BEM Nusantara Pilih Audiensi Ketimbang Demo 11 April, Ini Sikap BEM SI

Jam : 09:54 | oleh -165 Dilihat
Foto: Aliansi BEM SI demo di dekat KPK
Foto: Aliansi BEM SI demo di dekat KPK

Jakarta, ToeNTAS.com,- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara memilih melakukan jalur audiensi ketimbang demo 11 April mendatang. Berbeda dengan BEM Nusantara, BEM SI memilih untuk tetap berdemonstrasi.

“Kalau dari kami tetap untuk melaksanakan aksi, kalaupun nantinya kita audiensi kita akan audiensi di jalanan bersama seluruh massa aksi,” kata Koordinator Media BEM SI, Luthfi Yufrizal, saat dihubungi, Jumat (8/4/2022) malam.

Luthfi mengatakan BEM SI tengah melakukan konsolidasi dengan para presiden mahasiswa (presma) yang akan demo. Namun dia menyebut konsolidasi sempat terhalang.

“Malam ini rencana kita akan konsolidasi secara offline, tapi terkendala dengan banyaknya intel yang sudah masuk ke kampus kampus dan banyak mengintimidasi para presma-presma masing-masing kampus,” ujarnya.

BEM Nusantara Pilih Audiensi
Sebelumnya, perwakilan BEM Nusantara telah bertemu dengan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Wiranto. Pertemuan itu diwakili oleh 6 orang dari BEM Nusantara, Dewan Energi Mahasiswa, BEM Pesantren, dan BEM Universitas Islam Jakarta.

Koordinator BEM Nusantara, Ahmad Marzuki, mengatakan pertemuan itu membahas banyak hal, termasuk isu perpanjangan 3 periode jabatan presiden. Menurutnya, hal itu tidak sesuai dengan UUD 1945.

“Kalau kita kajian secara konstitusi ya seperti itu, dan kami juga ya di satu sisi jika perpanjangan 3 periode presiden ini otomatis kita sudah dalam jalur amandemen UUD 1945, kedua kita sudah mengkhianati reformasi,” katanya kepada wartawan di Gedung Watimpres, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (8/4).

Ahmad mengatakan, terkait rencana demo 11 April yang akan digelar BEM SI, pihaknya belum dapat memastikan keikutsertaan pada demo tersebut. Dia mengaku lebih memilih jalur audiensi.

“Kami aksi, kami aksi terus ketika dibilang isu yang mereka angkat sama seperti isu yang kita angkat, kali ini kita lebih memakai jalur audiensi, apa yang bisa kita sampaikan ya kita sampaikan, tetapi kalau isunya sama,” katanya.

Dia mengatakan pihaknya hanya menuntut program-program yang tidak sesuai dengan masyarakat. Dia menyebutkan jika program pemerintah itu mendukung masyarakat, tentu akan disambut baik.

“Enggak jadi masalah karena mahasiswa ini tidak semua program pemerintah yang harus kita tolak jika program tersebut baik kepada masyarakat ya nggak ada alasan untuk ditolak, tetapi program pemerintah yang memang kurang berpihak masyarakat memang kita tolak,” katanya. (det.c/Eka)