Urusan Baru Pemprov DKI: PKL hingga Parkir Liar di Tebet Eco Park

Jam : 07:23 | oleh -168 Dilihat
lokasi di sekitar Tebet Eco Park
lokasi di sekitar Tebet Eco Park

Jakarta, ToeNTAS.com,- Tebet Eco Park yang baru diresmikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menimbulkan masalah baru. Pedagang kaki lima (PKL) hingga parkir liar menjalar di taman yang diresmikan April lalu.

Setiap akhir pekan Tebet Eco Park membeludak didatangi warga. Warga ke Tebet Eco Park untuk menikmati suasana taman bersama keluarga.

Sejak diresmikan itu Tebet Eco Park ramai dikunjungi. Seiring dengan itu, PKL hingga parkir liar menjalar di area taman.

Para PKL juga membanjiri ruas jalan sepanjang kawasan Tebet Eco Park. PKL terlihat berjualan pada sisi kiri dan kanan di jalan depan pintu selatan Eco Park hingga di pintu utara. Ada yang menjual makanan, minuman, balon, hingga mainan anak lainnya.

Sejumlah pedagang tampak menaiki kursi menawarkan dagangannya kepada pengunjung yang berada di area dalam taman. Mereka membawa beberapa contoh dagangannya sambil menawarkannya dari balik pagar taman.

Pengelola operator Tebet Eco Park Arif Muhammad mengatakan pengunjung Tebet Eco Park di hari biasa mencapai 10 ribu orang. Sementara itu jumlah pengunjung di akhir pekan bisa mencapai 30 ribu orang.

“Kita rata-rata saja ya untuk di weekdays saja, di weekdays saja kurang lebih 10 ribu, kadang bisa 6.000, 7.000 tapi kalau di tanggal merah dan weekend itu bisa dari 30-50 ribu kisarannya,” ucapnya, Minggu (5/6/2022).

Sepekan kemudian, Tebet Eco Park makin ramai. Padatnya pengunjung menciptakan antrean panjang untuk menjajaki Infinity Link Bridge.

Akses timur Jembatan Infinity sempat mengular pada Minggu (12/6/2022) kemarin. Di depan antrean tersebut seorang petugas taman mengatur warga untuk bergantian naik.

Beberapa keluarga menggendong anaknya supaya tak terdesak. Terlihat pengunjung silih berganti untuk mengitari jembatan yang menghubungkan Taman Utara dan Selatan, yang sebelumnya dipisahkan oleh Jalan Tebet Timur.

Salah seorang pengunjung Tebet Eco Park, Mukmin (59), dari Matraman, Jakarta Timur, mengurungkan niat untuk berjalan di jembatan tersebut. Ia bersama anak dan istri menyebut kurang menikmati fasilitas yang disediakan.

“Nggak jadi (naik Jembatan Infinity) karena lihat di tengahnya antrean seperti itu, gimana ya kurang menikmati. Waktu awal dibuka belum ramai, kalau sekarang sumpek, sudah banyak (orang) yang tahu,” ujar Mukmin di lokasi.

Parkir Liar Menjalar

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) turun tangan menindak sejumlah kendaraan yang menggunakan badan jalan dan trotoar di sekitar lokasi. Kendaraan sepeda motor memenuhi hampir setengah badan jalan di Jalan Tebet Barat.

Sementara kendaraan roda empat tampak terparkir liar di area halaman Rusun Tebet. Petugas Dishub kemudian turun langsung ke lokasi menindak sejumlah kendaraan yang parkir liar. Petugas mengempiskan roda sepeda motor dengan cara mencabut pentil.

Sejumlah pemilik sepeda motor kebingungan karena kendaraannya ditindak petugas. Mereka berteriak agar ban kendaraannya tidak dikempiskan petugas.

Saran Anggota DPRD DKI

Wakil Ketua DPRD DKI Rani Mauliani menilai Tebet Eco Park memang sedang digandrungi oleh masyarakat. Karena itu wajar jika banyak PKL berdagang di sana.

“Bisa dipahami begitulah euporianya, masyarakat tehadap tempat-tempat yang baru, yang bagus, dan sedang hits. Sehingga, jadi membuat para pedagang tertarik mencari rezeki di sana,” kata Rani.

Dia sadar jika tidak ditata akan terjadi kesemerawutan di Tebet Eco Park. Di situlah peran dari Pemprov DKI untuk mengatur.

“Memang, bisa tidak diantisipasi dengan aturan-aturan yang tepat, pastinya akan menimbulkan kendala-kendala yang dapat menyebabkan berbagai masalah di masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu Fraksi Golkar DPRD DKI mengusulkan ada pembatasan pengunjung. Anggota DPRD DKI, Judistira Hermawan menilai pengaturan pengunjung Tebet Eco Park penting demi kenyamanan.

“Pembatasan jumlah pengunjung setiap harinya saya kira bisa diterapkan, kalau tidak dibatasi akhirnya ya seperti sekarang ini ada parkir liar dan sebagainya,” kata anggota DPRD DKI, Judistira Hermawan, kepada wartawan, Senin (13/6/2022).

Menurutnya, jangan sampai warga sekitar juga merasa terganggu. Meski demikian, Judistira menyebut penambahan kantong parkir diperlukan untuk mengantisipasi parkir liar di area taman. Dia menegaskan parkir liar dilarang.

“Perlu pengaturan agar lebih tertib dan terjaga keindahannya selain jangan juga membuat tidak nyaman warga yang tinggal di sekitar taman itu,” ucapnya.

Respons Pemprov DKI

Pemprov DKI Jakarta bakal menambah kantong parkir yang ada di lokasi tersebut. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut akan menyesuaikan kebijakan.

“Itu artinya perlu ada penambahan parkir, nanti kita akan cari solusinya ya. Memang kan kalau ada peningkatan di luar kebiasaan kan sekarang Tebet kalau bagus semakin tinggi peminat yang datang ke sana sehingga kebutuhan parkir juga semakin besar, semakin tinggi. Tentu akan kita sesuaikan,” ujar di Kantor Balai Kota DKI, Senin (13/6/2022).

Selain itu, dia mengatakan, dalam situasi seperti ini, banyak orang yang memanfaatkan kesempatan. Salah satunya dengan membuka lahan parkir liar.

“Tentu yang paling penting kita minta masyarakat gunakan transportasi publik untuk mengurangi kendaraan pribadi,” ucap Riza.

Pemprov DKI bersama dinas terkait khususnya Dinas Perhubungan akan mengadakan rapat untuk mencari solusinya.

“Iya (akan dilakukan rapat) nanti kita liat situasinya sesuai dengan waktunya nanti,” kata Riza. (det/Rhido)