88 Napi dan 3 Petugas Lapas Bandarlampung Positif Covid-19

Jam : 21:46 | oleh -228 Dilihat
Sebanyak 88 narapidana dan petugas Lapas Rajabasa Lampung positif Covid-19. Ilustrasi
Sebanyak 88 narapidana dan petugas Lapas Rajabasa Lampung positif Covid-19. Ilustrasi

ToeNTAS.com,- Sebanyak 88 narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Bandarlampung atau dikenal Lapas Rajabasa positif terpapar virus corona (Covid-19). Selain itu, tiga petugas Lapas Rajabas juga positif Covid-19.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Kepala Lapas Kelas IA Bandarlampung atau Lapas Rajabasa, Maizar mengatakan terdapat 126 napi yang mengikuti tes swab Sabtu (22/5). Maizar menyebut 3 petugas yang positif kini tengah menjalani isolasi mandiri.

“Ada 88 napi dan 3 petugas kami yang dinyatakan positif terpapar virus Covid-19. Hal itu berdasarkan dari hasil tes swab yang kami terima Sabtu kemarin,” kata Maizar, Minggu (23/5).

Maizar menyatakan 88 napi yang positif itu telah dipisahkan dengan napi lainnya. Mereka diisolasi di sel khusus.

“Sudah kita tempatkan di blok khusus yakni di blok B dan untuk tiga petugas psotifi Covid-19 kondisinya sehat saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” ujarnya.

Maizar belum mengetahui awal mula penularan virus Covid-19 di dalam lapas. Ia menduga penularan ini terjadi dari petugas Lapas atau keluarga yang membesuk para tahanan.

“Kemungkinan ditularkan dari petugas, atau juga dari pembesuk yang mengirimkan makanan untuk napi karena tidak steril,” katanya.

Menurutnya, penyebaran Covid-19 di lingkungan Lapas perlu segera diantisipasi. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah kota Bandarlampung agar segera melakukan tes rapid antigen menyeluruh kepada 1.014 Napi serta 170 pegawai Lapas Rajabasa.

Maizar menambahkan pihaknya pun sudah mengosongkan satu blok di Lapas untuk isolasi para napi yang positif terpapar virus Covid-19. Sementara, napi yang sehat sudah dipisahkan ke blok lain agar tidak ikut tertular.

“Kegiatan napi menimbulkan kerumunan dan berpotensi menularkan Covid-19, juga kami hentikan. Saat ini kami masih menunggu pihak Pemprov dan Kota untuk melakukan tes keseluruhan napi dan pegawai Lapas,” katanya. (Irna)