Suara Bising Hingga Dini Hari, Pembangunan TOD di Stasion Tanjung Barat Resahkan Warga

    0
    78
    Advertisement

    Jakarta,   ToeNTAS.com,- Pembangunan Transit Oriented Development (TOD) di Stasion Tanjung Barat, Kel. Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Kota Administrasi Jakarta Selatan atas kerjasama antara PT. KAI dan Perumnas yang di kerjakan  PT. Abipraya resahkan Warga setempat.

    Keresahan tersebut diakibatkan Pelaksana proyek, PT. Abipraya diduga selaku pelaksana Proyek dalam penanganan RKL/RPL tidak sejalan  dengan apa yang ditulis  dalam dokumen  yang ada.

    Sehingga pengerjaan gedung yang dalam Izin membangun bangunan setinggi 23 dan 29 lantai mengganggu kenyamanan warga RT. 03, RT 04/RW 01, Kel. Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Kota Administrasi Jakarta Selatan.

    Proyek TOD Stasion Tanjung Barat resahkan Warga. Foto diambil pukul 02 dinihari, dan suara bising masih bergema dengan nyaring. (Foto. Kristianto).
    Proyek TOD Stasion Tanjung Barat resahkan Warga. Foto diambil pukul 02 dinihari, dan suara bising masih bergema dengan nyaring. (Foto. Kristianto).

    Demikian Warga yang berinisial  Ic kepada Wartawan, Selasa (15/10) di rumahnya kawasan Lenteng Agung.

    Ic didampingi beberapa rekannya menambahkan, bahwa  pihaknya sangat kecewa, karena  pihak  PT. Abipraya tidak pernah memberikan informasi apakah air PDAM sudah mengalir untuk mensupplai air kepada proyek. Sejak awal Warga berkeberatan kalau proyek menggunakan air tanah yang pasti disedot dengan pompa air dalam, yang bisa mengakibatkan sumur-sumur warga kering pada musim kemarau.

    Penggunaan mesin Pemancang Sheet pile, yang menggetarkan rumah-rumah warga di Komplek Pesona Agung sehingga genteng-genteng berjatuhan da nada plafon ambruk. Alhamdulilah mesin tersebut akhirnya diganti dengan pemancang cara lain.

    Penanganan yang lambat dari pihak Abipraya dalam menangani kerusakan rumah warga tersebut sangat mengecewakan warga.

    Jam Kerja proyek yang hampir selalu 24 jam, surara-suara mesin yang menderu-deru, suara para pekerja yang menjatuhkan pipa-pipa perancah atau cetakan-cetakan beton, suara pompa beton yang berdentum dentum pada malam hari, suara dari escavator atau mesin semacam itu yang sepertinya as nya sudah pada aus, suaranya berdetak detak keras saat beroperasi, dll, membuat warga tidak bisa istirahat dengan baik.

    Padahal, kata Ic, bahwa Pada pertemuan terakhir pada minggu ketiga bulan Juli lalu, kami telah meminta kepada fihak Abipraya untuk menghentikan pekerjaan pada jam 19:00, akan tetapi hal mana tetap diabaikan.

    Dalam kesempatan berbeda, sumber yang enggan ditulis namanya kepada Wartawan di Kantor Walikota Jakarta Selatan mengatakan, bahwa keresahan Warga Lenteng Agung telah mendapat reaksi Walikota Jakarta Selatan, Marulloh Matali, dan Walikota telah memerintahkan jajarannya, Camat, Lurah dan Kasat Pol PP untuk melakukan investigasi lapangan.

    Sumber menambahkan, namun hingga beberapa hari ini belum ada reaksi nyata dari hasil  kerja  para jajarannya, sehingga pembangunan proyek TOD Stasion Tanjung Barat tersebut kendati sudah memasuki dini hari tetap  mengerjakan proyeknya sehingga suara bising masih mengganggu Warga setempat. (kris/to)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here