Penusuk Syekh Ali Jaber Didakwa Percobaan Pembunuhan Berencana

0
96
Penusuk Syekh Ali Jaber saat menjalani proses rekonstruksi.
Penusuk Syekh Ali Jaber saat menjalani proses rekonstruksi.
Advertisement

Lampung, ToeNTAS.com,- Alpin Andrian (AA) mulai menjalani sidang kasus dugaan penusukan Syekh Ali Jaber. Alpin didakwa dengan pasal percobaan pembunuhan berencana.

Dilansir dari detik.com, Persidangan digelar di PN Tanjung Karang, Lampung, Kamis (19/11/2020). Perkara Alpin ini teregistrasi dengan nomor 1316/Pid.B/2020/PN Tjk.

“Dakwaan kesatu primair pidana dalam Pasal 340 KUHP jo Pasal 53 KUHPidana subsidair dalam Pasal 338 KUHP jo Pasal 53 KUHPidana lebih subsidair Pasal 355 ayat (1) KUHPidana lebih subsidair lagi Pasal 351 ayat (2) KUHPidana. Lebih subsidair lagi Pasal 351 ayat (1) KUHPidana dan kedua Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam,” demikian isi dakwaan dilihat dari situs SIPP PN Tanjung Karang.

Pasal 340 KUHP sendiri berbunyi:

Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

Sementara Pasal 53 KUHP berbunyi:

(1) Mencoba melakukan kejahatan dipidana, jika niat untuk itu telah ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya pelaksanaan itu, bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya sendiri.
(2) Maksimum pidana pokok terhadap kejahatan, dalam hal percobaan dikurangi sepertiga.
(3) Jika kejahatan diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, dijatuhkan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
(4) Pidana tambahan bagi percobaan sama dengan kejahatan selesai.

Sebelumnya, kasus dugaan penusukan yang dialami Syekh Ali Jaber terjadi pada 13 September 2020. AA kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) diserahkan kepada pihak kejaksaan pada 14 September 2020.

AA dijerat Pasal 351 ayat 2 KUHP, Pasal 340 juncto Pasal 53 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 53 KUHP subsider Pasal 351 ayat 2 juncto Pasal 53 KUHP dan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat 12/1951. Syekh Ali Jaber mengalami luka akibat penusukan itu.

“Penerapan pasal pidana berlapis tentang dugaan percobaan pembunuhan berencana dengan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan korban luka-luka dengan ancaman 20 tahun penjara atau hukuman mati,” ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad.

Syekh Ali Jaber sendiri mengaku telah memaafkan pelaku. Dia mengatakan hal itu dilakukan karena dirinya ingin mengikuti akhlak yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Cuma saya ingin meniru Nabi Muhammad SAW, Nabi Muhammad 13 tahun di Mekah, diserang, dihina, sampai dibuang kotoran unta di atas kepalanya, diancam mati,” ujar Ali Jaber Senin (21/9). (edwin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here