Gelar Razia, Polisi Sita 850 Botol Miras di Pajampangan Sukabumi

0
14
Foto: Razia miras di Sukabumi (Istimewa).
Foto: Razia miras di Sukabumi (Istimewa).
Advertisement

Sukabumi – Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi melakukan operasi cipta kondisi menekan angka kriminalitas yang disebabkan oleh minuman keras di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi.

Dalam operasi tersebut sedikitnya 850 botol minuman keras berbagai merk diamankan petugas. untuk penjual sendiri akan dikenakan tindak pidana ringan dengan ancaman 5 bulan kurungan penjara.

“Kami menyisir para penjual miras di wilayah Mina Jaya hingga pesisir Ujung Genteng, total ada 850 botol yang kami amankan. Bagian dari operasi cipta kondisi menekan angka kriminalitas yang disebabkan oleh minuman keras,” kata Kasat Narkoba Polres Sukabumi, AKP Kusmawan kepada wartawan, Rabu (13/10/2021).

Kumawan mengatakan, pihaknya juga melakukan operasi berdasar pada Perda Kabupaten Sukabumi yang memberlakukan zero minuman beralkohol.

“Operasi cipta kondisi ini arahan pimpinan bapak Kapolres Sukabumi (AKBP Dedy Darmawansyah) juga bagian dari peraturan daerah Kabupaten Sukabumi tentang nol persen minuman beralkohol sasarannya warung-warung dan cafe karaoke sepanjang pesisir pantai yang berada di dua titik, yaitu Pantai Minajaya dan pantai Ujunggenteng,” jelas Kusmawan.

Tidak ada perlawanan berarti dari para penjual miras tersebut, mereka pasrah saat botol minuman keras yang mereka jual diangkut polisi. Rencananya miras tersebut akan dibawa ke Mapolres Sukabumi dan para penjual akan menjalani wajib lapor selama satu minggu.

“Berbagai macam minuman keras yang kami amankan ini akan di bawa ke Mapolres Sukabumi, untuk selanjutnya akan kami musnahkan dan untuk para penjual diwajibkan lapor karena terkena sanksi tindak pidana ringan dengan wajib lapor,” kata Kusmawan.

“Dalam Perda sanksinya ada dalam Perda No 7 Tahun 2015 ayat 2 sebagai penjual sanksinya 5 bulan kurungan,” ucap dia.

Perda Miras Karawang

Sementara itu, Peraturan Daerah (Perda) Pengendalian, Pengawasan dan Pembatasan Peredaran Minuman Beralkohol akan diterbitkan di Karawang. Organisasi kepemudaan minta penegakkan aturannya jangan mandul.

“Bukan hanya sebatas aturan yang ditetapkan tapi bagi kaum milenial generasi Z, pengawasan ini harus dikawal betul oleh seluruh sektor wilayah dan dikolaborasi jangan mandul penegakkan aturannya,” kata Ketua Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Karawang Abu Bustomi saat ditemui di kantornya, Rabu (13/10/2021).

Keberadaan Perda tersebut tentunya direspon baik. Namun pihaknya berharap ada tim khusus yang bisa membangun karakter pemuda di Karawang.

“Lebih bagus lagi dengan semacam kegiatan rutin kerohanian dan perlu juga pengkajian secara bathiniyah untuk kaum milenial dan meningkatkan kesadaran dan meningkatkan akhlaqul karimah, selain penegakkan aturan Perda Miras nantinya,” ucapnya.

Sementara itu, saat ditemui usai rapat Paripurna DPRD Karawang Dedi Rustandi selaku Tim Panitia Khusus (Pansus) pembentukan Perda Pengawasan, Pengendalian dan Peredaran Miras mengatakan aturan soal miras sudah selesai disepakati dan diparipurnakan. Namun belum ditandatangani oleh Bupati Karawang.

“Tinggal disetujui oleh eksekutif dan penomoran saja, kalau bahasannya sudah diparipurnakan pekan kemarin,” kata Dedi yang sering disapa Kang Derus yang juga Sekretaris Komisi 2 DPRD Karawang.

Dia mengungkapkan Perda soal miras ini merupakan inisiasi dari legislatif akibat maraknya peredaran miras di masyarakat.

“Ini sudah dibahas dan menjadi inisiasi dari kami karena peredaran miras ini sudah sangat meresahkan di masyarakat,” katanya.

Selama ini diakuinya, pemberantasan penjualan miras sering dilakukan oleh pihak terkait. Namun karena terkendala aturan, peredaran miras masih marak terjadi.

“Jadi nantinya Perda ini akan melegitimasi para aparat untuk menertibkan peredaran miras, dan bisa masuk ranah pidana nantinya,” terangnya.

Sementara itu, dari lampiran Perda yang didapatkan detikcom di BAB II, minuman beralkohol akan diatur klasifikasinya di Pasal 2, antara lain, minuman beralkohol golongan A yang memiliki kadar etanol (C2H5OH) sampai dengan 5 persen, kemudian golongan B dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 5 persen sampai dengan 20 persen, dan golongan C dengan kadar etanol (C2H5OH) lebih dari 20 persen sampai dengan 55 persen.

Selanjutnya, soal pengaturan pengendalian dan pembatasan diatur di BAB V, di bagian pertama terkait penjualan, di Pasal 5 sistem penjualan minuman beralkohol golongan B, dan golongan C adalah penjualan langsung untuk diminum di tempat. Kemudian, Pasal 6 Sistem penjualan Minuman Beralkohol golongan A, golongan B, dan golongan C yang dilakukan dengan cara penjualan langsung untuk diminum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dilakukan oleh Penjual langsung dari sub distributor yang memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB).

“Dan untuk minum di tempat tertentu itu diperbolehkan hanya di hotel Bintang 3, dan 5. Hanya diizinkan melakukan penjualan pada siang hari jam 13.00 WIB sampai dengan jam 15.00 WIB dan pada malam hari jam 20.00 WIB sampa dengan jam 23.00 WIB,” ujar Dedi. (Indra/det.c)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here