Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Gelar Ritual Ziarah Di Makam Raja-raja Mataram

0
547
Para putra putri sinuwun (sebutan raja) Karaton Surakarta Hadiningrat
Para putra putri sinuwun (sebutan raja) Karaton Surakarta Hadiningrat
Advertisement

Imogiri, ToeNTAS.com – Sehubungan dengan mewabahnya Covid – 19, maka menjelang bulan suci Puasa Ramadan beberapa bulan belakangan, pihak Karaton Surakarta tidak menjalankan adat prosesi ritual saadranan (ziarah ) di makan Raja-raja Mataram. “Maka saat inilah kami putra-putri raja Trah Mataram dan sentono dalem bersama abdi dalem menjalankan ziarah di makam leluhur di Imogiri dan Kota Gede” Papar GKR Wandansari, Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat

Ungkapan tersebut diutarakan Gusti Mung (sebutan akrabnya), disela-sela prosesi ritual ziarah makam raja-raja Mataram, pada minggu (2/8) di Imogiri. Tampak hadir sejumlah Trah Dinasti Mataram itu diantaranya, GKR Wandansari, GKR Retno, KGPH Cahyoningrat (putra putri Sinuwun Paku Buwono XII) dan KGPH Mangkubumi (putra Sinuwun Paku Buwono XIII) yang diikuti puluhan sentono dalem dan abdi dalem Karaton Surakarta. “Tradisi sadranan itu menurut kepercayaan sebagian masyarakat, merupakan  simbul hubungan kebathinan antara arwah pendahulu, manusia dan Tuhan, yang sudah berlangsung ratusan tahun yang sampai sekarang masih dilestarikan Karaton Surakarta secara turun temurun” jelas Gusti Mung

Sesaji yang diusung para abdi dalem, saat memasuki makam raja-raja di Imogiri

Dalam tradisi nyadran atau ziarah ini, diawali dengan masuknya dari pintu Gerbang Makam raja-raja para putra putri raja, yang selanjutnya diikuti para abdi dalem dan sentono dalem yang mengusung sejumlah sesaji dan makanan tradisional seperti ketan putih, apem, dan kolak yang nantinya bakal dibagikan kepada masyarakat yang hadir pada acara tersebut, seusai dilakukan umbul donga yang dilakukan para ulama karaton. “Selain itu juga kami bawakan bunga, untuk ditaburkan di makam raja-raja, sebagai wewangian” tambahnya

Tetapi sebelumnya, masyarakat setempat telah melakukan tadisi bersih-bersih makam, karena pada saat bulan ruwah kemarin, Karaton Surakarta tidak bisa melakukan tradisi sadranan di makam raja-raja Mataram, sebagai leluhur karaton di Tanah Jawa, akibat adanya Corona. Sedangkan hanya tinggal sekitar 2 minggu lagi, memasuki tahun baru Jawa, maka  Trah Dinasti Mataram ini bersama Sentono maupun Abdi dalem menyempatkan untuk ziarah. “Karena kalau tidak di lakukan, kok rasanya ada yang ngganjel” katanya

Dalam menunaikan tradisi ini para peziarah juga tampak mematuhi protokol kesehatan, dimana semuanya mengenakan masker dan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasuki area pemakaman. Hal ini bukan hanya dilakukan Karaton Surakarta saja, makam-makam leluhur di Ponorogo, Purwodadi, Kota Gede, Imogiri dan masih banyak lagi, di bawah naungan Karaton Surakarta juga melakukan tradisi tersebut. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here