Vaksin AZ Dijeda Lebih Lama, Respons Kekebalan Makin Tinggi

0
64
Vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Advertisement

ToeNTAS.com,-Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, seperti Bangladesh, tengah menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Pada saat yang sama, persediaan vaksin sangat terbatas.

Dilansur dari republika.co.id, Tersendatnyapasokan vaksintelah menyebabkan jeda yang lebih lama antara pemberian dosis pertama dan kedua vaksin Covid-19. Hal ini memicu kekhawatiran tentangrespons kekebalantubuh yang tidak maksimal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan jeda antara delapan hingga 12 pekan untuk dosis pertama dan kedua vaksin AstraZeneca, salah satu vaksin yang paling banyak didistribusikan secara global. Namun, sebuah studi baru University of Oxford di Inggris telah menemukan bahwa dosis kedua vaksintetap efektif bekerja bahkan setelah pemberiannya dijeda sampai 45 pekan.

Berdasarkan studi, respons imun para sukarelawan lebih unggul setelah penundaan yang lebih lama daripada jeda yang sudah direkomendasikan. Penelitian menemukan, penundaan yang lama mungkin bermanfaat, menghasilkan lebih banyak antibodi terhadap SARS-CoV-2 dan respons imun yang ditingkatkan.

“Anda mendapat antibodi yang sangat kuat dengan jarak yang sangat panjang dan itu sangat menggembirakan bagi negara-negara yang pasokan vaksinnya mungkin terbatas,” kata salah seorang peneliti studi, Prof. Teresa Lambe, Ph.D pada konferensi pers yang diselenggarakan oleh Science Media Center di London, dikutip dari Medical News Today, Senin (5/7).

Rekan penulisnya, Prof. Sir Andrew Pollard, Ph.D., F.Med.Sci. menjelaskan bahwa temuan ini sejalan dengan pengalaman dari vaksin lain. Studi ini menemukan tingkat antibodi tetap meningkat hingga satu tahun setelah dosis pertama.

Petugas memindahkan boks berisi vaksin COVID-19 Sinovac kiriman dari Bio Farma ke tempat penyimpanan vaksin di gudang farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Tambakaji, Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah.

“Respons antibodi akan lebih baik jika kita menunggu lebih lama untuk mendapatkan dosis kedua setelah mendapatkan dosis pertama vaksin Covid-19, sebab kita memberi waktu yang lebih banyak bagi respons imun menjadi matang,” ujar dia.

Studi ini menemukan tingkat antibodi tetap meningkat hingga satu tahun setelah dosis tunggal. Namun, Prof. Pollard mengatakan bahwa ada hal yang harus ditimbang, yakni antara risiko infeksi karena kekebalan yang terus menurun setelah dosis pertama dengan kekebalan yang lebih kuat setelah dosis kedua yang tertunda.

“Saat ini kami tidak benar-benar tahu berapa lama perlindungan yang diberikan oleh satu dosis vaksin, tapi yang pasti, itu lebih dari tiga bulan,” kata Prof. Pollard.

Efek dosis penguat
Penelitian juga menunjukkan, dosis ketiga dari vaksin asli lebih dari enam bulan setelah dosis kedua meningkatkan kekebalan yang kuat terhadap SARS-CoV-2. Dosis ketiga menyebabkan tingkat antibodi yang lebih tinggi dan mampu menetralkan varian Alfa, Beta, dan Delta.

Di lain sisi, para peneliti menekankan permasalahan kebutuhan akan dosis booster. Data terbaru dari Public Health England menunjukkan, dua dosis vaksin AstraZenecamemberikan perlindungan 92 persen terhadap varian Delta. Sementara dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech memberikan perlindungan 96 persen.

Sejak konferensi pers, pemerintah Inggris telah mengumumkan bahwa orang yang rentan terhadapCovid-19dapat ditawari vaksin booster mulai September 2021. (Mega)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here