Banjir Berulang di Bogor, Bupati Desak BBWS Ambil Tindakan

0
134
Petugas mengevakuasi anak bayi di kawasan Jati Rasa Bekasi
Petugas mengevakuasi anak bayi di kawasan Jati Rasa Bekasi
Advertisement

ToeNTAS.com,- Bupati Bogor Ade Yasin meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) cepat mengambil tindakan atas banjir berulang di Desa Bojongkulur, Gunungputri dan daerah tetangganya di kota Bekasi akibat luapan Sungai Cileungsi dan Cikeas.

Dilansir dari cnnindonesia.com, “Kami harapkan ke depan BBWS segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan Sungai Cikeas dan Cileungsi. Karena keduanya berada di Kabupaten Bogor, tapi pertemuannya masuk di Bekasi,” kata Ade Yasin usai meninjau lokasi banjir di wilayah perbatasan dengan Bekasi tersebut, Minggu (25/10) seperti dikutip dari Antara.

Ia berharap BBWS segera merealisasikan pembangunan Waduk Narogong di Klapanunggal, Kabupaten Bogor dan pelebaran sungai yang dinilai dapat mengendalikan air dari dua sungai tersebut ketika curah hujan tinggi.

“Ya mudah-mudahan ini bencana banjir yang terakhir. Kami sudah berusaha terus memitigasi setiap persoalan bencana, semoga di tahun 2021 apa yang kita harapkan (Waduk Narogong) dibangun, bisa dibangun (pemerintah) pusat,” ujar Ade Yasin.

Menurut Ade Yasin andai waduk atau bendungan tersebut jadi dibangun tahun 2021, maka mulai bulan November 2020 rencana pembangunannya disosialisasikan kepada masyarakat.

“Insyaallah di bulan November akan ada sosialisasi untuk pembangunan bendungan dan pelebaran sungai, yang tentunya harus juga didukung masyarakat karena nanti barangkali sebagian tanah masyarakat akan terdampak oleh bangunan,” kata Ade Yasin.

Sebagai informasi, Sungai Cileungsi dan Cikeas kembali meluap pada Sabtu (24/10) malam, sehingga mengakibatkan 22.000 jiwa terdampak banjir di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

“Dari data BPBD, 22.000 jiwa atau 5.500 keluarga di 22 RW terdampak banjir,” ungkap Ade Yasin.

Ia mengatakan puluhan ribu jiwa yang terdampak banjir dari luapan Sungai Cileungsi itu merupakan warga dari dua perumahan, yakni Villa Nusa Indah 2 dan Perumahan Bumi Mutiara.

“Fasilitas umum yang terdampak banjir seperti 19 masjid dan musala. Kemudian Sekolah Akbid Bunda Auni, Sekolah Daarel Salam, Sekolah Bunda,” katanya.

Dia mengatakan beberapa masjid yang tidak terendam banjir dijadikan tempat pengungsian sementara para korban banjir karena ada sekitar 1.100 orang mengungsi akibat tempat tinggalnya di Perumahan Villa Nusa Indah 2 dan Perumahan Bumi Mutiara terendam banjir.

Selain masjid dan mushala, para korban banjir tersebut mengungsi di rumah warga sekitar yang bertingkat, dan ada pula yang mengungsi di rumah kerabat.

“Sebanyak 150 jiwa sudah dievakuasi dari pendataan yang dilakukan pada pagi harinya,” kata Ade Yasin.

Menurutnya, air sungai meluap sekitar pukul 22.30 WIB Sabtu (24/10) karena diguyur hujan deras. Genangan air berangsur surut ketika berganti hari. Pada pukul 05.00 WIB dini hari, genangan air tercatat setinggi 40 centimeter.

Ade Yasin mengatakan hujan deras yang terjadi di sekitarGunung Pancar membuat tinggi muka air (TMA) Sungai Cileungsi naik menjadi 600 centimeter, dan menyebabkan genangan di perumahan sekitar 170 centimeter. (yuma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here