Eksekutor Penembakan di Kelapa Gading Dilatih Nembak oleh Insinyur

0
265
Polisi memamerkan barang bukti penembakan di Kelapa Gading
Polisi memamerkan barang bukti penembakan di Kelapa Gading
Advertisement

Jakarta, ToeNTAS.com,- Para pelaku penembakan Sugianto (51) sempat kesulitan mencari eksekutor untuk menembak korban. Hingga akhirnya, mereka menunjuk tersangka Dikky Mahfud sebagai eksekutor dengan melatihnya terlebih dahulu.

Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana mengungkap para pelaku akhirnya memutuskan membunuh korban dengan cara ditembak, setelah upaya pertama gagal pada 9 Agustus 2020. Pada 11 Agustus, mereka kembali membuat skenario pembunuhan dengan menembak korban.

Namun saat itu, para tersangka sempat kebingungan untuk mencari eksekutor yang bisa menembak. Hingga kemudian tersangka Sodikin menawarkan peran itu kepada tersangka Dikky, temannya di Bangka Belitung.

“Saudara S (Sodikin), mereka ini satu kelompok, punya salah satu teman yang saat itu berada di Bangka Belitung, yaitu atas nama Saudara DM (Dikky Mahfud), mereka berada di Bangka Belitung lalu ditawari sebagai eksekutor,” kata Nana dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Nana menyebut awalnya Dikky menolak untuk menjadi eksekutor. Namun lantaran diminta membela tersangka Nur Luthfiah, akhirnya Dikky setuju. Dikky sendiri merupakan murid dari almarhum ayahanda tersangka Nur Luthfiah.

“Untuk kepentingan bersama mereka, akhirnya DM menyanggupi dengan alasan untuk perjuangan, sehingga dengan alasan perjuangan karena dimana NL dalam ancaman, sehingga DM setujui datang ke Jakarta,” ucapnya.

Nana mengatakan, pada 12 Agustus 2020, DM pun dijemput di Bandara Soekarno-Hatta. Setibanya, DM langsung dilatih menembak oleh tersangka Ir Arbain Junaedi (56).

“Saudara DM Belum ada kemampuan apa-apa untuk menembak, sehingga yang bersangkutan dilatih menembak oleh saudara AJ (Arbain Junaedi), lalu mereka kembali ke hotel,” ujarnya.

Keesokan harinya, 13 Agustus 2020, para tersangka pun bergerak untuk mengeksekusi korban. DM saat itu berboncengan dengan joki bernama Syahrul (58).

Setiba di kawasan Kelapa Gading, DM pun menembak korban sebanyak 5 kali sekitar pukul 12.45 WIB. Saat itu, 3 peluru bersarang di tubuh korban hingga akhirnya korban tewas di lokasi kejadian.

Total ada 12 tersangka yang ditangkap terkait kasus penembakan ini, yakni Nur Luthfiah (34), Ruhiman (42), Dikky Mahfud (50), Syahrul (58), Rosidi (52), Mohammad Rivai (25), Dedi Wahyudi (45), Ir Arbain Junaedi (56), Sodikin (20), Raden Sarmada (45), Suprayitno (57), dan Totok Hariyanto (64).

Tersangka Ruhiman, Dikky Mahfud, Syahrul, Mohammad Rivai, Dedi Wahyudi, Ir Arbain Junaedi, Sodikin, Suprayitno, dan Totok Hariyanto ditangkap tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKBP Handik Zusen, AKP Herman Edco Simbolon, Kompol Ressa F Marasabessy AKP Mugia Yarry Junanda, AKP Nor Marghantara, dan AKP Rulian Syauri.

Tersangka Rosidi dan Sarmada ditangkap tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKBP Jerry R Siagian. Sedangkan tersangka Nur Lutfiah ditangkap tim Polres Metro Jakarta Utara di bawah pimpinan Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

Para tersangka ini pun dipersangkakan Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP dan/atau Pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama penjara 20 tahun. (det.c/o)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here