Pelajar di Jakpus Jadi Korban Pengeroyokan, Polisi Buru 10 Pelaku

Jam : 08:19 | oleh -158 Dilihat
ilustrasi
ilustrasi

Jakarta, ToeNTAS.com,- Seorang pelajar bernama Muhammad Kahfi (16) menjadi korban pengeroyokan saat melintas di Jl Mardani Raya, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kahfi dihadang oleh 10 pelaku yang diduga juga seorang pelajar.

“Jadi ketika dia melintas di Jl Mardani itu dihadang oleh 10 orang pelajar, kaget kan, dia kaget terjatuh, ketika terjatuh itu temennya yang 2 orang yang dibonceng itu lari,” kata Kapolsek Cempaka Putih Bernard Bachtera Saragih saat dihubungi, Rabu (1/6/2022).

Bernard mengatakan pada saat kejadian, Kahfi hendak mengatar temannya di daerah Cempaka Putih. Dia pun berbonceng tiga dengan dua temannya sekitar pukul 12.00 siang, Selasa (31/5) kemarin.

“Korban itu mau ngantar temannya, dia kan tinggalnya di Johar Baru dia mau ngantar temannya ke Cempaka Putih, 2 orang, dia berboncengan sepeda motor jadi temannya itu 2 sama dia jadi 3,” ujarnya.

Dia mengatakan setelah dihadang, Kahfi langsung dikeroyok oleh 10 pelaku. Dia menyebut tak berselang lama warga kemudian membawa Kahfi ke rumah sakit.

“Terus korban dipukulin terus dibawa ke rumah sakit di Kemayoran,” ucapnya.

Bernard mengatakan Kahfi mengalami luka di bagian kepala sehingga lukanya harus dijahit. Dia menyebut luka itu diakibatkan oleh serangan pelaku yang menggunakan penggaris besi.

“Hanya di kepala kan dia dipukul pakai penggaris itu, penggaris yang besi, kena kepala dijahit di bagian kepala atas,” kata Bernard.

“Nggak terlalu parah, kemarin malam udah sehat dia. Jadi hanya dijahit 4 jahitan kalau nggak salah,” tambahnya.

Dia mengatakan Kahfi langsung membuat laporan ke Polsek Cempaka Putih di hari peristiwa pengeroyokan tersebut. Kahfi datang bersama orangtuanya.

“Jam 12 siang hari Selasa (kejadiannya), dia datang ke kantor (untuk buat laporan) itu udah agak malam tuh menjelang pagi. Datang ke kantornya jam 11 malam, masih di hari yang sama,” tuturnya.

Bernard menyebut pihaknya telah mengantongi rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memburu 10 pelaku tersebut. Dia menyebut korban tak mengenal para pelaku.

“Belum ada kan kita lagi cari itu pelakunya, lagi kita cari. Tapi udah kita cari kok rekaman CCTV nya sekitar situ,” jelasnya. (det/Riana)