Penanda Kepergian Eril di Tepi Sungai Aare

Jam : 06:52 | oleh -226 Dilihat
Sebuah penanda bertuliskan kalimat yang menandakan wafatnya Eril terikat di sebuah pohon di tepian Sungai Aare. (Foto: Arsip Pemprov Jabar)
Sebuah penanda bertuliskan kalimat yang menandakan wafatnya Eril terikat di sebuah pohon di tepian Sungai Aare. (Foto: Arsip Pemprov Jabar)

Jakarta, ToeNTAS.com,- Putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril dinyatakan wafat karena tenggelam di Sungai Aare, Bren, Swiss, pada Kamis (26/5) siang waktu setempat. Ia dikabarkan terseret arus sungai yang cukup deras.
Ridwan Kamil dan keluarga disebut sudah ikhlas dengan kondisi Eril yang hingga kini tubuhnya belum ditemukan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat merilis sejumlah foto pencarian Eril di Sungai Aare. Foto-foto tersebut juga menangkap sejumlah aktivitas RK selama terlibat langsung proses pencarian Eril.

Salah satu foto yang diterima memperlihatkan penanda menggunakan kertas yang diikat di sebuah pohon untuk mengenang Eril.

Penanda itu disertai tulisan In Loving Memory of Emmeril Khan Mumtadz. Born 25 June 1999 New York, passed 26 May 2022, Bern.

Eril meninggal dunia pada usia 22 tahun. Ia dilahirkan pada 25 Juni 1999 di New York, Amerika dan dinyatakan wafat pada 26 Mei 2022 di Bern, Swiss.

Foto lain menangkap momen Ridwan melempar setangkai bunga warna pink ke aliran Sungai Aare dari tepian.

Momen Ridwan Kamil memimpin Salat Gaib juga tertangkap kamera. Dari foto itu RK mengimami Salat Gaib di tepi Sungai Aare. Beberapa orang menjadi makmum dalam salat tersebut.

Eril hilang saat berenang di Sungai Aare, Bren, Swiss, Kamis (26/5) lalu. Setelah pencarian kurang lebih satu minggu, Eril belum berhasil ditemukan.

Pihak keluarga mengatakan Eril telah meninggal dunia. Sementara otoritas setempat juga sudah mengubah status pencarian Eril dari status mencari orang hilang (missing person) menjadi status mencari orang yang tenggelam (drowned person)(cnn/Roni)