Corona Gila-gilaan Bikin Lockdown di Sydney Makin Lama

Jam : 07:18 | oleh -141 Dilihat
Ilustrasi
Ilustrasi

Sydney, ToeNTAS.com,- Masa lockdown di Sydney Australi bakal diperpanjang selama 30 hari ke depan. Jutaan warga Australia bakal lebih lama merasakan penguncian lantaran kasus Corona (COVID-19) yang terus meningkat setiap harinya.

Tak hanya itu, ini juga sebagai dampak rendahnya vaksinasi yang terjadi di negara tersebut. Seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (28/7/2021), lockdown di kota Sydney, Australia itu seharusnya berakhir pada 30 Juli mendatang setelah berlangsung selama lima minggu.

Namun, pemerintah Australia memutuskan untuk memperpanjang lockdown hingga 28 Agustus karena jumlah kasus terus meningkat. Ini diputuskan agar kota tersebut dapat bangkit kembali lebih cepat.

“Saya menghargai secara pribadi apa yang kami minta orang-orang lakukan selama empat minggu ke depan, tetapi itu karena kami ingin menjaga komunitas kita tetap aman dan ingin memastikan kota dapat bangkit kembali secepat mungkin,” kata kepala pemerintahan atau Premier negara bagian New South Wales, Gladys Berejiklian.

Para pejabat melaporkan yang terbaru ada 177 kasus tambahan terkait dengan wabah Corona di Sydney, yang dimulai pertengahan Juni lalu ketika seorang pengemudi awak penerbangan internasional tertular virus tersebut.

Berejiklian mengatakan polisi akan meningkatkan upaya kepatuhan, sambil meminta warga Sydney untuk melaporkan orang lain yang melanggar aturan.

“Kami benar-benar membutuhkan orang untuk melakukan hal yang benar setiap saat. Jangan lengah,” katanya.

Lockdown di Melbourne Dilonggarkan

Pengumuman perpanjangan lockdown di Sydney ternyata dibarengi dengan kabar baik keputusan melonggarkan lockdown di kota terbesar kedua Australia, Melbourne. Lockdown kelima kota tersebut dilonggarkan setelah berhasil mengendalikan varian Delta untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir.

Menteri Utama Victoria, Premier Daniel Andrews, mengatakan warga Melbourne boleh berbangga diri setelah “keberhasilan” menekan kasus penularan varian Delta.

Sejumlah fasilitas umum seperti Sekolah, gym dan pusat kebugaran lainnya, toko, serta restoran pun bisa dibuka kembali mulai hari Rabu (28/7) ini.

Namun demikian, warga masih tidak diperbolehkan saling mengunjungi rumah masing-masing, paling tidak selama dua pekan mendatang.

“Kami mengerti bahwa ini tidak mudah bagi warga yang sudah tidak bertemu dengan keluarga dan teman-teman selama beberapa pekan terakhir, bahkan sebagian sudah lebih lama dari itu,” kata Premier Daniel.

Meski begitu, keputusan untuk warga tetap memakai masker di dalam ruangan maupun di luar ruangan, kecuali di rumah sendiri masih terus dilakukan. Warga sekarang boleh pergi ke mana saja di negara bagian Victoria dengan tidak ada perbedaan antara kawasan Metropolitan Melbourne dan kawasan regional.

Namun mereka yang ingin berlibur atau berkunjung ke kawasan bersalju karena musim dingin saat ini harus memiliki tes COVID-19 negatif paling lama selama 72 jam terakhir. Pelonggaran pembatasan aktivitas warga tetap dilakukan, meski dalam 24 jam terakhir tercatat10 kasus penularan lokal, yang semuanya sedang menjalani karantina.

Premier Daniel mengatakan warga Victoria boleh berbangga namun tidak perlu menjadi sombong dan lengah karena sudah berhasil mengatasi penularan kasus varian Delta untuk kedua kalinya.

“Kita sudah mengalami penularan dua kali varian Delta. Saya kira tidak ada di tempat lain di dunia yang berhasil melakukan hal tersebut,” katanya. (Vivin)