Awas, Terlalu Sering Nonton TV dan Main Gadget Bisa Merusak Otak Anak

    0
    89
    Advertisement

    ToeNTAS.com,- Munculnya ponsel dan tablet mengubah arti bermain dengan teman-teman. Para peneliti berharap para orangtua membawa anak-anak kembali ke taman bermain dan tidak sibuk bermain online, karena efek negatifnya pada anak-anak.

    Sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Pediatrics, menemukan bahwa ponsel, tablet, dan bahkan televisi dapat menunda perkembangan otak pada bayi, balita, dan anak prasekolah. Para peneliti menganalisis pemindaian otak anak-anak, usia tiga hingga lima tahun, dan paparan mereka terhadap layar. Anak-anak yang terpapar TV dan gadget selama lebih dari satu jam sehari tanpa keterlibatan orangtua, terlihat memiliki tingkat perkembangan yang lebih rendah dalam area putih otak mereka.

    Wilayah ini memainkan peran penting dalam keterampilan bahasa, literasi, dan kognitif. “Ini adalah studi pertama yang mendokumentasikan hubungan antara penggunaan layar dan ukuran struktur dan keterampilan otak yang lebih rendah pada anak-anak usia prasekolah,” kata John Hutton, penulis utama penelitian dan seorang dokter anak dan peneliti klinis di Rumah Sakit Anak Cincinnati. “Ini penting karena otak berkembang paling cepat dalam lima tahun pertama.”

    Dia mencatat bahwa otak masih sangat plastis – perubahan yang tak dapat kembali ke bentuk semula, pada masa kanak-kanak. Ini berarti setiap perubahan atau keterlambatan perkembangan mereka dapat menyebabkan masalah yang bisa bertahan seumur hidup. Untuk penelitian tersebut, Hutton dan koleganya menganalisis 47 otak anak-anak sehat menggunakan MRI tipe khusus yang disebut diffusion tensor imaging. Alat ini memungkinkan para peneliti untuk melihat secara dekat area putih otak peserta.

    Anak-anak juga menerima tes kognitif dan orangtua mereka menjawab sistem penilaian pada saat screen time yang disediakan oleh American Academy of Pediatrics. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa waktu menonton gadget lebih dari satu jam sehari menyebabkan area putih yang tidak teratur dan kurang berkembang di otak anak-anak. Hutton mengatakan, mayoritas peserta menghabiskan dua hingga lima jam sehari menggunakan gadget. “Sekitar 90 persen mulai menggunakan gadget pada usia satu,” tambahnya.

    “Bahkan, kami telah melakukan beberapa penelitian di mana ada anak-anak yang menggunakan gadget pada usia 2 bulan hingga 3 bulan.” Para peneliti mengatakan, orangtua dan portabilitas layar saat ini berkontribusi pada screen time anak-anak. Anak-anak yang menghabiskan lima jam waktu layar memiliki orangtua yang menggunakan ponsel atau tablet selama 10 jam, atau memungkinkan anak-anak mereka untuk menggunakan perangkat di tempat tidur, selama makan, di mobil atau bahkan taman bermain. (kom.c/V)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here