5 Hal tentang Kesaksian Ricky Rizal yang Disebut Hakim Tak Masuk Akal

Jam : 08:59 | oleh -46 Dilihat
Terdakwa Ricky Rizal
Terdakwa Ricky Rizal

Jakarta, ToeNTAS.com,- Majelis hakim menegur Bripka Ricky Rizal dan menilai kesaksian yang disampaikan dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat tak masuk akal. Berikut beberapa kesaksian Ricky Rizal yang dinilai hakim tidak masuk akal.

Teguran itu disampaikan hakim saat Ricky bersaksi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/12/2022). Duduk sebagai terdakwa Bharada Richard Eliezer alias Bharada E dan Kuat Ma’ruf.

Ricky mulanya menjelaskan kronologi kasus yang ada, dari kejadian di Magelang hingga Jakarta. Hakim menilai Ricky terus mencoba menutupi kasus tersebut dari awal hingga saat ini.

Menurut hakim, kesaksian Ricky tidak masuk akal. Hakim pun mengaku mengetahui kapan Ricky berbohong dan jujur dalam kesaksiannya.

“Kamu berkorban, mengorbankan masa depan anak-anak kamu untuk menutupi ini semua, sampai hari ini mencoba menutupi. Seolah-olah saya percaya apa yang diceritakan kamu,” kata dia.

“Dari tadi saya diamin kamu, saya tahu kapan kamu bohong kapan kamu nggak. Cerita kamu nggak masuk di akal semua, CCTV itu loh jelas bukti CCTV itu,” imbuhnya.

Tak Dengar Sambo Perintahkan Tembak
Bripka Ricky Rizal mengaku tidak mendengar Richard Eliezer diperintahkan Ferdy Sambo untuk menembak Yosua di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga.

Ricky menyebutkan, sebelum penembakan, dia mendengar Yosua bertanya ‘Ada apa, Pak’, namun Sambo memintanya untuk jongkok. Setelah itu, sebut Ricky, Eliezer langsung menembak ke arah Yosua.

“Faktanya yang terjadi di Duren Tiga?” tanya hakim Wahyu.

“Waktu itu saya sebentar, Bapak seperti ini terus Yosua itu ‘Apa, Pak, ada apa, Pak?’” kata Ricky.

“Kemudian saudara Richard langsung tembak?” tanya hakim.

“Siap,” jawab Ricky.

“Benar, kan?” tanya hakim lagi.

“Waktu itu Pak Ferdy Sambo saya belum lihat, (ada suara) ‘jongkok, jongkok’,” jawab Ricky.

“Kemudian Richard menembak?” tanya hakim.

“Menembak,” jawab Ricky.

Hakim lalu bertanya apakah saat itu Eliezer diperintahkan oleh Ferdy Sambo untuk menembak Yosua. Ricky mengaku tidak mendengar perintah itu.

“Disuruh tembak?” tanya hakim.

“Saya tidak mendengar,” jawab Ricky.

Mendengar kesaksian itu, hakim menegaskan terserah Ricky mau berkata apa. Yang jelas, kata hakim, pihaknya telah memiliki bukti CCTV.

“Saudara tidak mendengar… terserah Saudara lah, ya kan, Saudara ada di situ di dalam CCTV itu nampak sekali kalian bertiga di luar pada saat sebelum Sambo datang, kalian bertiga terdakwa Kuat dan korban ada di luar sampai kemudian Saudara mengantarkan Yosua ke dalam itu ada CCTV yang nampak di Duren Tiga. Artinya apa, Saudara memang sudah dipersiapkan bersama Kuat untuk menghadapkan korban ini ke depan Sambo untuk melaksanakan eksekusi, kan begitu,” tegas hakim.

Amankan Senjata
Hakim lantas kembali bertanya soal Ricky yang mengamankan senjata. Padahal Ricky sebelumnya ditugaskan mencari Yosua.

“Kamu kan ditugaskan mencari Yosua, tapi kenapa kamu justru amankan senjata?,” tanya Hakim Wahyu Imam Santoso di ruang sidang.

Ricky bercerita tentang dirinya yang ditugaskan Putri Candrawathi memanggil Yosua. Perintah tersebut muncul setelah kejadian yang diduga berkaitan dengan tergeletaknya Putri Candrawathi. Saat itu dia juga melihat Susi tengah menangis di sana. Dia mengaku tidak tahu persis peristiwa apa yang terjadi di sana.

“Saya naik ke lantai dua, saya lihat Susi nangis duduk di depan pintu, ketemu Om Kuat di sebelahnya kayak bahasanya ‘merungsung’,” ujarnya.

Ricky berdalih, dia mengamankan senjata jenis Steyr dan HS milik Yosua karena sempat terjadi perselisihan antara Yosua dan Kuat Ma’ruf di sana. Disebutkan juga Kuat Ma’ruf sempat mengejar Yosua sambil membawa pisau.

