Telanjur Tahlilan 7 Hari dan Mandikan Jenazah Positif Corona, Warga Kampung di Bogor Kritik Dinkes

0
256
ilustrasi penyebaran virus corona
ilustrasi penyebaran virus corona
Advertisement

Bogor, ToeNTAS.com,- Warga Kampung Malang Nengah, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, mengaku cemas saat mengetahui jenazah salah satu warga yang dimakamkan ternyata positif corona. Tak hanya itu, puluhan warga juga sempat menggelar tahlilan di rumah almarhum.  “Warga memang benar-benar tidak tahu (almarhum positif) karena Dinkes tidak cepat menginformasikan hasilnya, usai tahlilan itu ada kabar hasil swab positif.

Pada galau (cemas) tuh warga jadi untuk menenangkannya kita lakukan imbauan isolasi mandiri,” ucap Sekretaris Kecamatan Ciseeng, Heri Isnandar ketika dihubungi Kompas.com, Senin (13/4/2020). Warga pun mengungkapkan kekecewaan terhadap dinas kesehatan setempat yang terkesan lambat untuk memberi tahu hasil uji laboratorium. 

Seperti diketahui, pada hari Jumat (3/4/2020), warga Kampung Malang Nengah juga diketahui sempat memandikan jenazah almarhum. Saat itu, menurut Heri, warga menduga almarhum meninggal dunia karena sakit jantung.  “Informasinya almarhum ini sakit jantung dan memang sejak awal tidak ada SOP Covid-19 pemakaman.

Makanya warga tetap ikutan tahlilan karena menganggapnya (meninggal) sakit jantung,” ungkapnya Namun, setelah hasil uji lab swab keluar pada hari Sabtu (11/4/2020), almarhum dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19. Saat pemakaman jenazah, warga pun sama sekali tidak menerapkan protokoler penanganan pasien corona.

Tindakan dinas kesehatan Setelah mendapati informasi tersebut, Dinas Kesehatan Bogor segera melakukan tes swab kepada anggota keluarga almarhum. Jika hasil tes tersebut positif, maka status warga lainnya menjadi ODP. “Ada tiga yang diperiksa, salah satunya pembantu beda kampung. Jadi mudah-mudahan hasil semuanya negatif sehingga warga yang hadir di tahlilan itu tidak naik statusnya,” ujar Heri.

Sementara itu, Heri menjelaskan, almarhum diketahu bekerja sebagai driver ojek online. Diduga, almarhum tertular saat mengantar penumpang. “Mobilitasnya tinggi entah ke Depok, Tangerang, Jakarta, bisa jadi penularannya dari penumpang begitu,” imbuhnya. Kritik untuk Dinas Kesehatan Shutterstock Ilustrasi virus corona dan gejala terinfeksi virus corona Sementara itu,

setelah insiden itu, warga mengaku kecewa dan menilai petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) lambat dalam memberikan informasi. Warga, sejatinya, akan mengikuti prosedur kesehatan yang sudah ditetapkan jika mengetahui almarhum positif corona.

“Kami kecamatan dan desa melakukan tugas sesuai kewenangan. Jadi mungkin untuk jajaran Dinkes agar lebih bisa menginformasikan secepatnya apabila ada yang positif meninggal.

Sehingga kami juga lebih cepat membantu bagaimana mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jangan sampai kecolongan begini. Masyarakat jadi parno, takut,” kata Heri. (kom.c/k)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here