2 Siswi Jadi Korban Ekshibisionisme, SMP di Jaksel Akan Lapor Polisi

Jam : 17:14 | oleh -81 Dilihat
ilustrasi
ilustrasi

Jakarta, ToeNTAS.com,- Dua siswi SMP berumur 13 tahun menjadi korban ekshibisionis di kawasan Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Pihak sekolah mengaku telah mendapat laporan dari para korban.

Zaini selaku guru bimbingan konseling (BK) di sekolah korban mengatakan pihaknya sementara ini melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat.

“Sementara waktu, kita sudah laporkan ke RT. Kemudian insyaallah akan dilaporkan ke pihak berwajib,” kata Zaini kepada wartawan di Jaksel, Rabu (7/9/2022).

Pihaknya juga telah memperingatkan para murid lainnya soal kejadian ini. Ia mengimbau siswi lainnya berhati-hati bila melihat pelaku.

“Iya dihimbau untuk hati-hati. Untuk ekshibisionis ini kita sudah imbau juga ke anak-anak (agar mewaspadai),” ujarnya.

Zaini mengatakan pihak sekolah melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kejadian ini. Pasalnya ternyata beberapa anak murid juga pernah mengalami kejadian serupa.

“Untuk ini sudah kita review lagi, kita imbau ke anak-anak kok malah banyak yang melihat,” kata Zaini.

Cerita 2 Siswi Korban Ekshibisionis

Dua siswi SMP yang berusia 13 tahun menjadi korban ekshibisionisme di kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pelaku bahkan tak malu melakukan masturbasi meski aksinya direkam video oleh korban.

Kedua korban saat itu sedang olahraga di luar sekolah, melihat pelaku yang menaiki motor mengikuti keduanya dari belakang. Pelaku juga ikut berhenti di dekat korban, lalu melakukan tindakan yang tidak senonoh.

“Awalnya kita berdua lagi jogging, tiba-tiba dia (pelaku) ngikutin gitu dari belakang, terus saya mikir ada siapa itu, ya udah kita duduk main handphone, makan. Terus tiba-tiba orangnya melakukan itu (tindakan eksibisionis),” kata Z saat ditemui wartawan di Jaksel, Rabu (7/9/2022).

Korban mengaku telah berpindah-pindah tempat ketika pelaku terus membuntutinya. Namun ketika korban berhenti, pelaku juga ikut berhenti untuk melakukan tindakan tindakan tidak senonoh.

“Kaya dikeluarin gitu (kemaluan), terus posisinya dia ngikutin terus, kita sudah pindah tempat, terus dia ikuti. Terus dia kayak sok-sokan olahraga, terus melakukan itu (masturbasi),” kata korban yang lain, K.

Korban mengaku belum pernah melihat pelaku sebelumnya. Korban juga telah melaporkan kejadian ini kepada pihak sekolah.

“Baru tadi ngelapor (ke pihak sekolah),” ujar Z. (d.c/Yudi)