“Waktu turun, saya cari Yosua pertamanya, ketika saya cari ke kamar, saya lihat senjata api Steyr, saya pikir Kuat Ma’ruf membawa pisau tadi, saya takut Yosua akan membalas jadi saya pikir senpi nya amankan dulu,” kata Ricky.

Ricky mengatakan senjata tersebut diamankan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Sebab, lanjut dia, jika sampai Yosua menggunakan senjatanya, akan berisiko tinggi.

Tak Lihat Sambo Tembak Yosua
Ricky Rizal mengklaim dirinya tidak melihat Ferdy Sambo melepaskan tembakan ke arah Yosua. Ricky mengaku hanya melihat Sambo menembak ke arah dinding rumah Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Saya lihat FS tembak itu ke dinding,” ujar Ricky.

Ricky mengaku hanya melihat Bharada Richard Eliezer yang menembak Yosua. Dia juga mengaku tidak mendengar Sambo memerintahkan Eliezer untuk menembak Yosua.

Ricky mengatakan posisinya saat itu masih berjalan menuju ke area ruang tengah, TKP pembunuhan Yosua. Ricky mengaku hanya mendengar perintah Yosua untuk jongkok sebelum ditembak.

“Kenapa yang kau ingat hanya itu saja? Sedangkan saat ‘tembak woy tembak woy’ itu nggak dengar, padahal itu lebih kencang dari pada ‘jongkok kamu’?” tanya jaksa.

“Yang jongkok saya dengar. Saya di dalam, saya nggak dengar bapak (Ferdy Sambo) pas bilang ‘woy tembak woy’, karena itu kan panjang, tapi saya nggak dengar,” jawab Ricky

Tak Mau Disuruh Bunuh Tapi Transfer Uang
Hakim heran Ricky Rizal sudah diperintahkan membunuh, tidak mau, tapi menuruti perintah mentransfer uang dari rekening Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

“Saudara ini sudah disuruh membunuh, masih disuruh mencuri pun masih Saudara lakukan,” kata hakim Wahyu.

“Siap, saya tidak disuruh membunuh, Yang Mulia,” jawab Ricky.

“Ya kan tadi disuruh membunuh tapi Saudara tidak mau kan. Benar kan? Sekarang disuruh mencuri mau?” tanya hakim.

“Siap, saya tahu kalau itu uangnya ibu juga, Yang Mulia,” jawab Ricky.

Bripka Ricky Rizal juga sebelumnya mengaku namanya dipinjam untuk membuka rekening guna menampung uang Ferdy Sambo. Ricky mengaku memiliki dua rekening dari bank berbeda. Uang yang ada di rekening tersebut milik Ferdy Sambo.

Cuek Dengar Kuat Ma’ruf Kejar Yosua Sambil Bawa Pisau
Hakim ketua Wahyu Iman Santosa kembali mengaku bingung karena tak ada reaksi yang ditunjukkan Ricky Rizal, saat mengetahui Kuat Ma’ruf mengejar Yosua sambil membawa sebilah pisau. Hakim heran tak ada naluri di benak Ricky untuk menerka ada sesuatu yang tidak biasa di balik cerita Kuat itu.

Wahyu bertanya apakah Ricky sebagai anggota Polri pernah ditempatkan di reserse kriminal. Ricky mengaku hanya bertugas di satuan lalu lintas.

Hakim kemudian merasa bingung dan bertanya-tanya apakah polisi lalu lintas tidak mempunyai naluri sedikit pun untuk merasakan ada sesuatu yang tak biasa ketika Kuat mengejar Yosua sambil membawa sebilah pisau. Hakim menyebut peristiwa itu sejatinya tak bisa dianggap masalah biasa.

“Saya bingung apakah di lantas itu emang tidak punya naluri ya, masak orang ngejar pakai pisau itu dianggap masalah biasa,” tegas hakim.

Hakim lalu bertanya apakah Ricky dkk sebenarnya sudah merencanakan pembunuhan terhadap Yosua di Magelang. Ricky mengaku tidak ada rencana pembunuhan itu.

“Apakah memang kalian sebenarnya sudah merencanakan ini sejak di Magelang?” tanya hakim.

“Siap tidak ada, karena kami tidak tahu kejadian yang sebenarnya,” jawab Ricky.

Hakim lagi-lagi menegaskan tidak butuh pengakuan dari Ricky. Sebab, kata hakim, pihaknya sudah melihat alat bukti yang bisa menunjukkan kesalahan Ricky dalam kasus ini.

“Saya sampaikan kepada Saudara, kami tidak butuh pengakuan Saudara, karena banyak alat bukti lain yang bisa menunjukkan kesalahan Saudara,” tegas hakim. (d.c/Ilham)