Uha, Manusia Gorong-gorong Terima Penghargaan dari Pemkot Bandung

0
52
Advertisement

BANDUNG, ToeNTAS.com,-  Balai Pertemuan RW003 Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat, mendadak ramai pada Senin (30/12/2019), lantaran pemberian apresiasi kepada Uha (42), setelah aksinya ‘nyemplung’ ke dalam gorong-gorong yang dipenuhi air kotor viral di media sosial. Pantauan Kompas.com, di tengah-tengah kegiatan tersebut, seorang wanita tua bernama Ikah (60) yang diketahui sebagai ibu kandung dari Uha, berteriak histeris sambil menangis ketika diajak ke Balai Pertemuan Warga. “Naha teu bebeja ka emak (kenapa tidak kasih tahu emak),” ujar Ikah.

Melihat kondisi demikian, Uha yang dijuluki manusia gorong-gorong itu langsung mendekap tubuh Ikah yang gemetaran karena ketakutan di tengah kerumunan warga. Ikah yang salah paham mengaku khawatir anaknya terlibat dalam tindakan kriminal. “Uha jangan dibui, nanti emak sama siapa,” ucapnya. Setelah hampir 30 menit, Ikah akhirnya bisa tenang setelah diberi pengertian oleh anaknya. “Moal emak, Uha mah teu ngabangsat, teu maling. Uha bade meunang rejeki, engke rejekina buat emak (enggak emak, Uha tidak nyolong, tidak maling. Uha mau dapat rejeki, nanti rejekinya buat emak semua),” ujar Uha menenangkan ibunya sambil menangis.

Lurah Cikutra Asri Desiyani yang juga ikut menenangkan Ikah menjelaskan, jika anaknya tidak berbuat kriminal dan tidak akan ditangkap. “Ibu Ikah berpikir Pak Uha akan ditangkap. Tapi saya bilang ke Ibu Ikah kalau Pak Uha berprestasi, mau dikasih penghargaan dari kelurahan, kecamatan, dan Pak Wali Kota,” tuturnya. Pihaknya, kata dia, memberikan penghargaan berupa paket sembako dan beberapa uang kepada Uha.  “Kita siapkan piagam penghargaan, paket sembako, seragam Linmas karena kebetulan beliau anggota Linmas RW 03. Ada juga uang penghargaan dari Pak Camat,” ujarnya. Diketahui, Uha (42), warga Jalan H Syahroni, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, ramai diperbincangkan di medsos setelah aksinya masuk ke gorong-gorong yang dipenuhi air kotor.

Unggahan tersebut pertama kali dibagikan oleh Yulius Iskandar, warga Padasuka, Kota Bandung, melalui akun media sosial Twitter-nya @juliuzickboy, Sabtu (29/12/2019). Saat ditemui wartawan, Senin (30/12/2019) pagi, Uha menjelaskan, kejadian tersebut direkam pada Selasa (24/12/2019) lalu. Pada saat itu, air berwarna abu-abu kehitaman meluap dari dalam gorong-gorong dengan lebar 60×60 sentimeter di perempatan Jalan H Syahroni. “Kasihan orang-orang yang mau ke masjid, jijik nginjek airnya,” kata Uha, Senin pagi. Uha ternyata sudah menjadi langganan warga untuk membersihkan gorong-gorong ketika terjadi luapan.

Setelah mendapatkan izin dari pejabat kewilayahan setempat, tanpa pikir panjang Uha langsung masuk ke gorong yang dipenuhi air berwarna abu-abu kehitaman. “Ah, saya mah udah biasa, langsung aja masuk cuma pakai kolor,” aku Uha. Seperti sudah tahu penyebab masalah yang menyebabkan air di dalam gorong-gorong meluap, air langsung surut ketika Uha “nyemplung” ke dalam gorong-gorong tersebut. “Sampai di dalam ada pembalut, plastik, kayu-kayu. Sama saya diambil dapat setengah plastik besar pasir sama lumpur dapat satu karung. Sampah yang paling banyak itu pembalut, pampers, plastik, dan kayu-kayu kecil,” tuturnya.

Uha yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini mengaku tidak pernah jijik masuk ke gorong-gorong yang dipenuhi air kotor dan sering berbau tidak sedap. “Ah enggak (jijik), anggap saja masuk kolam renang. Saya sudah sering bolak-balik masuk ke gorong-gorong kalau lagi meluap. Kalau dihitung sudah 20 tahun sejak gorong-gorong ini ada,” akunya. Inisiatif sendiri   Pria yang dijuluki manusia gorong-gorong ini mengaku, alasan dirinya nyemplung ke gorong-gorong sedalam 3 meter tersebut dikarenakan geram dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandung yang lambat membersihkan saluran drainase.

“Ini mah inisiatif dari saya saja sendiri, soalnya petugas bilangnya nanti-nanti terus. Pernah datang, tapi datangnya kalau sudah surut.,” kata Uha saat ditemui di Jalan Haji Syahroni. Uha berharap kepada masyarakat sekitar bisa lebih peka dalam menjaga kebersihan saluran drainase.     “Saya mah cuma minta masyarakat sadar, jangan buah sampah lagi ke selokan dan gorong-gorong. Gorong-gorong ini sudah kecil jangan dimasukin sampah lagi,” tuturnya. Sementara kepada Pemerintah Kota Bandung, Uha berharap gorong-gorong di wilayah Kelurahan Cikutra diperbesar agar mudah mengontrolnya ketika ada luapan air. “Dalammya memang 3 meter, tapi di dalam salurannya cuma 14 inchi,” bebernya. (kom.c/V)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here