Misteri Hilangnya HP Brigadir Yosua dan 3 Grup WA Ajudan Ferdy Sambo

Jam : 09:43 | oleh -130 Dilihat
Ferdy Sambo dan ajudannya
Ferdy Sambo dan ajudannya

Jakarta, ToeNTAS.com,- Komnas HAM mengungkapkan hingga kini ponsel milik Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J belum ditemukan. Komnas HAM juga mengatakan beberapa HP dalam kasus ini telah berganti.

Hal tersebut diungkapkan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam rapat dengan Komisi III DPR di gedung DPR, Jakarta, Senin (22/8/2022). Awalnya, Komnas HAM mengungkapkan hasil penelusuran atas jejak digital komunikasi Brigadir Yosua dan pacarnya, Vera.

Dari penelusuran ini, diketahui memang sempat ada ancaman pembunuhan. Brigadir Yosua diancam oleh skuad lama yang ternyata Kuat Ma’ruf, ART Irjen Ferdy Sambo.

“Tolong minta supaya ini HP-HP dihadirkan yang sudah disita polisi, minta raw material-nya. Di situlah kami mendapat banyak hal. Termasuk komunikasi dengan Vera, betul ada komunikasi (ancaman pembunuhan) seperti itu,” kata Anam.

Dia juga mengungkapkan bahwa memang betul ada komunikasi yang menunjukkan Brigadir J menangis. Namun hal ini tidak terkait dengan kasus.

“Betul juga ada nangis-nangis, itu urusan pribadi nggak ada urusan dengan kematian,” tuturnya.

HP Ajudan Sambo Banyak Diganti
Anam mengatakan pihaknya sudah memeriksa ponsel milik ajudan Sambo yang lain. Namun ponsel itu sudah banyak berganti.

“Merangsek lagi kami. Karena ADC ini ketika ditanya mana HP-nya dan sebagainya. Tetapi HP-nya seperti yang dijelaskan Pak Ketua, sudah banyak yang diganti,” ujarnya.

Ternyata, tidak hanya HP yang diganti. Rekam jejak digital HP juga tidak ada.

“Tidak hanya pergantian HP, tetapi juga rekam jejak digital HP-nya juga nggak ada. Nah itu catatan kami. Nah itu berangkatnya dari komunikasi Yosua dan Vera,” ungkapnya.

3 Grup WA Dihapus
Anam juga menuturkan ada 3 grup WhatsApp dihapus. Hingga kini pihaknya masih melacak grup itu.

“Ada beberapa grup WA dalam catatan kami ada 3 grup WA. Yang itu dulunya pernah ada. Tapi nggak ada karena HP-nya ganti. Terus ada, yang 10 ke bawah nggak ada lagi komunikasi dan sebagainya. Itu yang menurut kami jadi penting untuk dilacak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Anam menjelaskan bahwa fisik HP Yosua tiba-tiba tidak ada. Bahkan hingga saat ini HP milik Yosua belum ditemukan.

“Yang kedua memang fisik HP-nya juga hilang. Jadi fisik HP-nya ini tiba-tiba nggak ada. Nggak hanya HP-nya Yosua. HP-nya Yosua sampai sekarang belum ketemu,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang didapatkan wartawan, Irjen Ferdy Sambo meminta pihak-pihak yang terlibat dalam pembunuhan berencana ini mengganti HP lama dengan HP baru. Hal ini dilakukan agar jejak percakapan mereka tidak terlacak.

Ferdy Sambo Beri Perintah Hilangkan Bukti
Terkait beberapa bukti yang hilang ini, Komnas HAM mengaku telah mengetahui jika Ferdy Sambo yang menghilangkan bukti. Hal ini diketahui karena ada jejak digital Ferdy Sambo memberi perintah untuk menghilangkan bukti.

“Kami juga mendapatkan salah satu yang juga penting adalah perintah untuk terkait barang bukti, itu supaya dihilangkan jejaknya. itu juga ada,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam.

“Jadi jejak digital itu kami mendapatkan,” sambungnya menegaskan. (d.c/Wawan)