Seni dan Budaya, Benteng Pemersatu Kedaulatan Nusantara

0
342
Dr KPH Eddy Wirabumi, SH, MM ketika memberi arahan dalam pengukuhan MAKN di NTB
Dr KPH Eddy Wirabumi, SH, MM ketika memberi arahan dalam pengukuhan MAKN di NTB
Advertisement

Solo, ToeNTAS.com – Manusia dalam kehidupan keseharian manusia tidak bisa lepas dari seni dan budaya, hal ini sudah terbukti sejak zaman nenek moyang serta tidak bisa lepas atau menyatu dengan masyarakat. Perlu diingat, bahwa seni dan budaya, sebagai benteng pemersatu kedaulatan nusantara.

“ Selain juga merupakan ‘bahasa universal’ yang mampu mempererat silahturahmi dan ikatan kekeluargaan antara satu wilayah dengan wilayah lain, Antara satu daerah dengan  daerah lainnya” ujar KPH Dr Eddy Wirabumi, SH, MM ketua harian MAKN ( majelis adat kerajaan nusantara), dalam sambutannya di acara pengukuhan pengurus MAKN di Wilayah Nusa Tenggara Barat pada, Sabtu (12/9)

Lebih lanjut, Kanjeng Wira mengharapkan, semoga seni dan budaya nusantara akan terus berkembang, dan menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Istilah Seni berasal dari kata “sani” yang  dalam bahasa Sansekerta, berarti persembahan, pemujaan dan pelayanan yang berhubungan dengan  upacara keagamaan. Sedangkan budaya dalam bahasa Sansekerta (budhayah). Artinya , hal-hal yang  berkaitan dengan akal budi manusia. “Pengertian seni budaya adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia, tentang cara hidup yang berkembang pada suatu kelompok yang memiliki keindahan secara turun temurun dari generasi ke generasi” paparnya

Masalah ini sehubungan dengan  cita-cita luhur untuk tetap dapat melestarikan seni budaya serta kearifan lokal yang merupakan warisan leluhur, nenek moyang nusantara yang dikenal Adi Luhung. Diketahui, MAKN (Majelis Adat Kerajaan Nusantara), merupakan organisasi yang berkiprah dalam pelestarian kearifan lokal dan pengembangan budaya daerah, Dengan tujuan memperkaya khasanah kebudayaan nasional. Dimana MAKN ini terbentuk  dalam Musyawarah Agung I di Denpasar, Bali pada 06-07 Agustus 2019, sebagai wadah berhimpun kerajaan / kesultanan nusantara.

Pada kesempatan itu Puri Dalem Selaparang Lendangnangka, Lombok Timur juga dilaksanakan Diskusi Panel Masalah Adat Daur Hidup, Sekaligus Pengukuhan Pengurus MAKN NTB, yang terdiri dari gabungan 8 Dewan Kerajaan, yaitu Kesultanan Dompu, Kedatuan Selaparang, Kedatuan Pajenggik, Kedatuan Langko, Kedatuan Sokong, Kedatuan Pujut, Kedatuan Bayan dan Kerajaan Sanggar.

Sementara susunan pengurusnya, yakni Pengarah DPP MAKN Hj. RR. Mira KahrulnZaman SE, MM.(Kesultanan Dompu), Pocut Meurah Nene, SH, MH. (Kesultanan Aceh Darussalam), Drs. H. Lalu Anggawa Nuraksi (Kedatuan Selaparang). Korwil NTB :Ir. H. Lalu Gafar Ismail Kertanegara, MM. (Selaparang), Ketua Harian NTB H. Lalu Gde Syamsul Mujahidin, SE. (Pujut), Ketua I H. Lalu Mahdarain, ST. (Pajenggik), Ketua II H. Lalu Artum, SH. (Langko), Ketua III Lalu Witabakti, SH (Selaparang).

Sedangakan sekretaris dipercayakan kepada H. Datu Jatadi, SH. (Sokong), Wakil Sekretaris Teuku Yunansah (Aceh Darussalam). Bendahara H. Lalu Sujian, SH. (Selaparang), Wakil Bendahara Lale Yaqutunnafis, SPd. (Pujut). Pengukuhan ini dilaksanakan oleh  Ketua Harian MAKN, YM. Dr KPH. Eddy Wirabhumi, SH, MM. (Keraton Kasunanan Surakarta) dan Sekjen MAKN, YM. Dra. Hj. R. Ay. Yani WSS Kuswodidjoyo (Pengaggeng Kesultanan Sumenep).

“ Dengan telah dikukuhkannya Pengurus Dewan  Pengurus MAKN di wilayah NTB (Nusa Temggara Barat), maka kearifan lokal dan seni budaya daera ,akan lebih tergali, lebih berkembang dan kelak akan menjadi primadona yang mendukung sektor industri pariwisata di daerah tersebut, juga di wilayah Indonesia” papar Kanjeng Wira. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here