil ketua Dewan Kehormatan Golkar mendampingi B.J Habibie untuk periode 2016-2019. (Inge Thirta),-

    KELUARGA  

    Istri         : Krisnina Maharani
    Anak       : Fitri Krisnawati
    Karmia Krissanty
    Triana Krisandini
    Sekar Krisnauli
    PENDIDIKAN

    SR Muhammadiyah, Sorkam, Tapanuli Tengah
    SR Nasrani, Medan
    SMP Perguruan Cikini, Jakarta
    SMA Kanisius, Jakarta
    S1, Fakultas Teknik Universitas Indonesia

    KARIER

    Ketua Umum PB Himpunan Mahassiwa Islam (HMI),1972-1974
    Aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI)
    Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), 1978-1981
    Anggota DPR RI, 1977 -1988
    Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga, Kabinet Pembangunan V, 1988-1993
    Menteri Negara Perumahan Rakyat, Kabinet Pembangunan VI, 1993-1998
    Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Pemukiman,1998
    Menteri Sekretaris Negara, Kabinet Reformasi Pembangunan, 1998-1999
    Anggota FKP DPR RI Mewakili Propinsi Jawa Timur, 1977 -1988
    Wakil Sekretaris FKP DPR RI, 1982-1983
    Sekretaris FKP-MPR RI, Anggota Badan Pekerja MPR RI, 1987-1992
    Sekretaris FKP MPR RI, Anggota Badan Pekerja MPR RI, 1992-1997
    Wakil Ketua FKP MPR RI, 1997-1998
    Wakil Ketua Fraksi FKP MPR RI, Wakil Ketua PAH II Badan Pekerja MPR RI,1997 -1999
    Ketua Umum DPP Partai Golkar, 1999-2004
    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI, 1999-2004
    President of AIPO (Asean Inter Parliamentary Organization), 2002 -2003
    President of PUOICM (Parliamentary Union of OIC Member), 2003

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here