Stempel Halal MUI untuk Vaksin Corona Sinovac di RI

0
113
foto
foto
Advertisement

Jakarta, ToeNTAS.com,- Proses vaksinasi COVID-19 di Indonesia bakal dimulai pekan depan. Vaksin COVID-19 Sinovac pun kini telah mendapatkan stempel halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dilansir dari detik.com, Hal itu disampaikan Ketua MUI, Asrorun Niam, dalam jumpa pers Jumat (8/1/2020). Keputusan itu diambil MUI setelah menggelar sidang pleno terkait vaksin COVID-19 Sinovac.

“Kemudian yang terkait aspek kehalalan setelah dilakukan diskusi yang cukup panjang dari hasil penjelasan dari tim auditor rapat komisi fatwa menyepakati bahwa vaksin COVID-19 yang diproduksi Sinovac Life Science China yang diajukan proses sertifikasi oleh Bio Farma hukumnya suci dan halal,” kata Niam.

Kendati demikian, MUI belum menerbitkan fatwa secara utuh mengenai vaksin COVID-19 Sinovac. Menurut Niam, MUI masih menunggu hasil final dari BPOM.

“Akan tetapi mengenai kebolehan penggunaannya ini sangat terkait dengan keputusan mengenai aspek keamanan dari badan POM. Dengan demikian fatwa majelis ulama Indonesia terkait dengan produk vaksin COVID-19 dari Sinovac Life Science ini akan menunggu hasil final dari badan POM mengenai aspek ketoyyibannya,” ujar Niam.

“Fatwa utuhnya akan disampaikan setelah badan POM menyampaikan mengenai aspek keamanan untuk digunakan apakah itu aman atau tidak maka fatwa akan melihat aspek ketoyyiban tersebut,” ujar dia.

Niam juga menanggapi terkait masih adanya sebagian masyarakat yang menolak vaksinasi. Niam bicara sejumlah faktor yang melatarbelakanginya.

“Ya perlu ada penjelasan kepada masyarakat ya, tapi pada saat yang sama perlu diidentifikasi mengenai faktor-faktor terjadinya penolakan di tengah masyarakat,” kata Niam.

MUI menilai salah satu aspek terjadinya keraguan di masyarakat adalah karena ragu terhadap kehalalan dan keamanannya. Untuk itu dengan adanya fatwa halal ini, MUI berharap dapat disosialisasikan untuk meyakini masyarakat khususnya muslim.

“Bisa jadi aspek yang kedua adalah aspek keraguan mengenai kehalalan atau keamanannya, maka jawabannya bukan dengan meminta masyarakat tapi memastikan bahwa vaksin yang ada itu aman. (Vaksin halal) ini bisa menjadi materi sosialisasi agar masyarakat tenang terkait aspek kehalalannya,” ujar Niam.

“Maka solusinya ya meluruskan dan juga menguatkan sosialisasi mengenai pelaksanaan vaksinasi ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Penny K Lukito memastikan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization bisa keluar sebelum 13 Januari 2021. Penny menyampaikan sejauh ini evaluasi vaksin Sinovac sudah melalui beberapa tahap.

“Dengan adanya rolling submission dengan BPOM, yang bertahap, kan ditemukan keamanan sudah baik, efikasi yang bertahap dilaporkan juga dipantau, sudah kami dapatkan datanya,” sebut Penny melalui konferensi pers di kanal YouTube Jumat (8/1).

“Imunogenisitas, netralisasi, itu sudah memberikan keyakinan pada kami sehingga EUA bisa diberikan tanggal 13 Januari 2021,” tegasnya.

Penny mengatakan pemantauan kini sudah memasuki tahap akhir. Dengan demikian izin penggunaan darurat diharapkan bisa segera keluar.

Hasil akhir uji vaksin Corona Sinovac di Brasil dan Turki juga disebutnya akan menjadi perhitungan BPOM dalam pengeluaran izin EUA vaksin Sinovac. Seperti diketahui, hasil efektivitas vaksin Sinovac di Brasil mencapai 78 persen, sementara di Turki lebih dari 90 persen.

Saat ditanyai soal kemungkinan EUA tak bisa keluar sebelum tanggal 13 Januari, BPOM kembali menegaskan keyakinan EUA keluar sebelum jadwal vaksinasi COVID-19.

“Masih bisa dipastikan akan keluar sebelum tanggal 13 Januari,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sudah ada 3 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac dalam bentuk jadi yang tiba di Indonesia. Minggu depan, rencananya ada 15 juta bahan baku vaksin yang tiba di Indonesia. Demikian dikatakan Presiden Jokowi saat menyerahkan sertifikat tanah. Dari 3 juta dosis vaksin ini, 700 ribu di antaranya sudah dikirim ke daerah-daerah.

“Dua hari lalu telah kita kirim vaksin ke 34 provinsi tahapan pertama baru dikirim 700 ribu ke daerah-daerah. Tapi stok kita akan ada 3 juta baru dikirim ke daerah 700 ribu. Nanti akan dikirim lagi berikutnya akan dikirim lagi berikutnya, insyaallah minggu depan juga akan ada datang lagi 15 juta vaksin dalam bentuk baku bahan baku, bulk, yang akan diproduksi oleh Bio Farma,” ujar Jokowi, yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (5/1).

Vaksinasi COVID-19 akan dimulai hari Rabu (13/1) secara serempak di 34 provinsi. Jokowi berpesan kepada masyarakat untuk tetap patuh akan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. (Mega)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here