Jakarta, ToeNTAS.com,- Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menyarankan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, untuk segera mengakhiri polemik terkait ijazah yang hingga kini masih menjadi perbincangan publik.
Saran tersebut disampaikan Jusuf Kalla setelah dirinya melaporkan Rismon Sianipar atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Ia merasa keberatan lantaran dituding sebagai pihak yang berada di balik isu ijazah tersebut.
Jusuf Kalla juga membantah keras tudingan yang menyebut dirinya memberikan dana sebesar Rp5 miliar kepada Roy Suryo untuk menyelidiki ijazah Jokowi.
“Bagi saya suatu penghinaan karena sangat tidak etis bagi saya pak Jokowi presidennya saya wakilnya, kita sama-sama di pemerintahan selama 5 tahun, masa saya bayar orang Rp 5 miliar untuk menyelidik beliau,” katanya.
“Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan dan itu penghinaan dan merugikan saya, martabat saya,” tambah Jusuf Kalla.
Dalam perkembangan kasus ini, Rismon Sianipar dan Roy Suryo diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka dalam laporan yang diajukan Jokowi di Polda Metro Jaya. Namun, Rismon kini mengajukan permohonan restorative justice untuk mendapatkan keringanan hukum.
Polemik terkait ijazah ini sendiri telah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun dan memicu perdebatan panjang di tengah masyarakat. Menurut Jusuf Kalla, persoalan tersebut seharusnya bisa diselesaikan dengan cara sederhana.
“Saya yakin Pak Jokowi bahwa punya ijazah asli. Kita stop lah ini pekara dengan cara tinggal pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya kan yag asli, yakin itu. itu aja,” kata Jusuf Kalla.
Ia menilai polemik tersebut telah menyita banyak waktu, tenaga, serta biaya, bahkan memicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Supaya ini, habis waktu kita. Biaya ongkosnya mahal dan terjadi perpecahan di masyarakat. Pro kontra, kan perpecahan, maki-makian di TV itu sifat nasional kita terganggu dengan cara itu,” katanya.
Jusuf Kalla juga meyakini bahwa Jokowi memahami dampak sosial yang ditimbulkan dari polemik ini dan berharap penyelesaian segera dapat dilakukan demi meredam konflik berkepanjangan.
“Saya yakin pak Jokowi mengerti kerugaian sosial kita, dua tahun tiga tahun, tinggal kasih lihat selesai. Saya yakin pak Jokowi akan begitu, karena daripada kita berseteru ada kelompok bertahun-tahun, hilang waktu, hilang harkat sosial,” katanya.
Ia menambahkan bahwa sebagai mantan Presiden, Jokowi tentu tidak menginginkan masyarakat terpecah hanya karena persoalan tersebut.
“Selesai lah bulan ini kalau menunjukan, ini ijazah saya. Selesai, saya yakin. Saya yakin Pak Jokowi tidak menginginkan, sebagai mantan Presiden masyarakat pecah belah karena soal kecil ini,” katanya.
Di sisi lain, Roy Suryo juga menyatakan dukungannya terhadap saran Jusuf Kalla agar polemik ini segera diselesaikan.
“Benar sekali, kalau ini dikeluarkan dari awal sudah selesai masalahnya,” kata Roy Suryo.
Sementara itu, Joko Widodo memilih untuk tidak terlibat lebih jauh dalam polemik antara Jusuf Kalla dan Rismon Sianipar. Ia menegaskan tidak ingin berspekulasi maupun menuduh pihak manapun.
“Saya tidak mau berspekulasi dan saya juga tidak mau menuduh siapapun. Biarkan proses hukum dan proses yang lain berjalan apa adanya,” katanya.
Terkait video yang beredar, Jokowi juga meminta agar pertanyaan tersebut langsung diajukan kepada pihak yang bersangkutan.
“Ya tanyakan ke dia (Rismon),” kata Jokowi.
Kasus ini pun masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik, seiring berbagai pihak yang terlibat memberikan pernyataan masing-masing terkait polemik tersebut. (tribn.c/Fauzi)








