Herjuno Pramariza Fadlansyah dan Prof.DR.H.Sumaryoto Menerima Penghargaan dalam momentum Perayaan Hari Kebudayaan Nasional 2025 di Yogyakarta

Jam : 16:49 | oleh -279 Dilihat
Dirjen Perlindungan Kebudayaan Tradisi, Dr. Restu Gunawan, M.Hum., memberikan sertifikat kepada Herjuno dan Rektor UNINDRA Prof. DR. H. Sumaryoto sebagai apresiasi atas kontribusi nyata dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya Indonesia
Dirjen Perlindungan Kebudayaan Tradisi, Dr. Restu Gunawan, M.Hum., memberikan sertifikat kepada Herjuno dan Rektor UNINDRA Prof. DR. H. Sumaryoto sebagai apresiasi atas kontribusi nyata dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya Indonesia

YOGYAKARTA, ToeNTAS.com,.- Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memberikan apresiasi kepada Universitas Indraprasta PGRI dan dalang muda Herjuno Pramariza Fadlansyah. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari perayaan pertama Hari Kebudayaan Nasional 2025 di pelataran Monumen Serangan Umum 1 Maret, Yogyakarta.

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Dr. Restu Gunawan, M.Hum., menyerahkan sertifikat secara langsung kepada Rektor Unindra Prof.DR.H.Sumaryoto, M.Pd dan Herjuno, Jumat (17/10/2025). Ia menyebut, keduanya layak diapresiasi atas kontribusi nyata dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya Indonesia.

“Kami bangga ada anak muda seperti Pramariza Fadlansyah. Dalang muda yang mencintai wayang sebagai seni tradisi,” ujar Restu dalam keterangan pers tertulis, Sabtu (18/10/2025).

Lebih lanjut Restu juga mengapresiasi antusiasme generasi muda yang hadir menyaksikan pertunjukan tersebut di panggung terbuka Monumen Serangan Umum 1 Maret. Pada perayaan itu, Herjuno tampil memukau melalui pementasan wayang berjudul Wahyu Tri Manggolo yang sarat nilai moral dan budaya.

Rektor Unindra, Prof. Dr. H. Sumaryoto, M.Pd., mengungkapkan, rasa terima kasih atas penghargaan yang diterima universitasnya.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat. Untuk terus menanamkan nilai luhur budaya bangsa di setiap langkah,” kata Rektor Prof. DR. H. Sumaryoto, M.Pd.

Herjuno dikenal sebagai dalang milenial yang belajar mendalang secara otodidak melalui media sosial. Ia membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi ruang baru bagi regenerasi pelestari seni tradisi.

Kementerian Kebudayaan menetapkan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional untuk memperkuat identitas dan persatuan bangsa. Tema tahun ini, “Kebudayaan untuk Keberlanjutan dan Persatuan,” menegaskan budaya sebagai kekuatan hidup dalam keseharian.

Inisiatif penetapan hari kebudayaan datang dari sembilan seniman nasional atau G9, termasuk Yati Pesek. Mereka mengusulkan tanggal khusus agar kebudayaan dirayakan dan mendapat ruang lebih luas bagi pelaku serta publik.

Yati Pesek, Maryoto, dan rekan seniman lainnya turut memeriahkan peringatan tersebut melalui pertunjukan ketoprak pendek di acara Limbukan yang digelar Herjuno. Momen itu menegaskan semangat kebersamaan lintas generasi dalam menjaga keberlanjutan budaya Indonesia.

Rangkaian peringatan perdana Hari Kebudayaan ini sebelumnya telah dibuka oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, Kamis (16/10/2025). Menurutnya, peringatan ini menjadi penanda kebangkitan ekspresi budaya bangsa sejak berdirinya Kementerian Kebudayaan.

“Peringatan Hari Kebudayaan menandai kebangkitan ekspresi budaya nasional dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Momen ini penting untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa budaya adalah perekat utama bangsa Indonesia,” ucapnya di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta. ** (Inge/Gio),-