Perbaikan Lapangan Bulutangkis Rp 555, 89 JT di Kel. Bukit Duri, Kec. Tebet Salah Kamar Dan Misterius

    0
    30
    Advertisement

    Jakarta,      ToeNTAS. Com,- Perbaikan lapangan  ‘Bulu tangkis’ di Jl. Kampung Melayu Kecil I, RW. 011, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) senilai Rp. 555, 89 juta diduga salah kamar dan misterius serta nilainya sangat fantastik.

    Dalam pelaksanaan pengerjaan proyek lapangan bulu tangkis tersebut di kerjakan pihak ke3 (tiga) di bulan Oktober 2019, namun anehnya dalam pengerjaannya tidak memberitahukan pihak RT dan RW setempat, sehingga pengurus RT dan RW tidak mengetahuinya, bahwa pembangunan lapangan bulutangkis tersebut merupakan proyek dari institusi mana, karena pembangunannya terkesan  terburu-buru dan misterius.

    Hal itu disampaikan sumber yang minta tidak ditulis namanya kepada Wartawan ToeNTAS. Com di Kec. Tebet, Jaksel, Senin (11/11).

    anggaran di dalam Pagu pembangunan perbaikan lapangan bulu tangkis di kelurahan bukit duri, Rp. 555,89 JT
    anggaran di dalam Pagu pembangunan perbaikan lapangan bulu tangkis di kelurahan bukit duri, Rp. 555,89 JT

    Sumber menambahkan, bahwa proyek lapangan bulutangkis  tersebut dimungkinkan hajatnya  institusi Sudin Olahraga Jaksel, “Lah namanya pembangunan lapangan bulutangkis ya pasti  kerjaannya Sudin Olahraga Pak” kata sumber menjawab pertanyaan ToeNTAS. Com seputar pembangunan sarana olahraga tersebut.

    Berkaitan dengan  perbaikan lapangan bulutangkis bernilai Rp 555, 89 juta di Kel. Bukit Duri yang nilainya sangat fantastic tersebut ToeNTAS. Com mengkonfermasi  Ka. Seksi Sarana dan Prasarana Sudin Olahraga  Jakarta Selatan,  Agus.

    Agus lewat  pesawat HP, Kamis (14/11)  mengatakan, bahwa pembangunan lapangan Bulutangkis yang berlokasi di Jl. Kampung Kecil I, RW. 011, Kel. Bukit Duri, Kec. Tebet bukan merupakan pekerjaannya, “Itu bukan kerjaan Saya Mas, itu  kerjaannya Sudin Perumahan, Saya juga binggung  RT. Dan RW sendiri tidak tahu siapa yang ngerjain lapangan itu saat ditanya anak buah Saya kemarin di lokasi…haaa…haaa..”kata Agus sambil tertawa.

    Disamping itu Agus menandaskan, bahwa pembangunan lapangan bulutangkis tersebut mestinya dikerjakan oleh institusinya, “Kita tidak pernah mengajukan anggaran pembangun perbaikan lapangan bulutangkis Rp 555, 89 juta Mas,  enggak tahu itu siapa yang mengajukannya, Saya juga heran..haa..haa..”kanya kepada ToeNTAS. Com.

    Di Kec. Tebet, kata Agus memang ada kerjaannya, namun tidak terlaksana, “Di Kec. Tebet memang ada mata anggaran pembangunan lapangan, Cuma gagal lelang Mas” kata Agus mengakiri Wawancaranya lewat  pesawat HP kepada ToeNTAS. Com.

    Sedangkan Lurah Bukit Duri, Achmad Syarief, SH saat di konfermasi seputar adanya kegiatan lapangan Bulutangkis yang berlokasi di Jl. Kampung Melayu kecil I lewat pesawat HP, Kamis (14/11) sore mengatakan, bahwa pihaknya sempat memanggil pihak pelaksana pekerjaan lapangan tersebut, hal itu  dilakukan karena ada pengerjaan lapangan tanpa  pemberi tahuan kepada RT. Dan RW., “Ya pastinya harus permisi dengan  Pak RT dan Pak RW, karena pembangunan lapangan itukan untuk masyarakat sekitar Pak, namanya tamu 1 X 24 harus lapor ke RT dan RW, ini main hantem kroma  aja, makanya Saya langsung tegor Mereka” kata Lurah.

    Syarief menambahkan,  bahwa sebelum ada pembangunan lapangan bulutangkis ada seorang Wanita pegawai dari institusi Sudin Perumahan Jaksel menghadapnya, “Emang dulu ada seorang Wanita dari Sudin Perumahan datang ke Saya, Dia bilang mau membangun sarana trotoar, jalan dan tempat sampah, Cuma enggak bilang mau membangungun lapangan bulutangkis, eee.. tahunya membangun lapangan bulutangkis, Saya jadi bingung kok membangun lapangan  terkesan misterius memangnya ada apa ya” jelasnya kepada ToeNTAS. Com.

    Dalam kesempatan terpisah, Wartawan ToeNTAS. Com meminta tanggapan seputar pembangunan lapangan bulutangkis di Kel. Bukit Duri kepada LSM ‘NCW’ (Nusantara Corroption Watch), GB. Harahap di kawasan Kuningan, Kamis (14/11) malam.

    Harahap  mengatakan, bahwa pembangunan perbaikan sarana olahraga ‘lapangan bulutangkis’ di kawasan Kel. Bukit Duri yang sewajarnya di kerjakan oleh institusi Sudin Olahraga, kalau yang mengerjakan adalah institusi lain itu berarti salah kamar,  dalam hal ini berarti dibalik  itu ada hal lain yang perlu di pertanyakan, “Kalau sudah seperti itu maka pihak KPK Provinsi DKI Jakarta perlu turun tangan untuk melakukan investigasi ke lapangan, ada hal apa gerangan dibalik adanya peristiwa seperti itu. Disamping itu Ketua DPRD DKI yang baru saja dilantik juga harus terjun ke lapangan agar permasalahannya jadi terang benderang, karena anggaran untuk membangun sarana olahraga tersebut sumbernya dari rakyat” kata GB. Harahap dengan tegas.

    Lebih lanjut GB. Harahap mengatakan, bahwa pihaknya akan membentuk Tim Investigasi guna melakukan investigasi ke lapangan dan hasilnya akan di laporkan ke Gubernur DKI Jakarta, Ketua DPRD DKI Jakarta, dan ke  KPK DKI Jakarta.

    Terkait dengan dugaan pembangunan sarana olahraga ‘lapangan bulutangkis’ di Kel. Bukit Duri dikerjakan oleh Institusi Sudin Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Jaksel, Wartawan ToeNTAS. Com mengkonfermasi Ka. Sudin  PRKP Jaksel lewat pesawat HP, Jum’at (15/11).

    Menurut Ka. Sudin PRKP Jakasel, Herry Purnama, bahwa kegiatan yang ada di lokasi Jl. Kampung Melayu Kecil I, Kel. Bukit Duri termasuk pembangunan fasilitas olahraga ‘bulutangkis’ sudah sesuai dengan aturan,  karena itu termasuk dalam DED CAP 2018 yang dilaksanakan di tahun 2019 dan itu merupakan usulan dari Warga, CAP dan CIP ini masuk dalam program KSDnya Gubernur Prov. DKI Jakarta, “CAP dan CIP masuk juga dalam Pergub tahun 2018 Mas dan Saya tidak berani mengerjakan pekerjaan bila tidak ada dasarnya Mas” kata Herry Purnomo kepada ToeNTAS. Com. (kris/t).

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here