Viral Pria di Jakut Dibacok Kerabat Gegara Tolak Bantu Mediasi soal Utang

Jam : 11:41 | oleh -74 Dilihat
ilustrasi
ilustrasi

Jakarta, ToeNTAS.com,- Seorang pria di Sunter Agung, Jakarta Utara, inisial A (39) diviralkan menjadi korban pembacokan kerabatnya sendiri, P (30). Korban disebut-sebut dibacok karena menolak membantu memediasi pelaku urusan utang.

Anak korban, Yuliana mengatakan, peristiwa terjadi pada Jumat (15/4) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu korban sedang berada di bengkel di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tiba-tiba dibacok pelaku.

“Korban sedang duduk pesan makan di bengkel pinggir jalan RE Martadinatha, diserang lewat belakang sehingga korban tidak bisa melawan,” kata Yuliana saat dihubungi, Sabtu (16/4/2022).

Yuliana menuturkan, pelaku memiliki utang kepada kerabat korban yang lainnya. Karena ditagih, kemudian pelaku meminta korban untuk membujuk agar bisa memberikan tenggat waktu.

Karena merasa bukan tanggungjawabnya, kemudian korban menolak permintaan tersebut hingga berujung adu mulut dan perkelahian. Dikabarkan korban juga sempat ke rumah pelaku untuk meminta maaf, namun pelaku sedang tidak ada di rumahnya.

“Pelaku orang yang dikenal, dia sedang ada masalah utang dengan salah satu kerabat korban. Lalu pelaku menuntut korban untuk membantu permasalahan tersebut. Karena korban merasa itu bukan tanggung jawabnya terjadi adu mulut hingga perkelahian. Dipisahkan oleh warga sekitar,” jelasnya.

“Setelah itu korban langsung ke rumah pelaku untuk meminta maaf. Tapi sayangnya korban tidak bertemu pelaku melainkan hanya istrinya. Jadi pelaku tidak tahu kalau korban sudah meminta maaf,” sambungnya.

Tepat pukul 02.00 WIB di TKP, pelaku yang membawa sajam tiba-tiba membacok korban beberapa kali. Pelaku disebutkan sempat meminjam senjata kepada kelompok pemuda di lokasi tersebut.

“Jam 02.00 WIB pelaku meminjam sajam kepada sekelompok pemuda di tempat tersebut, cuma belum di ketahui sajam yang di pakai milik siapa,” tuturnya.

Sesaat setelah kejadian pelaku kemudian melarikan diri. Sementara itu korban pulang ke rumahnya dengan kondisi bersimbah darah.

“Ada enam luka kepala, punggung, tangan dan kaki,” kata dia.

Yuliana menambahkan, pihaknya masih menunggu iktikad baik dari pelaku. Jika tidak ada, dia akan menempuh jalur hukum dan melaporkan tindakan tersebut kepada pihak kepolisian.

HKapolsek Tanjung Priok, Kompol Ricky Prenata Vivaldy mengatakan, hingga kini pihaknya masih belum menerima laporan dari korban.

“Belum ada laporan,” kata Ricky.

Ricky mengatakan, sambil menunggu laporan dari korban, saat ini anggota kepolisian tengah melakukan pengecekan terkait hal tersebut.

“Intinya pasti ada infomasi itu nanti kita cari tahu informasinya. Bagaimana di lapangan dengan dikuatkan dengan laporan korban, cari saksi dulu. Kalau betul nanti kita akan lakukan pendalaman,” ujar Ricky. (det/Lia)