Mensos Risma Ingin Relokasi Warga Kolong Flyover, Teddy Gusnaidi: Anda Itu Bukan Menteri Jakarta!

Jam : 20:51 | oleh -25 Dilihat
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi. /Tangkapan layar YouTube.com/ Indonesia Lawyers Club/
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi. /Tangkapan layar YouTube.com/ Indonesia Lawyers Club/

ToeNTAS.com,- Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menyoroti keinginan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang ingin merelokasi warga kolong flyover.

Seperti diketahui, keinginan tersebut dicetuskan oleh Tri Rismaharini saat melakukan blusukan bersama rombongan Kementerian Sosial di Flyover Pramuka, Jalan Pramuka Sari II, 28 Desember 2020 lalu.

Melihat banyaknya warga yang tinggal di kolong flyover dengan kondisi yang memprihatinkan, akhirnya membuat Tri Rismaharini menawari mereka untuk direlokasi ke tempat yang lebih layak.

Namun, apa yang dilakukan oleh Mantan Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Risma itu mendapat kritik dari Teddy Gusnaidi.

Teddy Gusnaidi mengatakan bahwa Risma bukan Menteri Jakarta, sehingga tidak perlu membuat kebijakan semacam itu.

Menurutnya, jika kebijakan tersebut tetap dibuat, kebijakan itu juga harus diterapkan ke seluruh Indonesia, bukan hanya di Jakarta.

“Bu Risma, Anda itu bukan Menteri Jakarta. Jika Anda buat kebijakan relokasi warga kolong flyover, maka kebijakan itu diterapkan ke seluruh Indonesia, bukan Jakarta saja,” kata Teddy Gusnaidi yang dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari cuitan Twitter @TeddyGusnaidi, Sabtu, 2 Januari 2021.

 Teddy Gusnaidi lantas mengingatkan Risma bahwa Jakarta sudah memiliki Gubernur, yakni Anies Baswedan.

“Jakarta sudah ada Gubernurnya, biar dia terapkan kebijakan Anda. Sejelek-jeleknya Anies, dia itu Gubernur Jakarta,” ujar Teddy Gusnaidi.

Teddy Gusnaidi pun meminta Risma agar fokus membuat dan merevisi kebijakan-kebijakan yang dinilai kurang, agar dampaknya bisa lebih terasa oleh rakyat.

“Buat kebijakan dan revisi kebijakan-kebijakan yang dinilai kurang, sehingga ketika diterapkan bisa langsung terasa oleh rakyat,” kata Teddy Gusnaidi.

Teddy Gusnaidi juga meminta Risma untuk menghentikan dulu aksi pencitraannya, melupakan sejenak sorot kamera, dan lebih fokus bekerja sebagai Mensos.

“Fokus kerja buat kebijakan yang keren, jangan dulu pencitraan. Masih banyak yang harus Ibu Risma kerjakan dan benahi. Lupakan dulu sorotan kamera dan pujian,” kata Teddy Gusnaidi. (Eni)