Detik-detik Teriakan Terakhir Bapak Saat Anak tewas Tertabrak

Jam : 09:01 | oleh -171 Dilihat
ilustrasi
ilustrasi

Jakarta, ToeNTAS.com,- Kecelakaan melibatkan mobil Honda Jazz dengan motor di Pancoran Timur, Jakarta Selatan, mengakibatkan seorang bocah inisial AAR (5) tewas. Korban tewas setelah motor yang ditumpangi bersama ayahnya itu diseruduk mobil Honda Jazz.

Insiden ini terjadi di Jalan Pancoran Timur, Jakarta Selatan, Selasa (14/6) sekitar pukul 19.30 WIB. Detik-detik kecelakaan itu terekam video CCTV dan viral di media sosial.

Bermula ketika korban berboncengan motor dengan anaknya, AAR tiba-tiba diseruduk mobil Honda Jazz dari belakang. MR dan Ar langsung terpental ke bawah mobil.

Sang ayah langsung histeris ketika putrinya terlindas mobil.

“A****g….a****g, anak gue,” teriak MR sambil memaki pengemudi Honda Jazz.

Setelah itu pelaku malah memundurkan mobilnya. Beberapa warga membantu korban langsung menyuruh korban berhenti.

Pengemudi mobil Honda Jazz, IAR (35) telah diamankan polisi. Saat ini dia masih diperiksa.

Pelaku Diamankan
Pengemudi mobil Honda Jazz, IAR (35) telah diamankan polisi. Saat ini dia masih diperiksa.

“Sudah (diamankan),” singkat Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Sigit Prabowo, saat dihubungi, Kamis (16/6/2022).

Pengemudi Belum Jadi Tersangka
Polisi telah menangkap IAR (35), pengemudi mobil Honda Jazz yang menabrak bocah perempuan AAR (5) hingga tewas di Pancoran Timur, Jaksel. Namun hingga kini IAR belum ditetapkan sebagai tersangka.

Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Sigit Prabowo mengatakan pihaknya belum menetapkan sopir IAR sebagai tersangka karena masih mengumpulkan alat bukti.
“Masih lidik pengumpulan alat bukti, sesuai undang-undang,” ujar Sigit Prabowo saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (16/6/2022).

Sekadar informasi, kejadian bocah tertabrak mobil Honda Jazz ini terekam CCTV. Dari rekaman CCTV terlihat sejumlah warga menyaksikan kejadian itu dan berusaha menolong korban.

Belum Cukup Bukti
Dari beberapa saksi yang ada di lokasi, kata Sigit, saksi enggan diperiksa. Sementara bukti CCTV tidak cukup karena hanya menggambarkan peristiwanya saja.

“Yang mau diperiksa untuk di BAP, dijadikan saksi masih pada sulit. CCTV hanya menunjukkan peristiwanya. Siapa yang melakukan itu yang harus dibuktikan dengan alat bukti lain,” ungkap Sigit.

Meski demikian, disebut Sigit pengemudi mobil IAR (35) sesudah mengakui perbuatannya. Hanya saja, penyidik masih mencari bukti untuk memperkuat di persidangan nanti.

“Pelaku mengakui, namun harus didukung dengan alat bukti lain. Supaya kalau di persidangan nanti tidak bisa mengelak isi BAP,” tuturnya.

Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus kecelakaan itu. (det/Erwin)