Pentagon Rilis Video Buktikan Jet Rusia Tabrak Drone AS di Laut Hitam

Jam : 08:30 | oleh -160 Dilihat
jet tempur Rusia
jet tempur Rusia

Washington DC, ToeNTAS.com,- Amerika Serikat (AS) merilis sebuah video yang menunjukkan momen jet tempur Rusia mengganggu sebuah drone militer milik Washington yang mengudara di wilayah internasional di atas Laut Hitam. Gedung Putih menyebut video itu membuktikan Moskow telah berbohong atas insiden yang terjadi dua hari lalu.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (17/3/2023), jatuhnya drone militer jenis MQ-9 Reaper dalam insiden di Laut Hitam pada Selasa (14/3) waktu setempat menjadi insiden langsung pertama antara AS dan Rusia sejak invasi ke Ukraina dilancarkan. Insiden ini juga semakin memperburuk hubungan antara kedua negara.

Saling tuding pun terjadi dengan Washington menuduh jet tempur Rusia menabrak drone miliknya hingga jatuh, sedangkan Moskow mengklaim tidak ada tabrakan yang terjadi karena drone AS terjatuh setelah melakukan manuver tajam di udara.

Dalam video yang dirilis Pentagon atau Departemen Pertahanan AS pada Kamis (16/3) waktu setempat, terlihat sejumlah jet tempur Su-27 milik Rusia terbang sangat dekat dengan drone AS dan membuang bahan bakar ke atasnya.

Para pejabat Washington menyebutnya sebagai upaya nyata oleh pilot Rusia untuk merusak drone AS itu.

Video itu juga menunjukkan momen saat kamera berhenti merekam setelah jet tempur Rusia melakukan manuver lainnya di dekat drone AS itu. Menurut Pentagon, terputusnya rekaman video itu disebabkan oleh jet tempur Rusia yang menabrak drone militer tersebut.

Rekaman video berakhir dengan gambar baling-baling drone yang rusak, yang menurut Pentagon, disebabkan oleh tabrakan dengan jet tempur AS. Kondisi itu disebut membuat drone tidak bisa beroperasi dan akhirnya jatuh ke perairan dalam di Laut Hitam.

Pentagon menjelaskan bahwa video berdurasi 40 detik itu telah diedit untuk lama durasinya oleh militer AS, namun tetap menunjukkan rentetan peristiwa secara berurutan.

Sebuah peta yang dirilis militer AS menunjukkan insiden terjadi di lokasi berjarak antara 40-50 mil laut (sekitar 74-92 kilometer) dari lepas pantai Crimea, yang masih berada di dalam wilayah udara internasional.

Menurut militer AS, tabrakan terjadi di lokasi berjarak 10 mil (16 kilometer) lebih jauh dan drone akhirnya jatuh di lokasi berjarak 75-85 mil laut (sekitar 138-157 kilometer) dari daratan.

Rusia membantah tuduhan AS yang menyebut jet tempurnya bertindak sembrono dalam insiden itu, dan menyalahkan ‘manuver sembrono’ oleh drone militer itu sebagai penyebab insiden tersebut. Diklaim oleh Moskow bahwa jet tempurnya tidak melakukan kontak sama sekali dengan drone AS itu.

Gedung Putih dalam pernyataannya menyebut rekaman video itu membantah klaim dan bantahan yang disampaikan Rusia.

“Itu jelas memusnahkan kebohongan Rusia soal apa yang mereka katakan terjadi atau apa yang mereka katakan tidak terjadi,” tegas juru bicara Gedung Putih John Kirby kepada wartawan setempat.

“Sangat jelas ketika Anda melihat pada video itu bahwa jet tempur menabrak drone kami,” ujarnya.

Kirby menyebut insiden itu sembrono dan menunjukkan bahwa militer AS tidak kompeten. “Kami tidak tahu apakah itu juga disengaja … Jadi saya tidak bisa menunjuk ke video itu dan mengatakan bahwa ini adalah niat yang disengaja untuk memicu eskalasi,” ucapnya. (Vina)