Kewalahan Petugas RSUD Koja hingga Puluhan Jenazah Belum Dikebumikan

0
42
ilustrasi
ilustrasi
Advertisement

Jakarta, ToeNTAS.com,- Petugas di RSUD Koja hingga kewalahan menangani masalah jenazah. Sehingga, ada puluhan jenazah yang belum dikebumikan.

Dilansir dari detik.com, Direktur Utama (Dirut) RSUD Koja dr Ida Bagus Nyoman Banjar menyampaikan ada sebanyak 20-23 jenazah yang belum bisa dimakamkan. Jenazah-jenazah itu bukan hanya pasien virus corona.

“Ini tadi pagi sekitar 20 atau 23, jadi dinamis sekali. Beberapa diangkut, kan. Saya belum ini lagi,” kata Banjar ketika dihubungi, Kamis (17/7/2021).

“Ada COVID dan non-COVID karena kami melayani keduanya,” tambahnya.

Banjar mengatakan tertahannya jenazah di RSUD Koja tidak lepas dari minimnya tenaga pemulasaraan dan pemakaman. Pihaknya berharap ada bantuan tenaga dari pemerintah.

“Bantuan tenaga pemulasaraan jenazah kalau ada. Jadi kita pasti akan fasilitasi dengan APD bagi yang mampu melakukan pemulasaraan jenazah,” ucap Banjar.

RSUD Koja, saat ini kekurangan peti dan petugas pemulasaraan jenazah. Pihaknya saat ini hanya memiliki 5 petugas untuk melakukan pemulasaraan dan pemakaman.

“Petugas kami kan cuma 5 orang, 5 orang itu kan naik dan turunin kemudian melakukan pemulasaraan kan butuh waktu dan itu ada kapasitas,” katanya.

Demi mengatasi masalah ini, RSUD Koja mengusulkan pemulasaraan jenazah agar bisa diurus pihak rumah sakit. Langkah tersebut diambil, lanjut Banjar, supaya tidak lagi terjadi antrean.

“Kita lagi berupaya kita bisa nggak melaksanakan sendiri pemulasaraan, jadi kita berkoordinasi dengan ini, cuma nanti kita kerja sama dengan pihak swasta untuk melakukan pemulasaraan ini,” ujarnya.

“Jadi kita memang lagi berupaya menambah tenaga dan flow-nya dari kita bukan lagi menunggu dari pemakaman, karena kemarin peti dan antar jemput jenazah kan dari pemakaman. Ini kita coba mandiri di kita kemudian kita koordinasikan dengan pemakaman,” tambahnya.

Kekurangan Peti Mati

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara mengatakan persediaan peti jenazah di wilayahnya semakin menipis. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati mengatakan ini menjadi salah satu penyebab pemulasaraan jenazah pasien COVID-19 terkendala di rumah sakit.

“Untuk di RS memang kita dorong untuk Kasudin Pemakaman untuk segera menyiapkan kebutuhan peti jenazah. Ini kan salah satu kendalanya keterlambatan peti jenazah datang,” katanya.

Yudi mengungkapkan kondisi rumah sakit rujukan di Jakarta Utara minim petugas pemulasaraan dan pemakaman Corona. Tiap rumah sakit hanya memiliki 5 petugas yang melayani pemulasaraan dan pemakaman jenazah dengan protap COVID-19.

“Tim pemulasaraan di RS kan tidak banyak, hanya 5 orang. Pasti kewalahan sekali. Sedangkan kita di lapangan aja dengan tim yang jumlahnya sampai 10 orang saja butuh waktu sampai berjam-jam untuk pemulasaraan jenazah,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya berupaya menambah jumlah petugas pemulasaraan dan pemakaman dengan menggandeng swasta hingga ormas islam. Tak hanya itu, tenaga-tenaga pemulasaraan dari puskesmas juga akan difungsikan.

“Dari rumah sakit akan bekerjasama dengan tim pemulasaraan pihak swasta. Kadi akan berkoordinasi dengan pihak swasta atau nanti kecamatan-kecamatan kalau memang di kecamatan tidak ada pemulasaraan. Jadi nanti kerja sama dengan puskesmas dan Dewan Masjid Indonesia yang sudah dilatih maupun tenaga-tenaga yang sudah dilatih juga,” imbuhnya.

Bakal Ada Tambahan Petugas

Yudi mengungkapkan kondisi rumah sakit rujukan di Jakarta Utara minim petugas pemulasaraan dan pemakaman Corona. Tiap rumah sakit hanya memiliki 5 petugas yang melayani pemulasaraan dan pemakaman jenazah dengan protap COVID-19.

“Tim pemulasaraan di RS kan tidak banyak, hanya 5 orang. Pasti kewalahan sekali. Sedangkan kita di lapangan aja dengan tim yang jumlahnya sampai 10 orang saja butuh waktu sampai berjam-jam untuk pemulasaraan jenazah,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya berupaya menambah jumlah petugas pemulasaraan dan pemakaman dengan menggandeng swasta hingga ormas islam. Tak hanya itu, tenaga-tenaga pemulasaraan dari puskesmas juga akan difungsikan.

“Dari rumah sakit akan bekerjasama dengan tim pemulasaraan pihak swasta. Kadi akan berkoordinasi dengan pihak swasta atau nanti kecamatan-kecamatan kalau memang di kecamatan tidak ada pemulasaraan. Jadi nanti kerja sama dengan puskesmas dan Dewan Masjid Indonesia yang sudah dilatih maupun tenaga-tenaga yang sudah dilatih juga,” imbuhnya. (Mega)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here