Inggris Ancam Serang Balik Putin, Sudah Siapkan Senjata Ini

Jam : 07:50 | oleh -143 Dilihat
ilustrasi
ilustrasi

ToeNTAS.com,- Efek perang Rusia di Ukraina semakin melebar. Kali ini Inggris dilaporkan telah bersiap menyerang balik Moskow. Ancaman ini disampaikan London seiring dikirimnya persenjataan ke Kyiv.

Laporan BBC Internasional mengatakan Inggris akan menyumbangkan senjata anti-pesawat kepada Ukraina. Rencana tersebut lantas ditanggapi Menteri Pertahanan Rusia yang menyebut Inggris memprovokasi Kyiv untuk menyerang wilayah Kremlin.

Sementara Euronews melaporkan, saat ini beberapa negara Uni Eropa dan anggota NATO sedang bersiap menyuplai senjata berat ke Ukraina. Senjata yang dimaksud termasuk persenjataan udara.

Bantuan ini membuat Rusia menuduh NATO dan negara-negara lain memantik perang proxy dengannya.

Mengutip Daily Mail, Negeri Ratu Elizabeth diketahui memiliki rudal Trident yang menjadi komponen kunci dari sistem senjata nuklir Inggris. Trident diakuisisi oleh pemerintah Margareth Thatcher pada awal 1980-an sebagai pengganti sistem rudal Polaris.

Rudal ini diangkut dengan empat kapal selam kelas Vanguard yang berbasis di pangkalan Angkatan Laut HM Clyde di pantai barat Skotlandia. Setiap trident memiliki jangkauan hingga 12.000 km.

“Ini berarti Trident memiliki kemampuan untuk mencapai target di mana pun, termasuk ke Rusia dan China,” tulis media itu pada akhir April lalu.

Dahulu, di bawah kepemimpinan Mikhail Gorbachev, Uni Soviet berusaha merundingkan perjanjian senjata yang akan memaksa Inggris untuk melepaskan penangkal nuklirnya.

Namun, Presiden Amerika Serikat (AS) saat itu, Ronald Reagan menolak untuk mengabulkan permintaan ini. Gorbachev akhirnya mundur, mengizinkan AS dan Uni Soviet untuk menandatangani perjanjian senjata bersejarah, yakni Perjanjian Kekuatan Nuklir Jangka Menengah pada tahun 1987.

Menurut ketentuan kesepakatan, semua rudal berbasis darat dengan jarak 500 hingga 5.500 km dilarang. Namun perjanjian itu tidak termasuk penyebaran rudal perantara yang diluncurkan dari udara atau laut, yang memastikan kelanjutan nasib Trident di armada nuklir Inggris.

Di 2016, sistem Trident pun diperbaharui. Bahkan pemerintah harus mengeluarkan anggaran 30 miliar pounds.

“Senjata nuklir ada di sini, mereka tidak akan hilang,” kata Menteri Pertahanan Inggris kala itu, Michael Fallon dikutip dari Express, mempertahankan keberadaan Trident.

Serangan Rusia ke Ukraina sendiri sudah dimulai pada 24 Februari. Insiden ini membuat kota-kota di Ukraina menjadi puing-puing dan memaksa lebih dari 5 juta orang mengungsi ke luar negeri. (Raisa)