Heboh Kec. Cilandak Tak Ada LPS Sampah, Bongkar Muat Sampah Ditepi Jalan Protokol Dan Bau Busuk Hantui Warga

Jam : 19:29 | oleh -264 Dilihat
Jalan tridharma Raya , Pondok Labu, di bawah jalan tol layang
Jalan tridharma Raya , Pondok Labu, di bawah jalan tol layang

Jakarta,     ToeNTAS. Com,-Heboh,   Jakarta  Selatan dalam beberapa bulan terakhir dikejutkan dengan munculnya  praktik bongkar muat tidak kurang dari 40 armada pick up bermuatan sampah dan  puluhan grobak dan  gerobak motor (germor) pengangkut sampah dari  warga Kecamatan Cilndak, Kota Administrasi Jakarta Selatan di tepi Jalan Pangeran Antasari (Jalan protokol-red) tepatnya di sebrang PSW Tower dan di bawah jembatan Jalan Tol Andara, dan Jl. Tri  Dhrma Raya, Kel.  Pd. Labu,  Kec. Cilandak, praktik bongkar muat sampah tersebut mengakibatkan bau busuk yang sangat menyengat  dan mengganggu kenyamanan Warga sekitar serta mengganggu  pengendara yang lalu lalang di kawasan tersebut dan bau busuk hantui Warga.

Praktik bongkar muat sampah di beberapa jalan protokol dikawasan Kec. Cilandak tersebut merupakan akibat dari tidak adanya Lahan Penampungan Sementara Sampah (LPS), dan yang  sangat mengherankan  sejumlah Lurah dan  oknum pejabat di Kec. Cilandak terkesan tutup telinga, tutup hidung dan tutup mata,  sehingga terkesan tidak peduli dengan  adanya rumah pejabat DKI 1, atau rumah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdomisili di kawasan Kelurahan  Cilandak Barat.

Yang lebih mengherankannya lagi, bahwa praktik bongkar muat sampah yang bau menyengat di tepi jalan protokol sudah terjadi beberapa bulan, namun Walikota Jakarta Selatan, Munjirin terkesan tak peduli, sehingga akibat dugaan para pejabat di Jakarta Selatan yang  dekat dengan praktik bongkar muat sampah bertindak masa bodoh tersebut  merupakan cermin dari karakter pejabat kaleng-kaleng dan  diharapkan Gubernur Anies Baswedan mengevaluasi pejabat tersebut.

Hal itu diktakan sumber yang berinisial As kepada sejumlah Wartawan di bilangaan kawasan Cilandak Jaksel, Selasa (24/5/2022).

An menambahkan, bahwa praktik bongkr muat sampah di tepi jalan protokol di kawasan Kec. Cilandak tersebut merupakan krisis moral para oknum pejabat di  lingkungn institusi Kec. Cilandak dan jajarannya dan hal tersebut merupakan contoh yang tidak perlu ditiru oleh para pejabat di DKI yang memiliki kineerja yang baik, “Padahal Mereka bekerja tidak terlalu berat tapi TKDnya wah banget” kata an geram.

Yang jelas, kata An, bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak tahu bahwa di lingkungan rumah tinggalnya terdapat  adanya Bongkar muat sampah di tepi jalan potokol yang sangat mencoreng kewebawaannya tersebut, lalu tugas Walikota Munjirin, pejabat di Kec.  Cilandak dan sejumlah lurah yang berdekatan dengan lokasi tersebut tugasnya   apa, “Sampai tidak tahu bahwa di Kec. Cilandak   tidak ada LPSnya” An terheran-heran.

Sedangkan seorang Warga yang berdomisili di kawasan Jl. Pangeran Antasari, Kec. Cilandak yang enggan di tulis namanya mengatakan, bahwa  bila jam  22.00 keatas tercium bau busuk sangat menyengat  yang di keluarkan dari sampah, “Pak Anies  memang tidak tahu ya ada  kegiatan bongkar muat sampah di pinggir jalan Antasari, masa sih enggak tahu…apa mungkin mals ngurusin yang bau-bau gitu ya…” sindir Warga yang tinggal di kawasan Jl. Pangeran Antasari.

Lain lagi menurut Warga yang berinisial Rach yang  rumahnya di kawasan Jl. Andara dekat dengan Jl. Tri Dharma Raya membeberkan kepada sejumlah Wartawan , bahwa bongkar muat sampah di Jl. Andara di protes Warga, namun protsnya tidak dihiraukan oleh pengelola/penanggung jawab bongkar muat sampah, “Dulu pernah ada aparaat yang marah dan protes agar jangan ada bongkaar muat samph di Jl. Andara karena mengganggu kenyamanan Warga dan lalulintas”pungkasnya.

Berkaitan dengan adanya praktik bongkar muat sampah di tepi Jalan protokol, Wartawan  ToeNTAS. Com menghubungi Walikota  Administrasi Jakarta Selatan Munjirin di Kantornya, Selasa(24/5/2022) namun yang bersangkutan tidak berada di tempat.  (inge thirta),