Canda Anies Perlu Diskusi Khusus Bahas Bocah Citayam ‘Kuasai’ Dukuh Atas

Jam : 12:00 | oleh -87 Dilihat
Anies Baswedan
Anies Baswedan

Jakarta, ToeNTAS.com,- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut bicara soal fenomena remaja dari Citayam dan Bojong Gede, Jawa Barat, yang ramai nongkrong di Taman Dukuh Atas. Sambil bercanda, Anies mengatakan butuh focus group discussion (FGD) untuk membahas fenomena itu.

Kelakar itu disampaikan Anies saat menghadiri acara Pembukaan TOD Forum 2022 dan Pencanangan Pembangunan Interkoneksi Bawah Tanah (tunnel) Thamrin Nine-Stasiun MRT Dukuh Atas, Kamis (7/7/2022).

“Itu (fenomena) on ground, ini (pembangunan tunnel) underground. Kita butuh FGD khusus soal ini. Ha ha ha,” ujar Anies saat ditemui di Thamrin Nine, Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

“Terus soal SCBD. Gini, saya jawab ini dulu,” sambungnya.

SCBD yang dimaksud Anies merupakan singkatan dari Sudirman, Citayam, Bogor, Depok. Anies kemudian bicara soal Pemprov DKI yang berupaya mewujudkan kesetaraan.

Hal ini, kata dia, terlihat dari Jalan Sudirman yang dulu dipenuhi pekerja di kawasan itu saja, namun kini orang dari berbagai wilayah ikutan nongkrong di area sekitar Jalan Sudirman seperti Taman Dukuh Atas.

“Teman-teman ingat Jalan Jenderal Sudirman berapa tahun yang lalu? Jalan itu dimiliki oleh mereka yang bekerja di tempat ini saja di luar itu tidak bisa ikut menikmati jalan terbesar di republik ini jalan itu hanya dinikmati mereka yang bekerja. Kenapa? Karena semuanya menggunakan kendaraan pribadi, begitu masuk kantor sampai di kantor mau keluar kantornya pakai mobil, pakai motor. Tidak ada yang berjalan kaki antar gedung ada pertemuan antar gedung gak jalan kaki,” ujarnya.

“Apa yang terjadi setelah dibangunnya trotoar? Trotoarnya sangat lebar yang sesungguhnya terjadi adalah bukan saja mereka yang bekerja di kawasan ini yang bisa berjalan kaki leluasa tapi seluruh warga Jabodetabek bisa menikmati jalan dengan pemandangan gedung-gedung tinggi satu-satunya di republik ini,” sambungnya.

Anies mempersilakan siapapun menikmati ruang ketiga yang dibangun. Menurutnya, ruang ketiga merupakan tempat untuk mempersatukan, bukan membedakan satu sama lain.

“Biarlah mereka semua menikmati tempat ini dengan caranya masing-masing. Jangan cara itu seakan akan diklaim hanya cara A boleh di Jalan Jenderal Sudirman hanya cara B, bukan ini adalah milik kita, kita nikmati sama-sama. Dan biarkan tempat ini jadi tempat bertemu dari mana saja. Karena ruang ketiga adalah tadi mempersatukan dan membangun perasaan kesetaraan,” ujarnya.

Meski begitu, Anies tetap mengingatkan supaya pengunjung selalu menjaga kebersihan dan ketertiban. Dia mengatakan semua orang harus bisa menikmati kawasan itu secara nyaman.

“Jadi itu latar belakangnya ketika terjadi fenomena baru saja muncul yang penting jaga kebersihan, jaga ketertiban selebihnya nikmati ruang ketiga bersama untuk semuanya,” ujar Anies. (d.c/Mira)