Nostalgia Prabowo-Paloh Tak Mau Buru-buru Koalisi Demi Stabilitas RI

Jam : 08:13 | oleh -73 Dilihat
Surya Paloh dan Prabowo
Surya Paloh dan Prabowo

Jakarta, ToeNTAS.com,-  Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Ketum NasDem Surya Paloh. Keduanya membahas banyak hal, mulai dari nostalgia persahabatan hingga kemungkinan berkoalisi dalam Pemilu 2024 mendatang.

Pertemuan keduanya berlangsung di Nasdem Tower, Jakarta, Rabu (1/6). Prabowo mengaku tak bisa terburu-buru menentukan dan main atur sendiri untuk berkoalisi dengan NasDem.

“Iya tapi kan beliau pemimpin partai, saya pemimpin partai. Kita nggak bisa bertindak, karena teman, kita atur-atur sendiri, kan nggak bisa,” kata Prabowo.
“Beliau punya konstituen, saya punya konstituen. Kita bertanggung jawab, Pak, ya, kepada partai kita,” sambungnya.

Ada kesepakatan yang diambil NasDem dan Gerindra usai pertemuan Prabowo dan Surya Paloh. Prabowo mengatakan partainya dan NasDem sepakat menjaga Indonesia.

“Tapi kita komit apa pun terjadi, kita komit bersama-sama menjaga Pancasila, menjaga keutuhan Republik Indonesia. Jadi kita tidak hanya untuk pemilu, kita lebih dari itu,” imbuhnya.

Prabowo Bicara Kriteria Capres 2024
Dalam kesempatan itu, Prabowo bicara kriteria sosok calon presiden (capres) 2024. Menurut Prabowo, kriteria sosok capres 2024 tidak mesti seperti dirinya.

“Tapi intinya saya kira, kita harus ada sosok yang sungguh-sungguh komit dan setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar ’45, seutuhnya, tidak sebagai mantra, tapi seutuhnya. Saya kira itu kriteria paling penting,” kata Prabowo.

“Dan juga kalau bisa yang berpengalaman,” ucap Prabowo kemudian bicara dengan jajaran elite NasDem dan Gerindra di belakangnya disambut gelak tawa.

Prabowo kemudian ditanya kembali, apakah dengan kriteria seperti yang dia ucap berarti capres tidak harus Prabowo lagi. Prabowo menjawab tidak harus dia kembali menjadi capres pada 2024.

“Ya tidak usah. Tidak harus Prabowo, siapa saja, masa republik ini. Jadi begini ya, saya ini belajar dari sejarah, dari suatu republik yang baik adalah kewajiban setiap warga negara yang mampu fisik, intelek, jasmani, dan kondisi ekonomi dirinya dan keluarganya wajib untuk menawarkan dirinya kepada negara dan bangsa, jadi wajib,” ujar Prabowo.

Menteri Pertahanan (Menhan) itu ingin setiap warga justru mengajukan diri maju melayani negara. Budaya seperti itulah yang menurut Prabowo perlu ditanamkan kepada generasi muda.

“Ini yang ingin kita budayakan, anak-anak muda, kita ingin nanti anak-anak muda yang tadi itu harus berani menawarkan diri untuk mengabdi kepada negara dan bangsa,” imbuhnya.

Prabowo Panggil ‘Bang’ ke Surya Paloh
Prabowo mengatakan Paloh sapaan akrab Surya Paloh sebagai senior beda 3 bulan. Untuk itu kata Prabowo, dia memanggil Paloh dengan ‘Bang Paloh’.

“Terima kasih, Bang Surya. Jadi Pak Surya ini, lebih senior dari saya, jadi saya panggilnya Bang Surya walaupun seniornya hanya tiga bulan. Tapi kalau adat istiadat kita walaupun satu hari, kalau lebih tua ya tetap kita harus panggil abang,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan dirinya dan Surya Paloh telah bersahabat selama 40 tahun. Prabowo juga menyebut satu kesamaan antara dirinya dan Paloh, yaitu sama-sama alumni kader Partai Golkar.

“Jadi benar, saya sama Pak Surya hubungannya sudah ada 30 tahun 40 tahun? 40 tahun. Kita bersahabat, dan kita juga alumni Golkar,” ujarnya.

Dia mengatakan dirinya dan Paloh juga pernah berbeda pandangan meski telah bersahabat lama. Menurutnya rasa cinta terhadap NKRI membuat dirinya dan Paloh tetap berhubungan baik meski memilih jalan yang berbeda.

“Dalam perjalanan walaupun sahabat kadang-kadang kita apa berbeda pilihan, kita memilih jalan yang berbeda tapi kita tetep bersahabat. Kita pernah bersaing kita pernah kadang-kadang berbeda pandangan, tapi di ujungnya karena kita saling menyakini bahwa kita sama-sama cinta merah putih, sama-sama cinta tanah air,” tuturnya.

Sementara itu, Surya Paloh mengatakan selama 40 tahun persahabatannya dengan Prabowo kerap mengalami pasang surut. Dia menyebut dirinya dan Ketum Gerindra itu punya visi yang sama mengabdikan diri untuk kemajuan bangsa.

“Pertemanan mendekati 40 tahun saya pikir itu suatu ukuran yang bisa menjadi parameter juga, ada masalah kadang-kadang pasang surut, kadang-kadang Mas Prabowo kan nggak terlalu senyum sama saya, tetapi kami tahu kita semua memiliki niat baik yang sama, kami ingin mengabdikan diri kami bagi sumbangsih kami bagi kemajuan bangsa dan negara ini,” kata Paloh.

Prabowo Minta Diundang ke Kantor NasDem
Prabowo mengaku meminta diundang ke Kantor DPP Partai NasDem yang baru di Gondangdia, Jakarta Pusat. Prabowo menilai banyak hal bagus pada gedung baru tersebut.
“Sebetulnya saya termasuk orang yang minta diundang jadi saya lihat kok NasDem punya gedung baru dan saya minta diundang, akhirnya diundanglah hari ini dan saya lihat banyak yang bagus, komitmen kebangsaan dan sebagainya,” ucapnya. (det/Mona)